Meniskus Lutut: Bagaimana Cara Mengobati Cederanya?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan nyeri lutut, disertai bengkak dan rasanya dengkul “macet” saat digerakkan? Bisa jadi itu adalah tanda ada masalah bagian dalam lutut, tepatnya pada bagian meniskus lutut.

Mungkin Anda bertanya-tanya: apa itu meniskus lutut? Kenapa cedera pada bagian ini sering terjadi, baik pada meniskus dengkul pada atlet nan aktif berolahraga maupun meniskus dengkul pada lansia?

Artikel ini bakal menjelaskan secara komplit tentang apa itu meniskus, kegunaan meniskus pada lutut, sampai beragam pilihan langkah mengatasi cedera meniskus dengkul nan bisa Anda pilih sesuai kondisi.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Mengenal Bagian Lutut dan Fungsi Meniskus Lutut

Untuk memahami apa nan dimaksud dengan cedera meniskus adalah, kita perlu tahu dulu gimana anatomi sendi dengkul kita bekerja.

Lutut adalah salah satu sendi terbesar di tubuh kita. Bayangkan dengkul sebagai pertemuan tiga tulang besar:

  • Tulang femur (tulang paha)
  • Tulang tibia (tulang kering)
  • Patella (tempurung dengkul nan ada di bagian depan)

Supaya dengkul bisa bergerak dengan lancar dan tidak mudah cedera, ada beberapa bagian pendukung penting.

Ada ligamen ACL & PCL nan menjaga stabilitas sendi dengkul dari depan ke belakang, dan ada juga dua alas dengkul berbentuk seperti bulan sabit nan disebut meniskus.

Jadi, Apa Itu Meniskus Lutut?

Meniskus adalah semacam alas dengkul nan terbuat dari tulang rawan dengkul nan kuat tapi lentur.

Bayangkan seperti alas karet nan ada di sepatu lari Anda—fungsinya mirip untuk meredam benturan. Setiap dengkul punya dua meniskus:

  • Meniskus medial: Ini nan ada di sisi dalam dengkul (yang lebih dekat ke kaki satunya). Bentuknya seperti huruf “C” dan posisinya cukup melekat kuat, jadi gerakannya terbatas.
  • Meniskus lateral: Ini nan ada di sisi luar lutut. Bentuknya lebih bulat seperti huruf “O” dan lebih bebas bergerak.

Nah, perbedaan meniskus medial dan lateral ini krusial untuk diketahui. Karena meniskus medial gerakannya lebih terbatas, makanya lebih mudah robek jika dengkul kita mendapat tekanan alias aktivitas memutar nan tiba-tiba.

Apa Saja Fungsi Meniskus pada Lutut?

Meniskus punya peran nan sangat krusial untuk kesehatan dengkul kita:

1. Sebagai peredam kejut

Ini nan paling utama. Meniskus bekerja sebagai sistem peredam beban pada dengkul saat kita jalan, lari, alias lompat.

Tanpa alas ini, tulang paha dan tulang kering kita bakal langsung beradu, dan itu bisa bikin dengkul sigap rusak.

2. Menjaga dengkul tetap stabil

Meniskus membantu meningkatkan stabilitas sendi dengkul dengan membikin permukaan kontak antara tulang-tulang lebih dalam, jadi posisi tulang tetap pas saat bergerak.

3. Mengurangi gesekan

Meniskus membantu menyebarkan cairan pelumas di dalam sendi dengkul secara merata, jadi pergerakan fleksi dan ekstensi dengkul (menekuk dan meluruskan) jadi lebih mulus dan gesekan sendi dengkul berkurang.

4. Menyebarkan beban tubuh

Berat badan kita disebarkan lebih rata ke seluruh permukaan sendi lutut, jadi tidak ada satu titik nan kena tekanan pada dengkul terlalu berat.

Cedera Meniskus: Penyebab dan Gejalanya

Cedera meniskus dengkul terjadi ketika ada robekan meniskus dengkul alias kerusakan pada alas tulang rawan ini.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut juga meniscus tear—meniscus tear adalah istilah nan merujuk pada robekan tulang rawan pada meniskus.

Apa Penyebab Cedera Meniskus?

Ada dua langkah utama meniskus bisa cedera:

1. Cedera Mendadak (Trauma Akut)

Ini biasanya terjadi lantaran cedera dengkul akibat olahraga. Cedera olahraga nan melibatkan kontak bentuk alias perubahan arah mendadak sangat berisiko menyebabkan robekan meniskus.

Misalnya:

  • Saat bermain basket alias sepak bola, tiba-tiba kaki Anda memutar dengkul padahal kaki tetap kuat menapak di tanah
  • Mendarat dari lompatan dengan posisi dengkul nan salah
  • Kena tumbukan langsung di lutut
  • Jongkok terlalu dalam sembari mengangkat beban berat

Jenis cedera seperti ini sering banget dialami meniskus dengkul pada atlet, terutama nan main olahraga nan banyak aktivitas sigap dan berubah arah mendadak.

2. Cedera Karena Usia (Degenerasi)

Seiring kita menua, tulang rawan dengkul kita jadi kurang elastis dan lebih rapuh. Ini proses alami nan disebut degenerasi sendi lutut.

Pada kondisi ini, aktivitas biasa seperti jongkok, berdiri dari kursi, alias naik tangga saja bisa bikin meniskus robek.

Ini lebih sering terjadi pada meniskus dengkul pada lansia dan biasanya berasosiasi dengan osteoarthritis dengkul (pengapuran sendi).

Tanda-Tanda Meniskus Robek

Kalau Anda mengalami cedera olahraga alias robekan lantaran usia, indikasi meniskus dengkul robek nan biasa muncul antara lain:

  • Meniskus dengkul sakit, biasanya di bagian dalam alias luar lutut, tergantung bagian mana nan robek
  • Pembengkakan lutut nan bisa muncul beberapa jam sampai beberapa hari setelah cedera
  • Lutut terasa nyeri saat ditekuk alias diputar-putar
  • Pergerakan dengkul terbatas, susah meluruskan alias menekuk dengkul sampai mentok
  • Lutut terkunci, ialah rasanya dengkul tersangkut dan tidak bisa digerakkan pada posisi tertentu
  • Lutut terasa tidak kuat, seperti mau “copot” alias tidak bisa menahan berat badan

Kalau Anda merasakan gejala-gejala ini, apalagi jika nyeri lutut akut dan kronis tidak kunjung hilang, sebaiknya segera periksa ke master ortopedi (dokter ahli tulang) agar bisa diketahui pasti masalahnya.

Cara Mendiagnosis dan Mengobati Cedera Meniskus

Dokter ortopedi bakal mulai dengan memeriksa dengkul Anda secara langsung. Biasanya master bakal mengecek seberapa luas dengkul bisa digerakkan, apakah stabil, dan di bagian mana nan paling sakit.

Dokter juga bakal melakukan beberapa tes unik untuk mendeteksi robekan.

Untuk memastikan pemeriksaan dan tahu persis di mana robekannya serta seberapa parah, biasanya perlu pemeriksaan MRI lutut.

MRI adalah perangkat pemindai nan paling bagus untuk memandang jaringan lunak seperti meniskus, tulang rawan, dan peran tulang rawan dan ligamen lainnya di sekitar sendi lutut.

Mengobati Cedera Meniskus Lutut

Setelah dipastikan ada cedera, master bakal menyusun rencana terapi meniskus dengkul berasas beberapa hal: jenis dan letak robekan, usia Anda, seberapa aktif Anda, dan apakah ada masalah lain seperti pengapuran sendi.

Secara umum, langkah mengatasi cedera meniskus dengkul ada dua jenis: tanpa operasi (konservatif) dan dengan operasi.

Pengobatan Tanpa Operasi

Untuk kebanyakan pasien, terutama nan robekannya mini alias lantaran aspek usia, pengobatan tanpa operasi adalah pilihan pertama.

