Microsoft Akhirnya Dengarkan Keluhan Pengguna: Janjikan Perbaikan ‘pain Points’ Windows 11 Di 2026

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Setelah cukup lama hingga berbulan bulan dipenuhi kritikan pedas dari pengguna atas pengalaman Windows 11 nan buruk, pembaruan bermasalah dan kesan bahwa Microsoft lebih konsentrasi pada fitur AI nan “dipaksakan”, akhirnya mereka mengeluarkan pernyataan resmi nan menjanjikan perubahan.

Berdasarkan pernyataan dari Pavan Davuluri, Kepala Divisi Windows di Microsoft, Microsoft mengakui bahwa mereka telah mendengar keluhan nan “jelas” dari para pengguna setia Windows Insider. Davuluri juga menyatakan bahwa tahun 2026 ini bakal menjadi tahun di mana Microsoft konsentrasi memperbaiki hal-hal nan paling menyebalkan bagi pengguna.

The feedback we’re receiving from our community of passionate customers and Windows Insiders has been clear. We need to improve Windows in ways that are meaningful for people. This year, you will see us focus on addressing pain points we hear consistently from customers: improving system performance, reliability, and the overall experience of Windows.

Selain itu, menurut info dari The Verge, Davuluri juga menyinggung keluhan dari para Windows Insiders tentang memburuknya program beta tersebut dan memudarnya semangat organisasi nan dulu sangat antusias.

Apa sih nan diharapkan pengguna?

Berdasarkan keluhan nan bertebaran di forum dan media sosial saat ini, ada beberapa “pain points” / perihal paling menyebalkan utama nan diharapkan segera ditangani oleh Microsoft meliputi:

  1. Kinerja & Stabilitas Sistem: Update nan menyebabkan blue screen, drain baterai berlebihan, dan lag.
  2. Pengalaman Pengguna nan Konsisten: Hilangnya fitur sederhana nan berguna, antarmuka nan kurang intuitif, dan iklan alias promosi nan mengganggu di dalam OS.
  3. Kualitas Update: Rilis pembaruan nan mengandung bug kritis, memaksa pengguna menjadi “penguji beta” tanpa sadar.
  4. Menghidupkan Kembali Windows Insider: Mengembalikan program Insider sebagai wadah kerjasama otentik dengan komunitas, bukan hanya saluran pengiriman fitur separuh matang.

Nah pernyataan dari Pavan Davuluri ini sendiri tentu adalah sinyal baik bahwa bunyi pengguna akhirnya sampai ke Microsoft, namun tentu memulihkan kepercayaan pengguna itu tidak bakal butuh waktu singkat, dan Microsoft kudu mulai membuktikannya dengan tindakan nyata.

Apakah tahun 2026 ini mereka bakal berubah? alias justru ini hanyalah sebuah angan kosong tanpa tindak lanjut nyata? mari kita lihat nanti. Namun nan pasti, tekanan dari pengguna bisa dibilang begitu dahsyat hingga memaksa pelaksana Microsoft untuk mematikan kolom komentar di media sosial, sebuah langkah nan justru memperkuat kesan bahwa perusahaan mengabaikan kritik.

Selain itu, bulan Januari 2026 sendiri dicatat sebagai salah satu bulan terburuk dalam perihal bug dan masalah pada Windows 11, nan semakin mengikis kepercayaan pengguna.

Nah gimana menurutmu? komen di bawah guys dan berikan pendapatmu.

Via : Windows Central, The Verge


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya