Pernah merasa kaku pada bahu dan susah digerakkan? Hati-hati ya, lantaran bisa jadi ini adalah indikasi dari frozen shoulder. Apa sih frozen shoulder itu?
Frozen shoulder alias dalam istilah medisnya ialah adhesive capsulities merupakan kondisi nan terjadi akibat peradangan pada kapsul sendi nan membentuk jaringan parut.
Akibatnya, Anda jadi susah mengangkat alias memutar lengan lantaran rasa nyeri dan kaku di sekitar bahu. Lantas, apakah kondisi ini bisa ditangani? Berikut penjelasannya.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master ahli di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri dengkul dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Penyebab Frozen Shoulder

Ada dua aspek nan bisa menyebabkan frozen shoulder, ialah primer (tidak diketahui penyebabnya) dan sekunder (dari kondisi lainnya). Penyebab umumnya antara lain karena:
- Memiliki riwayat cedera sebelumnya, seperti cedera tendon rotator cuff (robeknya otot di sendi bahu)
- Pernah menjalani operasi sendi bahu
- Patah tulang di sekitar bahu sehingga mengakibatkan imobilisasi pada bahu lantaran tidak digerakkan dalam waktu cukup lama
Beberapa perihal juga bisa meningkatkan akibat terkena penyakit ini, yaitu:
- Penderita kencing manis
- Penderita kelainan kelenjar tiroid (hipertiroid)
- Berjenis kelamin perempuan
- Berusia lebih dari 40 tahun
- Adanya penyakit penyerta lain seperti stroke dan autoimun.


Waspadai Gejalanya
Pada umumnya, gejala frozen shoulder akan menyebabkan penderitanya kesulitan dalam melakukan gerakan. Berikut gejalanya:
- Rasa nyeri di sekitar bahu
- Kekakuan pada bahu nan lama kelamaan semakin terasa
- Bahu terasa berat dan sakit saat kita bakal memutarnya
- Sulit mengangkat lengan lantaran rasa nyeri pada sendi bahu
Beberapa kondisi juga bisa memicu rasa nyeri, seperti ketika Anda mau menyisir rambut, mengenakan baju, menggaruk kepala alias punggung, dan mengambil peralatan di tempat tinggi.
Baca juga: Sering Alami Nyeri Bahu Hingga Terasa Kaku? Yuk, Kenali Penyebabnya!
Fase Gejala Frozen Shoulder
Image source: Singapore Medical Journal
Gejala frozen shoulder biasanya berkembang secara perlahan dalam tiga tahapan. Pada setiap fase, umumnya juga berjalan selama beberapa bulan. Berikut tahapannya:
- Fase 1 (freezing phase): Pada fase ini Anda bakal merasakan nyeri dahsyat pada area bahu dan sekitarnya. Kondisi ini bakal terasa secara intens dan bertambah jelek di malam hari. Biasanya secara perlahan rasa kaku juga muncul dan berjalan selama 2 hingga 9 bulan
- Fase 2 (frozen phase): Nyeri bakal sedikit berkurang, namun kekakuan semakin parah dan aktivitas bahu bakal semakin terbatas. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari lantaran kesulitan menggerakkan bahu. Fase ini berjalan sekitar 4 sampai 12 bulan
- Fase 3 (thawing phase): Rasa nyeri dan kekakuan pada sendi bahu secara perlahan bakal mulai membaik. Pergerakan bahu pun kembali normal dan Anda sedikit demi sedikit mulai bisa beraktivitas kembali. Biasanya, thawing atau recovery phase ini berjalan selama 5 sampai 24 bulan.


Diagnosis dan Penanganan
Langkah pertama untuk mendiagnosis frozen shoulder yaitu dengan memandang riwayat medis dan melakukan pemeriksaan bentuk secara komprehensif.
Pemeriksaan bentuk bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan nyeri dan jangkauan mobilitas bahu nan terdampak.
Selain itu, master mungkin juga memerlukan pemeriksaan radiologis guna memastikan kondisi nyeri nan Anda derita.
Pada beberapa kasus, master mungkin bakal memberikan obat-obatan antiinflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen alias aspirin untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri.
Namun, jika nyeri tak kunjung hilang, maka ada pengobatan lainnya ialah dengan terapi injeksi kortikosteroid ke area bahu nan terkena.
Penanganan lainnya ialah dengan radiofrekuensi ablasi. Prosedur ini bermaksud untuk menghalang sinyal nyeri dengan memanfaatkan gelombang panas dari radiofrekuensi melalui jarum unik nan dimasukkan ke sendi bahu.
Dengan radiofrekuensi ablasi, Anda tak perlu menjalani operasi, rasa nyeri lenyap dan bahu bisa digerakkan kembali.
Keluhan di bahu seperti frozen shoulder sebaiknya memang tidak diabaikan. Kondisi nan semakin memburuk bisa menimbulkan akibat komplikasi.
Untuk itu, segeralah berkonsultasi dan periksakan diri dengan master ahli kami di Klinik Patella. Anda bisa menghubungi Assistance Center Patella chat via whatsapp ke 0811-8124-2022
Sebagai info tambahan, Klinik Patella berlokasi di Mampang, Jakarta Selatan dan SMC Jakarta Gedung Amanyaak Pluit. Anda bisa langsung datang dengan membikin janji dengan master terlebih dulu melalui nomor kontak nan tertera.
Semoga sehat selalu!


Pertanyaan Seputar Frozen Shoulder
Apa saja indikasi frozen shoulder?
Frozen shoulder ditandai dengan nyeri dan kekakuan pada bahu, nan membikin pergerakan menjadi terbatas.
Nyeri ini umumnya dirasakan di sekitar bahu, lengan atas, dan otot bahu nan mengelilingi bagian atas lengan.
Pada beberapa kasus, rasa sakit bisa semakin parah terutama di malam hari, sehingga mengganggu kenyamanan saat tidur.
Apakah frozen shoulder bisa sembuh tanpa pengobatan?
Frozen shoulder bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi proses pemulihannya bisa berjalan lama, ialah sekitar 18 hingga 30 bulan.
Untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri, terapi bentuk serta latihan aktivitas bahu sangat disarankan.
Jika keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan master untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dokter ahli apa nan menangani frozen shoulder?
Jika mengalami indikasi frozen shoulder, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli ortopedi di Klinik Patella.
Dokter bakal melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pemeriksaan dan menentukan pengobatan nan tepat.
Gejala utama nan perlu diwaspadai meliputi nyeri pada bahu, kekakuan, dan keterbatasan gerakan nan semakin lama semakin memburuk.
Apa itu adhesive capsulitis?
Adhesive capsulitis adalah istilah medis untuk frozen shoulder, ialah kondisi di mana jaringan kapsul sendi bahu mengalami peradangan dan menebal, sehingga menyebabkan nyeri, kekakuan, serta keterbatasan pergerakan bahu.
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti menyisir rambut alias mengenakan pakaian.
Apa penyebab frozen shoulder?
Frozen shoulder dapat terjadi akibat beberapa faktor, seperti:
- Cedera alias imobilisasi bahu dalam waktu lama, misalnya setelah operasi alias patah tulang.
- Penyakit tertentu, seperti diabetes, gangguan tiroid, stroke, alias penyakit autoimun.
- Faktor usia dan jenis kelamin, di mana kondisi ini lebih sering terjadi pada usia 40-60 tahun dan lebih umum dialami oleh wanita dibandingkan pria.

