Cara Mudah Sync Catatan Di Obsidian Secara Gratis

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Seperti nan telah ditulis dalam tulisan Obsidian, Aplikasi Catatan Dengan Konsep Local-First, saya saat ini sudah menggunakan aplikasi ini sebagai aplikasi catatan utama nan sejujurnya sudah cukup nyaman saya gunakan sebagai pengganti Notion dan AnyType.

Nah seperti nan juga telah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, meskipun kita bisa mendapatkan fitur sync agar catatan tersinkronisasi antar perangkat, sayangnya kita kudu beli paket langganan dengan nilai $5 untuk sync dan $10 untuk publish nan tentu bakal lebih murah jika bayar tahunan.

Namun jangan cemas guys, lantaran sebenarnya tetap ada langkah pengganti nan bisa kita lakukan agar info dan catatan tetap tersinkronisasi dengan mudah tanpa ada masalah.

Sync via Cloud Storage

Nah nan pertama dan paling saya rekomendasikan adalah dengan melakukan sinkronisasi info dengan Cloud Storage, caranya sederhana, cukup simpan Obsidian Vault di OneDrive, Google Drive, Dropbox dan lainnya.

Dimana jika disimpan di berkas tersebut (misalkan OneDrive di Windows), maka setiap perubahan bakal tersimpan otomatis ke cloud dan tentu bakal tersinkronisasi.

Nah contohnya seperti pada gambar diatas, saya menyimpan Vault di OneDrive, dimana setiap perubahan bakal langsung tersimpan di cloud, jika saya membuka Obsidian di perangkat Windows lain dengan akun Microsoft nan sama, saya cukup buka Vault tersebut saja.

Hal nan sama bisa Anda lakukan dengan Google Drive, Dropbox alias Mega, catatannya satu saja, asal berkas Vault disimpan dan disync otomatis oleh penyedia jasa cloud storage.

Sync via Repository Github

Nah untuk Anda power user alias sudah terbiasa dengan command line dan repository, sinkronisasi menggunakan Git bisa jadi solusi nan sangat powerful dan fleksibel. Konsepnya sederhana, Obsidian Vault Anda dijadikan sebuah repository Git, lampau setiap perubahan dicommit dan dipush ke GitHub alias Git server lain.

Kelebihan metode ini adalah kontrol versi, dimana Anda tentunya bisa memandang riwayat perubahan catatan, mengembalikan jenis lama jika terjadi kesalahan, apalagi bekerja secara paralel di beberapa device tanpa takut catatan rusak.

Nah untuk caranya sendiri mudah kok, nan pertama Anda cukup Inisialisasi repository Git di berkas Obsidian Vault > Commit setiap perubahan > Push ke Github.

Di perangkat lain, Anda cukup clone saja repository-nya dan jika ada perubahan nan dilakukan di perangkat lain, cukup Pull saja datanya.

Btw nih kawan kawan, untuk mempermudah, Anda juga bisa memakai plugin seperti Obsidian Git nan memungkinkan commit dan push langsung dari dalam Obsidian tanpa kudu buka terminal setiap saat.

Sync via Syncthing

Nah nan terakhir dan bisa Anda coba adalah dengan menggunakan Syncthing, dimana metode ini cocok untuk Anda nan mau sync peer to peer tanpa cloud storage. Konsep-nya jadi mirip dengan AnyType, dimana info bakal langsung disinkronkan antar perangkat selama terhubung ke jaringan nan sama alias internet.

Kelebihan metode ini tentunya adalah privasi, dimana info tidak disimpan di server pihak ketiga, semua file tetap berada di perangkat Anda sendiri. Kekurangannya, semua device kudu aktif agar sinkronisasi bisa melangkah dengan lancar.

Kamu bisa mendownload Syncthing dari laman berikut. Dan setelah Syncthing terpasang di semua perangkat, langkah selanjutnya cukup mudah, guys. Kamu tinggal menambahkan berkas Obsidian Vault ke dalam Syncthing, lampau bagikan berkas tersebut ke device lain nan mau Anda sinkronkan. Pastikan semua perangkat sudah saling terhubung dan status berkas menunjukkan synced.

Namun dari apa nan saya coba sih, agar lebih baik disarankan untuk tidak membuka Obsidian secara berbarengan di dua perangkat nan sedang mengedit file nan sama. Karena meskipun Syncthing cukup pandai dalam menangani konflik, tetap ada kemungkinan muncul file conflict jika Anda mengubah catatan nan sama di waktu bersamaan.

Jadi pilih nan mana?

Nah untuk memandang perbedaannya Anda bisa cek tabel nan telah saya buat berikut, dimana tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing dari setiap metode sync.

Metode SyncKemudahan SetupPrivasiReal-time SyncKontrol VersiBiayaCocok Untuk
Cloud StorageSangat MudahSedangYaTidakGratis / BerbayarPengguna umum, pemula
GitHub RepositorySulitTinggiTidakYaGratisPower user, developer
SyncthingMenengahSangat TinggiYaTidakGratisPengguna konsentrasi privasi

Kalo saya sih lantaran butuh version history, metode dengan Git + Cloud nan paling pas, lantaran sekali setup maka sisanya hanya bakal mengikuti saja.

Tapi apakah Anda ada metode lain? coba komen dibawah guys, dan untuk sekedar catatan sih, sebenarnya Notion juga sudah bagus dan memang setelah sebelumnya nyaris 2 tahun saya pakai Notion, lezat enak saja, namun lantaran tidak tersedia aplikasi native di Linux tentu pengganti lain kudu saya coba.

Komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya