Telset.id – Jika Anda merasa frustrasi lantaran asisten AI jagoan mendadak “bisu” dan susah diakses hari ini, Anda tidak sendirian. Fenomena ChatGPT down kembali menyapa pengguna global, menciptakan gelombang keluhan nan signifikan di beragam platform media sosial. Tidak hanya satu, dua raksasa chatbot AI sekaligus mengalami masalah teknis nan membikin produktivitas banyak orang tersendat sore ini.
Laporan gangguan ini bukan sekadar rumor minor. Berdasarkan pantauan data, terjadi lonjakan laporan nan sangat tajam dari para pengguna nan mencoba mengakses jasa OpenAI. Situasi ini diperparah dengan kebenaran bahwa pesaing terdekatnya, Claude dari Anthropic, juga mengalami nasib serupa di hari nan sama. Bagi Anda nan sangat berjuntai pada kepintaran buatan untuk pekerjaan sehari-hari, hari ini mungkin terasa sedikit lebih lambat dari biasanya.
Gangguan jasa digital memang perihal nan lumrah, namun ketika dua platform generatif AI terbesar di bumi mengalami masalah dalam waktu nan berdekatan, tentu ini menjadi sorotan serius. OpenAI sendiri bergerak sigap dengan mengeluarkan pembaruan status tak lama setelah laporan mulai membanjir, mengakui adanya masalah pada sistem mereka.
Lonjakan Laporan dan Respon OpenAI
Masalah ini mulai terdeteksi secara luas pada sore hari ini. Situs pemantau jasa digital, Down Detector, mencatat lonjakan laporan nan mencapai lebih dari 12.000 keluhan pada titik puncak kejadian tersebut. Angka ini merepresentasikan jumlah pengguna nan mengalami kesulitan nyata saat mencoba berinteraksi dengan chatbot, baik melalui aplikasi maupun web.
Menanggapi situasi nan memanas, OpenAI segera merilis pembaruan status resmi. Perusahaan nan dipimpin Sam Altman ini mencatat bahwa terjadi “tingkat kesalahan nan meningkat” (elevated error rates) nan berakibat pada pengguna ChatGPT dan Platform mereka. Istilah teknis ini pada dasarnya mengonfirmasi bahwa permintaan pengguna kandas diproses oleh server dengan semestinya.
Kabar baiknya, tim teknis OpenAI tampaknya bekerja cukup efisien. Masalah utama pada antarmuka pengguna ditandai sebagai “terselesaikan” pada pukul 5:14 PM ET (Waktu Timur). Namun, meskipun jasa utama mungkin sudah pulih bagi sebagian besar pengguna, drama teknis ini belum sepenuhnya berakhir. OpenAI tetap membiarkan peringatan status aktif, nan mengindikasikan bahwa perbaikan belum tuntas 100 persen.
Di tengah pemulihan ini, obrolan mengenai stabilitas AI terus bergulir, apalagi di saat rumor lain seperti Iklan ChatGPT sedang hangat dibicarakan. Fokus perbaikan saat ini tertuju pada komponen nan lebih spesifik dan teknis.
Sisa Masalah pada API dan Nasib Claude
Meskipun pengguna umum mungkin sudah bisa bernapas lega, para developer nan menggunakan jasa API OpenAI tetap kudu bersabar. Peringatan status aktif nan tersisa dikhususkan untuk komponen fine-tuning dari jasa API mereka. Ini adalah fitur krusial bagi perusahaan alias developer nan melatih model AI dengan info spesifik mereka sendiri.
Namun, akhir dari masalah ini tampaknya sudah di depan mata. Dalam pernyataan terbarunya, perusahaan menyatakan, “Kami telah menerapkan mitigasi dan sedang memantau pemulihannya.” Kalimat ini memberikan sinyal positif bahwa stabilitas penuh bakal segera tercapai dalam waktu dekat, terlepas dari beragam kontroversi lain nan membayangi AI seperti rumor Insiden Fatal nan sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Menariknya, ChatGPT tidak sendirian dalam “mogok kerja” hari ini. Chatbot AI pesaing dari Anthropic, Claude, juga mengalami gangguan layanan. Anthropic melaporkan masalah nan sangat mirip, ialah “Tingkat kesalahan nan meningkat pada API di seluruh model Claude.”
Bedanya, tim Anthropic tampaknya sukses menanggulangi masalah mereka lebih cepat. Status gangguan pada Claude dinyatakan telah terselesaikan pada pukul 1 PM ET, jauh sebelum OpenAI menuntaskan masalah utamanya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa prasarana kepintaran buatan, secanggih apapun, tetaplah sistem nan rentan terhadap gangguan teknis sewaktu-waktu. Bagi pengguna, diversifikasi perangkat bantu kerja mungkin menjadi solusi bijak agar tidak lumpuh total saat salah satu jasa mengalami downtime.