Google Chrome Uji Fitur Baru Yang Berpotensi Memperlambat Booting Windows 11/10

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Sebuah berita menarik datang dari Google, di mana mereka tampaknya tengah mengembangkan sebuah fitur baru di Chrome nan memungkinkan browser tersebut untuk melangkah otomatis segera setelah Windows dinyalakan.

Baca Juga : Bug Microsoft Edge di Linux – Copilot Chat Tidak Bisa di Hide dan Tombol Workspace Tumpang Tindih

Untuk saat ini, fitur tersebut baru tersedia dan baru ditemukan di build Google Chrome Canary terbaru, dan datang dalam corak toggle di pengaturan Chrome dengan label “Launch Chrome when my computer starts”.

Nah fitur ini sendiri kabarnya telah dikembangkan oleh tim Chromium sejak bulan Oktober alias November tahun lampau dengan kode kForegroundLaunchOnLogin, dan sesuai namanya, fitur ini dirancang untuk menjalankan Chrome sebagai foreground process.

Bagi nan belum tahu, Foreground Process dan Background Process adalah dua jenis proses nan melangkah di sistem operasi (seperti Windows, macOS, alias Linux), dan perbedaannya sangat signifikan dalam perihal hubungan dengan pengguna serta alokasi sumber daya sistem. Intinya, dengan background process, Chrome bisa memuat dengan prioritas rendah, membiarkan Windows menyelesaikan booting dulu, baru kemudian siap saat pengguna butuhkan. Dampaknya mini dan ini sudah melangkah mirip di Microsoft Edge di Windows dengan fitur Microsoft Edge Elevation Service-nya.

Sementara jika melangkah dalam corak foreground process, Chrome bakal bersaing langsung dengan proses inti Windows untuk mendapatkan CPU dan RAM sejak detik-detik pertama, dan untuk sistem berspesifikasi rendah, jelas ini bakal membikin proses startup makin berat.

Lalu apa nan kudu pengguna lakukan?

Jika suatu saat kelak fitur ini sudah dirilis di Google Chrome, pengguna mungkin disarankan untuk tetap membikin fitur ini nonaktif, selain jika perangkat sudah menggunakan spesifikasi nan mumpuni, minimal SSD dan menggunakan processor quad-core alias diatasnya.

Baca Juga : Windows 11 Kini Mendukung Format .webp Sebagai Desktop Wallpaper

Tapi apakah bakal ada perubahan? mari kita tunggu kelak lantaran fitur ini tetap dalam pengetesan di Google Chrome Canary nan bisa saja bakal berubah seiring berjalannya waktu. Selain itu kemungkinan fitur ini juga bakal nonaktif secara default agar tetap mempertahankan kenyamanan pengguna.

Tapi gimana menurutmu guys? komen dibawah.

Via : Leopeva64


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya