Modder Ubah Ps5 Jadi “steam Machine” Linux, Bisa Jalankan Gta V Dengan Ray Tracing

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

PlayStation memang sudah dikenal lantaran game ekslusif dan support hardware langsung dari Sony, namun kawan kawan, ada berita menarik lantaran kali ini PS5 justru menjadi sebuah penelitian unik dari organisasi moding.

Bukan pembajakan game, tapi tampaknya seorang peneliti keamanan sukses mengubah konsol tersebut menjadi sebuah mesin gaming berbasis Linux, apalagi bisa menjalankan GTA V dengan ray tracing, ini jelas sangat gila dong.

Jadi, penelitian ini dilakukan oleh Andy Nguyen, peneliti keamanan nan dikenal dengan nama online theflow0. Di mana dalam demonstrasinya, Nguyen sukses menjalankan Grand Theft Auto V Enhanced pada PS5 nan telah dimodifikasi dengan sistem operasi Linux. Game tersebut dapat melangkah dengan pengaturan cukup tinggi, ialah dengan resolusi 1440p, 60 FPS dan support Ray Tracing.

Tidak hanya itu, sistem nan dia buat juga sudah cukup stabil untuk digunakan seperti komputer biasa, di mana dalam pengujiannya, PS5 tersebut bisa menghasilkan output video 4K via HDMI, mendukung audio secara penuh dan port USB semuanya bisa aktif dan digunakan.

Jika Anda penasaran, Anda bis cek video demonya pada laman X berikut, alias video nan WinPoin sematkan berikut.

Nah dengan keahlian tersebut, jelas game console ini jadi terasa lebih seperti PC desktop Linux daripada sekadar penelitian teknis, lantaran semuanya tampak melangkah normal tanpa ada masalah.

Lalu gimana caranya?

Jadi, agar Linux dapat melangkah di PS5, Nguyen menggunakan sebuah rangkaian exploit komplit nan memanfaatkan tool berjulukan Byepervisor. Dengan tool ini, ini bakal memungkinkan pengguna untuk melewati sistem keamanan Sony dan mendapatkan low level control terhadap perangkat dan setelah sukses mengakses sistem inti, Nguyen kemudian membikin kernel linux custom, melewati sistem operasi bawaan Playstation dan menjalankan lingkungan Linux nan telah disesuaikan dengan hardware PS5, Pendekatannya ini mirip seperti dualboot Windows dan Linux.

Tapi tentu penelitian ini kabarnya bukan tanpa tantangan, lantaran menjalankan linux di PS5, Nguyen kudu bekerja sama dengan proyek open-source Mesa, nan menyediakan driver skematis untuk Linux.

Ia apalagi mengirimkan merge request ke proyek tersebut untuk menambahkan support langsung terhadap GPU PS5.

Dengan support ini, tentunya Linux bisa mengakses keahlian skematis modern bawaan milik console, termasuk Ray Tracing, Output beresolusi tinggi dan Refresh Rate tinggi, itulah kenapa PS5 ini bisa menjalankan GTA V dengan baik meskipun menggunakan lingkungan Linux.

Nah perlu diketahui bahwa tidak semua PS 5 bisa menjalankan perihal nan sama lantaran project Byepervisor saat ini hanya mendukung PS5 dengan firmware lama jenis 1.xx hingga 2.xx, nan artinya console nan sudah sering diperbarui untuk bermain online biasanya tidak bisa menggunakan exploit ini dan hanya perangkat dengan firmware lama alias unit generasi awal saja nan bisa menjalankannya.

Selain itu, pada model PS5 Slim, konfigurasi CPU tidak bisa lebih tinggi dari 3.2 Ghz dan GPU di 2.0 Ghz lantaran masalah panas.

Apakah ini Jailbreak?

Jadi, penelitian Nguyen ini pada dasarnya sih muncul di tengah berita bocornya PS5 ROM keys, nan sempat memicu spekulasi bahwa jailbreak besar-besaran bakal segera terjadi.

Namun Nguyen menegaskan bahwa PS5 ROM keys tidak otomatis berfaedah jailbreak penuh dan untuk menjalankan Linux seperti nan dia lakukan, tetap dibutuhkan rangkaian exploit nan kompleks dan tentu tidak bisa diikuti oleh sembarang orang.

Tapi dengan adanya berita ini, rupanya ada kebenaran menarik lantaran PS5 bisa menjadi sebuah PC Gaming dengan performa nan bisa dibilang sangat bagus loh dan penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah konsol seperti PS5 sebenarnya mempunyai potensi hardware nan sangat besar jika dibuka aksesnya.

Namun tentu saja, perihal seperti ini tetap sebatas penelitian teknis dan penelitian keamanan, bukan sesuatu nan bisa dengan mudah dilakukan oleh pengguna biasa. Selain memerlukan firmware tertentu, prosesnya juga melibatkan exploit nan cukup kompleks serta support dari proyek open source seperti driver skematis Linux.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

Via : X


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya