Dengkul Terasa Sakit Setelah Naik Motor Lama? Ini Penyebabnya!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Siapa nan belum pernah merasakan dengkul terasa sakit setelah naik motor berjam-jam?

Rasanya bisa beragam — dengkul terasa sakit saat berjalan, susah berdiri tegak, alias dengkul nyeri saat ditekuk begitu turun dari motor.

Banyak orang menganggap ini hanya pegal biasa nan bakal lenyap sendiri setelah istirahat. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, nyeri dengkul seperti ini bisa jadi tanda bahwa ada sesuatu nan tidak beres di dalam sendi lutut.

Artikel ini menjelaskan secara komplit kenapa dengkul sakit setelah naik motor bisa terjadi, apa saja gejalanya nan perlu diwaspadai, dan apa nan bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Apa Sebenarnya nan Ada di Dalam Lutut?

Sebelum membahas penyebabnya, ada baiknya mengenal dulu bagian-bagian nan menyusun sendi lutut.

Lutut bukan sekadar “engsel” biasa — ini adalah sendi nan cukup rumit dan menanggung beban tubuh nyaris sepanjang hari.

Sendi dengkul terbentuk dari tiga tulang nan saling bertemu, ialah tulang paha (Femur), tulang kering (Tibia), dan tempurung dengkul (Patella).

Agar tulang-tulang ini tidak bersenggolan langsung satu sama lain, ada lapisan tulang rawan nan melapisi permukaannya.

Ada juga meniskus, ialah alas berbentuk separuh lingkaran nan tugasnya meredam tumbukan setiap kali kaki menapak alias menekuk.

Supaya dengkul tetap stabil saat bergerak, ada tali-tali kuat nan disebut ligamen dengkul — termasuk Ligamen ACL dan PCL nan ada di bagian dalam sendi.

Semua bagian ini “dimandikan” oleh cairan sinovial, ialah cairan pelumas alami nan membikin dengkul bisa bergerak mulus tanpa gesekan berlebih.

Kalau salah satu dari bagian ini mengalami tekanan terlalu besar, peradangan (inflamasi), alias kerusakan, maka rasa nyeri lutut pun bakal muncul.

Kenapa Dengkul Sakit Setelah Naik Motor?

Ada beberapa argumen kenapa dengkul terasa sakit setelah berkendara dalam waktu lama.

Ini bukan lantaran dengkul Anda lemah, melainkan lantaran ada kondisi tertentu saat berkendara nan memang membebani sendi dengkul secara berulang.

1. Lutut Ditekuk Terus Selama Berjam-jam

Saat naik motor, posisi dengkul nyaris tidak berubah — separuh menekuk dari awal sampai akhir perjalanan.

Bayangkan Anda menggantung tangan dalam satu posisi selama tiga jam; otot dan sendi tentu bakal protes.

Memahami sistem kerja sendi dengkul saat berkendara membantu menjelaskan kenapa ini terjadi: tekanan terus-menerus antara tempurung dengkul (Patella) dan tulang paha (Femur) tanpa jarak membikin sendi mengalami apa nan disebut overuse injury pada sendi dengkul — ialah cedera akibat pemakaian berlebihan nan terjadi secara perlahan.

2. Posisi Duduk di Motor nan Tidak Pas

Ternyata posisi duduk motor bikin dengkul sakit juga merupakan penyebab nan sering diabaikan.

Penyebab dengkul sakit saat naik motor lama ini berasal dari posisi duduk nan tidak sesuai dengan tubuh pengendara.

Kalau jarak antara jok dan injakan kaki terlalu dekat, dengkul bakal terlipat terlalu tajam. Kalau terlalu jauh, otot paha kudu bekerja lebih keras dari seharusnya.

Ketidaksesuaian posisi ini membikin beban tidak terbagi merata di sendi lutut, dan lama-kelamaan bisa menyebabkan nyeri di sekitar tempurung dengkul nan dikenal sebagai sindrom patellofemoral.

3. Aliran Darah ke Lutut Jadi Terhambat

Efek terlalu lama menekuk dengkul saat berkendara tidak hanya terasa di sendinya saja — aliran darah ke area dengkul pun ikut terganggu.

Kurangnya sirkulasi darah saat duduk terlalu lama menyebabkan otot-otot di sekitar dengkul kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi.

Akibatnya, otot jadi kaku dan tidak lentur. Inilah kenapa dengkul kaku setelah perjalanan jauh naik motor sangat umum terjadi.

Otot nan kaku itu kemudian menarik tendon dan ligamen secara tidak normal, dan di situlah rasa nyeri muncul.

4. Guncangan Jalan Diserap oleh Lutut

Setiap kali motor melewati jalan rusak alias bergelombang, getaran dari jalan diteruskan ke rangka motor, lampau ke tubuh pengendara.

Dampak getaran motor terhadap sendi dengkul bisa cukup signifikan jika terjadi berulang kali.

Apalagi jika shockbreaker motor sudah tidak berfaedah dengan baik — pengaruh shockbreaker terhadap nyeri dengkul memang nyata.

Shockbreaker nan sudah lemah tidak bisa lagi meredam guncangan, sehingga dengkul lah nan “menerima” semua tumbukan itu.

5. Cedera Kecil nan Menumpuk

Satu perjalanan jauh mungkin tidak langsung merusak lutut.

Tapi jika dilakukan terus-menerus tanpa pemanasan alias peregangan, setiap sesi berkendara meninggalkan kerusakan mini pada jaringan di lutut.

Lama-kelamaan, kerusakan mini ini menumpuk dan memicu peradangan.

Kondisi ini bisa berkembang menjadi tendinitis patella (radang pada urat di bawah tempurung lutut) alias bursitis (radang pada kantung cairan pelumas di sekitar sendi).

Gejala Apa Saja nan Harus Diperhatikan?

Tidak semua rasa tidak nyaman di dengkul itu sama. Gejala nan muncul bisa membantu mengenali seberapa serius kondisi nan sedang terjadi.

  • Dengkul nyeri saat ditekuk setelah riding biasanya menandakan ada tekanan berlebih pada sendi alias ada masalah pada alas meniskus. Secara umum, dengkul terasa nyeri seperti ini adalah sinyal awal nan tidak boleh diabaikan.
  • Dengkul terasa panas setelah berkendara lama adalah tanda bahwa peradangan sedang aktif di dalam sendi.
  • Lutut bengkak setelah touring motor menunjukkan bahwa tubuh sedang “melawan” iritasi dengan memproduksi lebih banyak cairan di dalam sendi, sehingga dengkul terasa penuh dan berat.

Lalu, gimana perbedaan pegal biasa dan cedera dengkul nan lebih serius? Pegal biasa biasanya terasa menyebar di area otot, tidak terlokalisasi di satu titik, dan lenyap dalam satu sampai dua hari.

Sedangkan cedera dengkul rasanya lebih tajam, tepat di bagian sendi, dan sering disertai bengkak, kaku nan tidak kunjung reda, alias rasa seperti dengkul “mau copot” saat berdiri.

Cara mudah memahami perbedaan nyeri otot dan nyeri sendi: nyeri otot terasa seperti pegal alias kencang nan menyebar di area nan luas.

Nyeri sendi terasa lebih dalam, lebih tajam, dan terpusat tepat di titik sendi, sering kali disertai bengkak alias aktivitas nan jadi terbatas.

Lutut Sakit Gejala Apa? Bisa Jadi Lebih dari Sekadar Pegal

Kalau dengkul sakit berjalan lebih dari beberapa hari, wajar jika muncul pertanyaan: dengkul sakit ini indikasi apa sebenarnya?

Nyeri dengkul pada pengendara motor memang paling sering disebabkan oleh overuse alias posisi duduk nan kurang tepat. Tapi dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi tanda awal kondisi medis tertentu.

Misalnya, apakah dengkul sakit tanda radang sendi? Bisa jadi.

Radang sendi ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kaku nan tidak hilang-hilang, terutama terasa sangat berat di pagi hari begitu bangun tidur. Berbeda dengan nyeri nan hanya muncul setelah aktivitas fisik.

Ada juga pertanyaan nan sering muncul: dengkul sakit apakah indikasi osteoarthritis? Osteoarthritis adalah kondisi di mana lapisan pelindung tulang rawan di dalam sendi aus seiring bertambahnya usia.

Nyerinya biasanya memburuk saat beraktivitas, sendi terasa kaku setelah duduk alias rebahan lama, dan sering terdengar bunyi “krek” saat dengkul digerakkan.

Kondisi ini lebih umum terjadi pada pengendara nan sudah berumur di atas 40 tahun.

Mengatasi Dengkul Terasa Sakit Setelah Naik Motor

Kabar baiknya, ada cukup banyak perihal nan bisa dilakukan untuk meredakan nyeri dan membantu dengkul pulih lebih cepat.

