– Pergerakan Bitcoin (BTC) belakangan ini, menurut salah satu analis berilmu dengan nama Colin, sebenarnya ‘cukup sederhana’, ialah nilai sedang terjebak dalam sebuah rectangle (rentang konsolidasi) dan pasar menunggu pemicu nan jelas untuk menentukan arah berikutnya. Dalam kerangka nan dia pakai, dua level menjadi penentu utama.
Colin menyebut break di atas US$ 71.800 sebagai sinyal bullish, nan membuka kesempatan relief rally. Sebaliknya, break di bawah US$ 62.600 dia anggap bearish, dengan potensi uji ulang US$ 60.000 alias lebih rendah. Dengan kata lain, selama nilai tetap bergerak di dalam kotak itu, Colin memilih untuk tidak memperkirakan lantaran pasar tetap berada dalam fase ‘menimbang’.

“Satu nan menarik ialah bukan sekedar level, tapi perubahan perilaku. Bitcoin justru sempat menguat kemarin ketika muncul buletin perang mengenai Iran,” ungkap Colin.
Padahal, dalam banyak fase sebelumnya, Bitcoin condong turun ketika ketidakpastian meningkat. Jika betul ada perubahan respon seperti ini, Colin menganggapnya sebagai sinyal nan bisa dibaca bullish, ialah ketika sentimen sudah sangat buruk, buletin jelek tambahan tidak lagi bisa menekan nilai sebesar nan seharusnya.
Baca Juga: Sentimen Negatif Mendominasi, Harga Uang Kripto Cardano Jatuh 10%
Ia membandingkannya dengan momen November 2022 ketika FTX runtuh. Saat itu, menurutnya, akibat penurunan tidak sebesar ekspektasi lantaran sentimen sudah terlanjur jatuh, dan (dalam hindsight) dasar nilai rupanya sudah dekat.
“Area sekarang berpotensi menyerupai pola sentiment-bottom, ialah kondisi ketika pasar sudah terlalu pesimis sehingga tekanan jual mulai kehilangan tenaga,” ujarnya.
Namun Colin tetap menahan diri lantaran ada kemungkinan lain nan lebih sederhana, ialah pergerakan itu hanya mobilitas akhir pekan nan sering menipu. Hal ini, terutama ketika likuiditas tipis dan lonjakan bisa terjadi tanpa konfirmasi kuat.
“Keputusan paling masuk logika adalah menunggu konfirmasi penembusan dan memperkuat di atas US$ 71.800 untuk membuka skenario bullish, alias jatuh di bawah US$ 62.600 untuk mengaktifkan skenario bearish,” pungkas Colin.
Sementara itu berasas info terbaru dari CoinGecko pada Senin (2/3/2025), Bitcoin berada pada level US$ $66.560. Angka ini merupakan penurunan tipis sebesar 0,4 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
$BTC price action is pretty simple lately.
We're waiting for a resolution of this rectangle.
Break above $71.8k = bullish; relief rally in store.
Break below $62.6k = bearish; $60k or lower in store.
One interesting thing: BTC pumped yesterday on the war news re: Iran.… pic.twitter.com/AQTkznNx0r
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 jam yang lalu