Kabar Baik, Ai Di Windows 11 Bakal Dikurangi Dan Disederhanakan!

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Sebuah berita baik dari Microsoft datang untuk pengguna nan sempat mengeluhkan banyaknya fitur AI nan dipaksakan datang di Windows 11 hingga akhirnya muncul ungkapan “Microslop” sebagai cemoohan kepada Microsoft itu sendiri.

Baca Juga : Microsoft Akhirnya Dengarkan Keluhan Pengguna: Janjikan Perbaikan ‘Pain Points’ Windows 11 di 2026

Nah mengenai perihal tersebut, berasas info dari Windows Central, Microsoft sekarang dilaporkan bakal menarik kembali pendekatan “AI everywhere” nan dinilai memaksa dengan menyederhanakan alias apalagi menghapus beberapa integrasi Copilot nan tidak perlu.

Baca Juga : Ancaman Privasi Belum Selesai — Recall Masih Simpan Data Sensitif

Langkah ini sendiri tentunya merupakan respon atas kritik pengguna nan makin hari makin membesar, mulai dari Windows Recall nan bikin gempar tahun lalu, hingga fitur integrasi Copilot nan muncul di mana-mana nan tentu membikin pengguna merasa seperti “diawasi” lantaran beragam telemetry nan dianggap mengganggu.

Mulai dari Notepad nan punya fitur Copilot, Paint apalagi hingga File Explorer nan implementasinya justru dinilai dipaksakan dan tidak relevan tentunya membikin publik kecewa.

Evaluasi Microsoft

Nah menurut info dari Windows Central, Microsoft sekarang sedang melakukan pertimbangan ulang bakal strategi AI-nya dengan beberapa perubahan nan bakal dipertimbangkan mencakup :

  1. Review Integrasi Copilot: Fitur Copilot di aplikasi seperti Notepad dan Paint sedang ditinjau ulang. Kemungkinannya, integrasi ini bakal dihapus alias setidaknya “dilepaskan” dari branding Copilot untuk pengalaman nan lebih ringkas.
  2. Pause Tombol Baru: Microsoft dikabarkan menghentikan sementara penambahan tombol Copilot baru di aplikasi bawaan, setidaknya untuk saat ini. Ke depannya, penempatan fitur AI bakal lebih bijak dan terukur.
  3. Masa Depan Recall: Fitur Recall yang kontroversial dianggap telah “gagal” dalam implementasinya saat ini. Microsoft dikabarkan tidak bakal membuang konsepnya sepenuhnya, tetapi mungkin mengembangkannya ulang dengan pendekatan berbeda, apalagi berpotensi mengganti namanya.
  4. Fokus pada Fitur Bermakna: Perusahaan mau beranjak dari “AI di mana-mana” ke “AI nan berguna”. Mereka bakal lebih berhati-hati dalam menempatkan AI, memastikan fitur tersebut betul-betul menyelesaikan masalah pengguna.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua fitur AI dihentikan, lantaran fitur seperti Semantic Search, Windows ML, dan Windows AI API bakal tetap melangkah lantaran Microsoft percaya bahwa fondasi AI ini krusial bagi developer aplikasi dan untuk membikin Windows tetap kompetitif di era sistem operasi berbasis AI.

Baca Juga : Copilot Meledak, Tapi Microslop Tetap Jadi Cemoohan Pengguna

Tetapi, terlepas dari arah akhir nan bakal diambil, pertimbangan ulang ini setidaknya menunjukan bahwa MIcrosoft mulai menyadari pemisah antara penemuan dan pemaksaan fitur. Kini pertanyaannya apakah Microsoft bisa menghadirkan fitur AI nan betul benar membantu pengguna bukan sekedar mengikuti tren AI dimana mana.

Komen dibawah dan berikan pendapatmu guys.

Via : Windows Central


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya