Sebelumnya saya sudah membahas mengenai Setup Microsoft Edge Chromium Saya Untuk Tingkatkan Kenyamanan dimana setelah cukup lama menggunakan Edge di Windows 11, rasanya cukup nyaman juga, apalagi jika semuanya sudah disesuaikan.
Yang paling saya suka tentu adalah fitur memory saver-nya dimana jika tab cukup lama tidak aktif, dia bakal otomatis di sleep sesuai waktu nan kita tentukan, secara kegunaan ini bakal menghemat resource RAM nan ada di perangkat.
Nah di Linux, saat ini saya menggunakan Firefox sebagai browser utama, dan mungkin bakal lebih baik jika kita coba juga install Microsoft Edge di Linux nan saya pakai juga.
Cara Install Microsoft Edge di Linux Dengan File .Deb
Untuk instalasi browser Edge di Linux Anda sebenarnya bisa mengikuti langkah nan juga saya telah tulis beberapa waktu lampau pada laman Cara Install Microsoft Edge Stable di Linux Ubuntu.
Namun jika Anda adalah pengguna Linux Debian, Ubuntu dan turunannya dan mau langkah paling mudah tanpa banyak mengoprek terminal, Anda bisa mengandalkan file .deb nan langkah instalasinya seperti berikut.
Langkah 1. Download file .deb nya terlebih dahulu, pastikan dari sumber resmi Microsoft langsung, download disini.

Langkah 2. Setelah file .deb selesai Anda download, silahkan Anda buka secara langsung dengan menggunakan aplikasi App Center, Gdebi alias Eddy (khusus di Elementary OS).

Atau alternatifnya Anda bisa menggunakan perintah berikut di terminal nan juga secara otomatis menginstall keterbatasan nan dibutuhkan.
sudo apt install ./microsoft-edge.deb
Dan selesai deh, setelah itu Edge sudah bisa digunakan seperti biasa, selanjutnya tinggal kita login dengan akun Microsoft dan harusnya beberapa pengaturan langsung tersinkronisasi secara otomatis.

Bug di Elementary OS?
Nah setelah saya coba setup, bagian Copilot di toolbar sayangnya tidak bisa saya disable dan sembunyikan seperti di Windows. Saya bingung ini apakah bug alias bukan, lantaran jika kita klik bakal Hide Copilot, kita bakal diarahkan ke laman blank tanpa ada apapun disana.

Selain itu tombol Copilot tersebut juga tidak berfaedah dengan benar, jadi seolah hanya hiasan saja. Tapi apakah Anda mengalami perihal serupa alias ada tips lain? komen dibawah guys.
Kenapa saya malah install Edge di Linux? jawabannya lantaran saya mau mencoba memaksimalkan fitur nan ada di browser ini terutama fitur Drop untuk melakukan transfer file antara perangkat dengan satu akun Microsoft nan sama.

Nah browser jagoan Anda di Linux apa ya? coba share dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
1 minggu yang lalu