Istirahatkan Lutut dan Gunakan Kompres

Langkah pertama nan paling krusial adalah memberi dengkul waktu untuk istirahat. Hindari dulu aktivitas nan membebani lutut, seperti berlari, jongkok lama, alias naik-turun tangga terus-menerus.

Untuk langkah mengatasi dengkul sakit saat melangkah maupun langkah mengatasi dengkul sakit saat berdiri, kompres bisa sangat membantu. Pilihan antara kompres dingin alias hangat untuk dengkul sakit tergantung kapan nyeri itu muncul.

Dalam 48 jam pertama setelah nyeri timbul, gunakan kompres dingin (es nan dibungkus kain) selama 15-20 menit.

Dinginnya bakal membantu mengurangi bengkak dan memperlambat peradangan. Setelah 48 jam, beranjak ke kompres hangat untuk melancarkan aliran darah dan mengendurkan otot nan tegang.

Obat Pereda Nyeri

Sebagai pilihan jangka pendek, obat dengkul sakit setelah perjalanan jauh nan bisa dibeli bebas di toko obat — seperti NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) seperti ibuprofen alias naproxen — dapat membantu meredakan nyeri sekaligus mengurangi peradangan.

Namun, jangan dipakai terlalu lama tanpa berkonsultasi dengan dokter, lantaran pemakaian jangka panjang bisa menimbulkan pengaruh samping pada lambung.

Latihan untuk Memperkuat Lutut

Ini bagian nan sering dilewatkan, padahal sangat penting. Latihan untuk dengkul sakit lantaran naik motor tidak berfaedah langsung olahraga berat — justru sebaliknya.

Mulailah dengan aktivitas ringan nan melatih otot paha depan dan otot paha belakang, lantaran kedua otot ini adalah “pelindung alami” sendi lutut.

Gerakan seperti mengangkat kaki saat berbaring, menekuk dengkul perlahan sembari duduk, alias berdiri menempel di tembok sudah cukup efektif jika dilakukan rutin.

Lakukan juga peregangan otot paha dan betis setiap selesai berkendara agar dengkul tidak langsung kaku.

Tips Menghindari Dengkul Terasa Sakit Saat Touring

Mencegah selalu jauh lebih mudah daripada mengobati. Berikut beberapa tips touring sehat tanpa cedera nan bisa langsung diterapkan sebagai pencegahan cedera dengkul pada pengendara motor.

1. Atur posisi ergonomis saat mengendarai motor

Posisi ergonomis saat mengendarai motor sangat berpengaruh terhadap kesehatan dengkul jangka panjang. Perhatikan postur tubuh secara keseluruhan:

  • Pastikan punggung tidak membungkuk
  • Atur posisi kaki saat berkendara agar dengkul sedikit menekuk, tidak terlipat terlalu dalam
  • Sesuaikan posisi jok alias injakan kaki agar tubuh lebih nyaman selama perjalanan panjang.

2. Berhenti dan gerakkan kaki setiap 1-2 jam

Jangan memaksakan diri berkendara terus-menerus. Setiap satu hingga dua jam, berhentilah sejenak, turun dari motor, jalan-jalan sebentar, dan regangkan kaki.

Gerakan sederhana ini sudah cukup membantu melancarkan aliran darah dan mencegah sendi kaku.

3. Pakai pelindung lutut

Selain melindungi dari tumbukan saat terjatuh, pelindung dengkul juga memberikan support ekstra pada sendi selama perjalanan jauh.

4. Cek kondisi shockbreaker secara rutin

Suspensi motor nan baik adalah perlindungan pertama bagi sendi Anda dari guncangan jalan. Kalau shockbreaker sudah mulai lemah, segera tukar sebelum sendi dengkul nan menanggung akibatnya.

Bahaya Kalau Dibiarkan Terus

Banyak orang baru ke master jika sakitnya sudah tidak tertahankan. Padahal, akibat jangka panjang jika diabaikan sangat nyata dan tidak boleh disepelekan.

Tekanan nan terus berulang tanpa pemulihan nan cukup bisa mempercepat kerusakan tulang rawan di dalam sendi.

Kalau tulang rawan sudah aus, akibat terkena osteoarthritis — kondisi di mana tulang-tulang sendi bersenggolan langsung — menjadi jauh lebih tinggi.

Kerusakan pada ligamen dan meniskus juga bisa terjadi, dan ini bisa berakibat besar pada keahlian melangkah dan beraktivitas sehari-hari.

Kapan Harus ke Dokter dan Apa Saja Pilihan Pengobatannya?

Kalau nyeri dengkul tidak membaik setelah beberapa hari istirahat, alias justru semakin parah, disertai bengkak nan jelas, terasa seperti dengkul tidak stabil, alias aktivitas dengkul sangat terbatas — segera periksakan ke master ahli tulang alias ortopedi.

Dokter kemungkinan bakal menyarankan fisioterapi, ialah program latihan terstruktur dengan pedoman terapis untuk memperkuat otot dan memperbaiki langkah sendi bekerja.

Untuk kondisi nan lebih berat, ada beberapa pilihan pengobatan medis lanjutan nan tersedia:

  • Viskosuplementasi — master menyuntikkan cairan unik (asam hialuronat) langsung ke dalam sendi untuk menggantikan kegunaan cairan pelumas alami nan sudah berkurang. Hasilnya, sendi bisa bergerak lebih lancar dan nyeri berkurang.
  • PRP alias Platelet Rich Plasma — darah pasien diambil, diolah untuk memisahkan bagian nan kaya trombosit, lampau disuntikkan kembali ke area sendi nan bermasalah. Trombosit ini membantu merangsang pengobatan jaringan nan rusak secara alami.
  • Terapi secretome dan terapi stem cell — pendekatan regeneratif nan lebih mutakhir, bermaksud memperbaiki jaringan sendi nan sudah mengalami kerusakan dari dalam.
  • Radiofrekuensi ablasi — prosedur di mana master menggunakan gelombang radio untuk “memutus” sinyal nyeri dari saraf mini di sekitar lutut, sehingga rasa sakit nan dirasakan bisa berkurang secara signifikan.

Kesimpulan tentang Dengkul Terasa Sakit

Dengkul terasa sakit setelah naik motor terlalu lama memang sering dianggap sepele.

Tapi di kembali rasa nan terasa seperti pegal biasa, bisa jadi ada proses peradangan alias kerusakan jaringan nan sedang melangkah diam-diam.

Memahami penyebab dengkul sakit saat naik motor lama — mulai dari posisi duduk nan tidak pas, sirkulasi darah nan terganggu, guncangan dari jalan, hingga penggunaan sendi nan berlebihan — adalah kunci untuk mengambil langkah nan tepat sejak dini.

Dengan menerapkan kebiasaan berkendara nan lebih sehat, melakukan penanganan awal saat indikasi pertama muncul, dan tidak menunda ke master ketika nyeri tak kunjung reda, kesehatan sendi dengkul bisa terjaga untuk jangka panjang.

Karena dengkul nan sehat bukan hanya soal bisa naik motor — tapi soal bisa menjalani hidup sehari-hari dengan nyaman dan bebas dari rasa sakit.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Dengkul Terasa Sakit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik dengkul terasa sakit.

Kenapa dengkul terasa sakit setelah naik motor dalam waktu lama?

Karena dengkul berada dalam posisi separuh menekuk nyaris tanpa perubahan selama berjam-jam.

Kondisi ini membebani sendi dengkul secara berulang, menghalang aliran darah ke area lutut, dan lama-kelamaan memicu peradangan pada jaringan di sekitar sendi.

Apa perbedaan antara pegal biasa dan cedera lutut?

Pegal biasa terasa menyebar di area otot nan luas dan biasanya lenyap dalam satu hingga dua hari.

Cedera dengkul terasa lebih tajam dan terpusat langsung di titik sendi, sering disertai bengkak, kaku nan tidak kunjung reda, alias rasa tidak stabil saat berdiri.

Apa nan kudu dilakukan pertama kali saat dengkul terasa sakit setelah berkendara?

Istirahatkan dengkul dari aktivitas nan membebaninya, lampau gunakan kompres dingin dalam 48 jam pertama untuk mengurangi bengkak dan peradangan.

Setelah 48 jam, beranjak ke kompres hangat untuk melancarkan aliran darah dan mengendurkan otot nan tegang.

Bagaimana langkah mencegah dengkul sakit saat touring jarak jauh?

Ada beberapa langkah nan bisa Anda terapkan yaitu:

  • Atur posisi duduk agar dengkul tidak terlipat terlalu tajam
  • Berhenti setiap satu hingga dua jam untuk meregangkan kaki
  • Gunakan pelindung lutut
  • Pastikan shockbreaker motor dalam kondisi baik agar guncangan jalan tidak langsung diserap oleh sendi lutut.

Selengkapnya