Tujuannya untuk mengurangi nyeri lutut, mengatasi bengkak dan peradangan, serta mengembalikan kegunaan dengkul seperti semula.

1. Metode RICE (Istirahat, Es, Kompresi, Elevasi)

Ini langkah dasar nan mudah dilakukan:

  • Rest (Istirahat): Kurangi aktivitas nan membebani lutut
  • Ice (Es): Kompres dengan es untuk mengurangi pembengkakan dengkul dan nyeri
  • Compression (Kompresi): Pakai perban elastis untuk mengontrol bengkak
  • Elevation (Elevasi): Angkat kaki lebih tinggi dari dada, misalnya dengan diganjal bantal saat tidur

2. Obat-obatan

Obat anti-inflamasi (seperti ibuprofen) bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan, terutama pada fase nyeri dengkul akut dan kronis.

3. Fisioterapi Meniskus Lutut

Ini adalah bagian paling krusial dalam rehabilitasi sendi lutut. Fisioterapis (ahli terapi fisik) bakal membikin program latihan unik untuk Anda nan meliputi:

  • Menguatkan otot-otot paha depan dan belakang agar dengkul lebih kuat
  • Melatih kelenturan dan memperluas jangkauan pergerakan fleksi dan ekstensi lutut
  • Meningkatkan keseimbangan dan kontrol otot
  • Latihan unik untuk meningkatkan stabilitas sendi lutut

Program fisioterapi meniskus dengkul nan teratur sangat krusial untuk pemulihan cedera meniskus dan pencegahan cedera dengkul di masa depan.

4. Terapi Modern untuk Regenerasi Jaringan

Ada beberapa terapi baru nan cukup menjanjikan:

  • Injeksi platelet rich plasma (PRP): Suntikan nan menggunakan darah Anda sendiri nan sudah diproses khusus. Darah ini kaya bakal zat-zat nan bisa mempercepat pengobatan jaringan.
  • Injeksi viskosuplemen: Suntikan cairan pelumas unik ke dalam sendi dengkul untuk mengurangi gesekan sendi lutut, cocok jika ada pengapuran juga.
  • Terapi stem cell: Terapi menggunakan sel punca untuk merangsang perbaikan jaringan meniskus nan rusak.
  • Terapi secretome: Menggunakan protein-protein unik dari sel punca untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.
  • Radiofrekuensi ablasi: Prosedur nan menggunakan gelombang radio untuk mengurangi nyeri kronis pada dengkul dengan langkah mematikan sinyal saraf nan mengirimkan rasa sakit.

Pengobatan dengan Tindakan Medis

Kalau setelah 6-12 minggu diobati tanpa operasi tapi indikasi tidak membaik, alias jika robekannya besar sampai bikin dengkul terkunci, maka operasi meniskus dengkul mungkin diperlukan.

Tindakan nan paling umum adalah Endoskopi Richard Wolf—ini operasi dengan sayatan mini saja, lampau master bedah memasukkan kamera mini dan perangkat bedah unik melalui lubang mini tersebut.

Ada dua tujuan utama dari Endoskopi Richard Wolf:

1. Menjahit Meniskus (Meniskus Repair)

Kalau robekannya ada di bagian nan tetap punya aliran darah bagus (biasanya di bagian luar), master bakal menjahit robekan tersebut.

Cara ini lebih bagus lantaran meniskus Anda tetap utuh dan bisa berfaedah sebagai sistem peredam beban pada lutut.

2. Membuang Bagian nan Robek (Meniscectomy Parsial)

Kalau robekannya tidak bisa dijahit, master bakal membuang bagian nan robek saja, sementara bagian nan tetap sehat dipertahankan.

Tujuannya untuk menghilangkan sumber nyeri tapi tetap menjaga kegunaan alas dengkul sebisa mungkin.

Setelah operasi meniskus lutut, Anda tetap kudu menjalani fisioterapi meniskus lutut.

Rehabilitasi nan betul bakal memastikan otot Anda kuat lagi, stabilitas sendi dengkul pulih, dan Anda bisa beraktivitas normal kembali.

Cara Mencegah Cedera Lutut

Memang tidak semua cedera bisa Anda cegah, terutama nan lantaran aspek usia. Tapi ada beberapa langkah pencegahan cedera dengkul nan bisa Anda lakukan:

  1. Kuatkan otot paha: Otot paha nan kuat bakal menopang sendi dengkul dengan lebih baik
  2. Pemanasan sebelum olahraga: Lakukan peregangan dan pemanasan minimal 5-10 menit sebelum aktivitas fisik
  3. Teknik nan benar: Pelajari langkah nan tepat saat berolahraga alias mengangkat beban
  4. Jaga berat badan ideal: Semakin berat badan Anda, semakin besar tekanan pada lutut
  5. Pakai pelindung lutut: Terutama jika Anda atlet alias sering main olahraga nan berisiko tinggi

Kesimpulan tentang Meniskus Lutut

Cedera meniskus memang cukup sering terjadi, tapi berita baiknya adalah kondisi ini bisa master obati dengan beragam cara.

Yang krusial adalah Anda memahami apa itu meniskus, kegunaan meniskus, dan mengenali indikasi meniskus robek sejak awal agar bisa segera master tangani.

Konsultasikan dengan master ortopedi dan fisioterapis nan berilmu untuk mendapatkan penanganan nan tepat.

Ada banyak pilihan terapi meniskus nan tersedia—mulai dari rehat sederhana, fisioterapi meniskus, terapi modern seperti injeksi platelet rich plasma dan terapi stem cell, sampai operasi meniskus.

Baik itu meniskus dengkul pada atlet nan cedera saat olahraga maupun meniskus dengkul pada lansia nan mengalami robekan lantaran aspek usia, dengan penanganan nan tepat dan menyeluruh, Anda punya kesempatan besar untuk pulih total dan bisa kembali beraktivitas tanpa terganggu nyeri lutut.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Meniskus Lutut

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik meniskus dengkul.

Apa itu meniskus dan apa fungsinya?

Meniskus adalah alas berbentuk bulan sabit nan terbuat dari tulang rawan di dalam sendi dengkul.

Setiap dengkul mempunyai dua meniskus: meniskus medial (sisi dalam) dan meniskus lateral (sisi luar).

Fungsi utamanya adalah meredam tumbukan saat kita bergerak, menjaga stabilitas lutut, mengurangi gesekan antar tulang, dan menyebarkan beban tubuh secara merata ke seluruh permukaan sendi.

Apa saja indikasi meniskus robek?

Gejala meniskus robek meliputi:

  • Nyeri di sisi dalam alias luar lutut
  • Pembengkakan nan muncul beberapa jam sampai hari setelah cedera
  • Nyeri saat dengkul Anda menekuk alias memutar
  • Kesulitan meluruskan alias menekuk dengkul sepenuhnya
  • Sensasi dengkul “terkunci” alias tersangkut
  • Perasaan dengkul tidak stabil seperti mau “copot”

Bagaimana langkah mengatasi cedera meniskus tanpa operasi?

Pengobatan tanpa operasi meliputi metode RICE (istirahat, kompres es, kompresi dengan perban, dan elevasi kaki), konsumsi obat anti-inflamasi, serta fisioterapi untuk menguatkan otot paha dan meningkatkan elastisitas lutut.

Terapi modern seperti injeksi PRP, injeksi viskosuplemen, terapi stem cell, alias terapi secretome juga bisa menjadi pilihan untuk mempercepat pengobatan jaringan.

Kapan operasi meniskus Anda perlukan?

Operasi meniskus Anda perlukan jika indikasi tidak membaik setelah 6-12 minggu pengobatan konservatif, alias jika robekannya cukup parah sampai menyebabkan dengkul terkunci.

Prosedur nan paling umum adalah Endoskopi Richard Wolf, di mana master bisa menjahit kembali robekan (meniskus repair) alias membuang bagian nan rusak (meniscectomy parsial) sembari mempertahankan jaringan sehat sebanyak mungkin.

Selengkapnya