Golfer’s Elbow: Cek Penyebab Dan Cara Mengobatinya

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pernahkah Anda merasakan nyeri di sisi dalam siku nan tidak kunjung hilang? Bisa jadi itu adalah golfer’s elbow alias siku pegolf. Apa saja penyebab dan langkah mengobatinya?

Banyak orang mengira kondisi ini hanya dialami oleh pemain golf, padahal siapa pun bisa terkena — termasuk tenaga kerja kantoran, tukang, atlet, hingga ibu rumah tangga nan sering melakukan pekerjaan tangan secara berulang.

Artikel ini menjelaskan secara komplit apa penyebab golfer’s elbow alias siku pegolf, siapa saja nan berisiko, gimana langkah mengenalinya, dan apa nan bisa dilakukan untuk mengobatinya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Apa Itu Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf?

Golfer’s elbow adalah kondisi di mana bagian dalam siku terasa nyeri dan meradang.

Rasa sakit ini muncul lantaran tendon — jaringan penghubung antara otot dan tulang — mengalami kerusakan mini akibat terlalu sering digunakan.

Dalam bumi medis, kondisi ini disebut medial epicondylitis. Penyebab medial epicondylitis pada dasarnya sama dengan golfer’s elbow alias siku pegolf, ialah penggunaan berlebihan pada otot dan tendon di sisi dalam siku.

Untuk lebih mudah memahaminya, mari kenali sekilas anatomi siku nan terlibat. Di sisi dalam siku terdapat tonjolan tulang mini nan disebut medial epicondyle humerus.

Di sinilah tendon fleksor melekat, ialah tendon nan menghubungkan otot-otot lengan bawah ke tulang lengan atas.

Otot-otot ini — termasuk otot pronator teres dan otot flexor carpi radialis — bekerja setiap kali Anda menekuk pergelangan tangan, menggenggam sesuatu, alias memutar lengan.

Ketika gerakan-gerakan tersebut dilakukan terlalu sering tanpa jarak nan cukup, terjadilah tarikan berlebihan pada otot lengan bawah nan membikin tendon bisa mengalami robekan kecil-kecil nan disebut mikrotrauma tendon.

Lama-kelamaan, robekan mini ini memicu peradangan tendon, dan itulah nan menimbulkan nyeri siku bagian dalam nan unik pada golfer’s elbow alias siku pegolf.

Kenapa Siku Bagian Dalam Bisa Terasa Sakit?

Pertanyaan paling umum nan muncul adalah: kenapa siku bagian dalam terasa sakit, padahal rasanya tidak pernah cedera?

Jawabannya ada pada sistem cedera akibat overuse, ialah cedera nan terjadi bukan lantaran satu tumbukan keras, melainkan lantaran aktivitas mini nan dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Ini disebut juga repetitif strain injury. Tendon nan terus dibebani tanpa cukup waktu untuk pulih bakal semakin lemah dan mudah meradang. Inilah penyebab nyeri siku bagian dalam nan paling sering terjadi.

Penyebab tendon siku meradang ini tidak selalu terasa dari awal.

Banyak penderita nan baru menyadari ada masalah ketika rasa nyeri sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Nyeri saat menggenggam tas
  • Nyeri saat menekuk pergelangan tangan
  • Nyeri saat berjabat tangan.

Siapa Saja nan Bisa Terkena Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf?

Penyebab golfer’s elbow alias siku pegolf akibat aktivitas berulang bisa datang dari beragam jenis aktivitas. Berikut golongan nan paling sering mengalaminya:

1. Atlet dan Pegolf

Penyebab cedera siku pada pegolf umumnya adalah teknik ayunan nan kurang tepat, khususnya ketika stik menyentuh tanah secara keras.

Melakukan pukulan ratusan kali dengan pegangan nan salah memberikan tekanan besar pada tendon di sisi dalam siku.

Namun, penyebab cedera siku pada atlet tidak terbatas pada golf saja. Penyebab sakit siku lantaran olahraga juga kerap ditemukan pada pemain tenis, badminton, dan baseball.

Cedera olahraga raket seperti tenis dan bulu tangkis dipicu oleh aktivitas servis dan smash nan dilakukan berulang. Baseball pun berisiko melalui aktivitas melempar nan terus-menerus.

Begitu pula angkat beban, nan jika dilakukan dengan teknik nan keliru, dapat membebani tendon fleksor secara berlebihan.

2. Pekerja Kantoran

Penyebab golfer’s elbow alias siku pegolf pada pekerja kantoran sering kali tidak disadari.

Mengetik berjam-jam dengan posisi pergelangan tangan nan tidak pas, ditambah penggunaan mouse secara terus-menerus, rupanya cukup untuk memicu gangguan muskuloskeletal pada siku.

Aktivitas nan terkesan ringan ini, jika dilakukan setiap hari tanpa jarak nan cukup, bisa menjadi sumber cedera akibat pekerjaan (occupational injury) nan nyata.

3. Pekerja Fisik

Tukang, pekerja konstruksi, dan montir termasuk golongan nan paling rentan.

Aktivitas berulang nan melibatkan pergelangan tangan seperti mengencangkan baut, mengangkat material berat, dan menggunakan peralatan tangan secara rutin memberikan beban kerja otot lengan bawah nan tinggi.

Tanpa waktu rehat nan memadai, tendinitis siku bisa berkembang secara perlahan namun pasti.

Faktor Lain nan Meningkatkan Risiko

Selain jenis aktivitas, ada beberapa aspek biomekanik dan kondisi kesehatan nan dapat memperbesar kemungkinan seseorang terkena golfer’s elbow alias siku pegolf.

Risiko degeneratif tendon meningkat seiring bertambahnya usia — pada usia di atas 40 tahun, tendon mulai kehilangan kelenturan dan suplai darahnya berkurang, sehingga proses pengobatan pun melambat.

Faktor akibat lain nan perlu diwaspadai:

  • Merokok — menghalang sirkulasi darah ke jaringan tendon
  • Kelebihan berat badan — menambah beban pada sendi dan tendon
  • Diabetes — memengaruhi kualitas jaringan ikat secara keseluruhan
  • Pekerjaan dengan tuntutan bentuk tinggi setiap harinya
  • Melakukan aktivitas berulang lebih dari dua jam per hari tanpa jarak rehat nan cukup

Apa Bedanya Golfer’s Elbow dengan Tennis Elbow?

Dua kondisi ini sering tertukar lantaran gejalanya mirip. Perbedaan golfer’s elbow dan tennis elbow nan paling mudah diingat adalah letak rasa sakitnya.

Kalau golfer’s elbow alias siku pegolf, nyeri terasa di sisi dalam siku (medial epicondyle). Kalau tennis elbow, nyeri terasa di sisi luar siku (lateral epicondyle).

Perbedaan penyebab golfer’s elbow dan tennis elbow juga terletak pada golongan otot nan terlibat.

Golfer’s elbow alias siku pegolf terjadi lantaran otot-otot nan berfaedah menekuk pergelangan tangan (wrist flexor) terlalu sering digunakan.

Sementara tennis elbow terjadi lantaran otot-otot nan berfaedah meluruskan pergelangan tangan (wrist extensor) nan mengalami overuse.

Meskipun keduanya adalah corak peradangan tendon, penanganannya berbeda lantaran otot nan bermasalah pun berbeda.

Gejala Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf

Gejala golfer’s elbow alias siku pegolf bisa muncul perlahan alias tiba-tiba. Tanda-tanda nan umum dirasakan antara lain:

  • Nyeri siku bagian dalam, kadang menjalar hingga ke lengan bawah
  • Nyeri saat menggenggam benda, terutama nan berat
  • Nyeri saat menekuk pergelangan tangan ke arah dalam
  • Siku terasa kaku, terutama di pagi hari
  • Genggaman tangan terasa lebih lemah dari biasanya
  • Pada beberapa kasus, muncul rasa kesemutan alias meninggal rasa di jari manis dan kelingking akibat iritasi pada saraf di sekitar area nan meradang

Jangan tunggu sampai indikasi makin parah. Inflamasi nan dibiarkan terlalu lama bisa berkembang menjadi kondisi kronis nan jauh lebih susah ditangani.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf?

Kabar baiknya, pemeriksaan golfer’s elbow alias siku pegolf tidak selalu memerlukan pemeriksaan nan rumit.

Prosedur pemeriksaan umumnya dimulai dengan pemeriksaan bentuk nan sudah cukup untuk menegakkan pemeriksaan pada sebagian besar kasus.

Dokter bakal menekan area medial epicondyle untuk mencari titik nyeri, lampau meminta pasien melawan tekanan saat menekuk pergelangan tangan.

Jika aktivitas itu memperburuk rasa sakit, kemungkinan besar diagnosa mengarah ke golfer’s elbow alias siku pegolf.

Untuk kasus nan lebih kompleks, master dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan.

  • USG muskuloskeletal digunakan untuk memandang kondisi tendon secara langsung dan mendeteksi apakah ada robekan alias tanda kerusakan lainnya.
  • MRI dipilih ketika dibutuhkan gambaran nan lebih mendetail, misalnya ketika indikasi tidak kunjung membaik alias dicurigai ada masalah lain nan menyertai.

Cara Mengobati Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf

Penyebab golfer’s elbow alias siku pegolf dan langkah mengatasinya saling berkaitan.

Semakin awal ditangani, semakin besar kesempatan untuk pulih tanpa perlu tindakan medis nan invasif.

Berikut pilihan pengobatan dari nan paling ringan hingga nan lebih intensif:

1. Istirahat dan Ubah Kebiasaan

Langkah pertama dan paling krusial adalah beri waktu tendon untuk pulih. Kurangi alias hentikan sementara aktivitas nan memicu nyeri.

Ini adalah kunci utama dalam menangani overuse injury — tanpa istirahat, tendon tidak punya kesempatan untuk sembuh.

Bila perlu, ubah teknik kerja alias olahraga agar beban pada siku berkurang.

2. Terapi Fisik

Fisioterapis bakal merancang program latihan unik untuk memperkuat otot lengan bawah dan meningkatkan kelenturan tendon.

Latihan ini membantu memperbaiki aspek biomekanik nan menjadi akar masalah, sehingga cedera tidak mudah kambuh.

3. Obat Pereda Nyeri dan Anti-Radang

Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dapat membantu meredakan inflamasi dan nyeri siku bagian dalam pada fase akut.

Namun, penggunaannya kudu sesuai rekomendasi master — jangan dikonsumsi sembarangan dalam jangka panjang.

4. Penyangga Siku (Brace)

Alat penyangga siku membantu mengurangi tekanan pada tendon fleksor saat beraktivitas.

Ini sangat praktis bagi pekerja kantoran dan siapa pun nan kudu tetap menggunakan tangan meski sedang dalam proses pemulihan.

5. Suntikan Kortikosteroid

Bila nyeri tidak membaik dengan cara-cara di atas, master dapat memberikan suntikan kortikosteroid langsung ke area nan meradang.

Tindakan ini efektif untuk menekan peradangan tendon nan sudah cukup parah, namun tidak disarankan sebagai pilihan pertama.

6. Terapi Gelombang Kejut (ESWT)

Terapi gelombang kejut alias Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) bekerja dengan merangsang proses pengobatan alami tendon dari dalam.

Pilihan ini cocok untuk kasus kronis nan sudah berjalan berbulan-bulan dan tidak merespons pengobatan konservatif.

7. Operasi

Operasi adalah pilihan terakhir nan baru dipertimbangkan jika semua metode di atas sudah dicoba namun tidak memberikan hasil nan memadai.

Tujuannya adalah mengangkat jaringan tendon nan rusak dan memperbaiki kerusakan nan tidak bisa sembuh sendiri.

Tips Mencegah Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf

Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana nan bisa dilakukan:

  • Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga alias bekerja fisik
  • Gunakan teknik nan betul dalam setiap aktivitas, mulai dari golf, tenis, badminton, baseball, hingga pekerjaan rumah tangga
  • Ambil jarak rehat secara rutin, terutama jika pekerjaan Anda melibatkan aktivitas tangan nan berulang
  • Latih kekuatan otot lengan bawah secara teratur sebagai corak pencegahan
  • Perhatikan posisi kerja — pastikan pergelangan tangan berada pada posisi netral saat mengetik alias bekerja

Kesimpulan tentang Penyebab Golfer’s Elbow alias Siku Pegolf

Golfer’s elbow alias siku pegolf bukan hanya masalah para pegolf. Siapa pun nan sering menggerakkan pergelangan tangan secara berulang — baik atlet, pekerja kantoran, tukang, montir, maupun pekerja bangunan — mempunyai akibat mengalaminya.

Kondisi ini terjadi lantaran tendon fleksor di sisi dalam siku mengalami mikrotrauma akibat overuse, nan kemudian memicu peradangan tendon di area medial epicondyle humerus.

Memahami apa penyebab golfer’s elbow dari beragam sisi — mulai dari penyebab cedera siku pada pegolf, penyebab cedera siku pada atlet, penyebab golfer’s elbow alias siku pegolf pada pekerja kantoran, hingga cedera akibat pekerjaan — adalah langkah awal nan penting.

Mengenali perbedaan golfer’s elbow dan tennis elbow pun membantu agar penanganannya tidak keliru.

Dengan pemeriksaan nan tepat melalui pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan USG muskuloskeletal alias MRI, sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya.

Yang terpenting, jangan tunda penanganan. Semakin sigap ditangani, semakin besar kesempatan untuk kembali beraktivitas tanpa rasa sakit.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Golfer’s Elbow

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik penyebab Golfer’s Elbow:

Apa itu golfer’s elbow dan apa penyebabnya? 

Golfer’s elbow adalah peradangan pada tendon di sisi dalam siku akibat penggunaan otot lengan bawah nan berlebihan secara berulang.

Kondisi ini bukan hanya dialami pegolf, tetapi siapa pun nan sering melakukan aktivitas menggenggam, menekuk, alias memutar pergelangan tangan dalam jangka panjang.

Apakah golfer’s elbow hanya menyerang atlet alias pemain golf saja? 

Tidak. Selain atlet bagian olahraga seperti golf, tenis, badminton, dan baseball, golfer’s elbow juga kerap dialami:

  • Pekerja kantoran nan banyak mengetik
  • Pekerja bentuk seperti tukang, montir, dan pekerja bangunan nan rutin menggunakan tangan untuk pekerjaan berulang.

Apa perbedaan golfer’s elbow dengan tennis elbow?

Perbedaan utamanya ada pada letak nyeri. Golfer’s elbow menyebabkan nyeri di sisi dalam siku (medial epicondyle), sedangkan tennis elbow menyebabkan nyeri di sisi luar siku (lateral epicondyle).

Keduanya sama-sama dipicu oleh aktivitas berulang, namun melibatkan golongan otot nan berbeda.

Bagaimana langkah mengobati golfer’s elbow? 

Sebagian besar kasus dapat ditangani secara konservatif, dimulai dari rehat dan modifikasi aktivitas, terapi fisik, penggunaan brace, hingga obat anti-inflamasi.

Untuk kasus nan lebih berat, master dapat merekomendasikan suntikan kortikosteroid alias terapi gelombang kejut (ESWT). Operasi hanya dilakukan jika semua metode tersebut tidak berhasil.

Selengkapnya