Pernahkah Anda merasakan nyeri bahu? Keluhan ini memang sangat umum dialami banyak orang. Rasa sakitnya bisa ringan alias apalagi sangat mengganggu hingga susah beraktivitas.
Kebanyakan orang menganggap sakit bahu adalah perihal biasa nan bakal sembuh sendiri. Padahal, nyeri bahu bisa jadi pertanda ada masalah kesehatan nan perlu ditangani, mulai dari cedera ringan sampai penyakit nan lebih serius.
Artikel ini bakal membahas gejala, penyebab, dan langkah mengobati nyeri bahu dengan bahasa nan mudah dipahami.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Mengenal Struktur Bahu dan Sendi Bahu
Sebelum membahas lebih jauh tentang nyeri bahu, ada baiknya kita mengenal dulu gimana bahu kita tersusun.
Anatomi bahu dan sendi bahu terdiri dari tiga tulang utama:
- Tulang lengan atas (humerus)
- Tulang belikat (skapula)
- Tulang selangka (klavikula)
Bahu kita adalah bagian tubuh nan paling lentur dan bisa bergerak ke banyak arah, tapi sayangnya juga kurang stabil.
Kestabilan bahu sangat tergantung pada jaringan-jaringan lunak di sekitarnya, seperti otot bahu, tendon bahu, dan ligamen bahu. Ada satu bagian krusial nan namanya rotator cuff, ialah kumpulan empat otot dan urat nan melingkari sendi bahu.
Fungsinya sangat vital untuk menggerakkan dan menjaga kestabilan lengan atas. Karena bahu sangat fleksibel, makanya rentan mengalami cedera bahu dan peradangan bahu.


Hubungan Bahu dengan Leher dan Lengan
Bahu tidak bekerja sendiri. Hubungan bahu dengan leher dan lengan sangat erat. Otot-otot besar di leher dan punggung atas terhubung langsung dengan tulang belikat.
Selain itu, saraf-saraf nan mengatur aktivitas dan sensasi di lengan berasal dari tulang belakang di area leher.
Karena hubungan nan erat ini, masalah di leher bisa menyebabkan rasa sakit di bahu. Misalnya, jika ada saraf terjepit di leher, rasa sakitnya bisa menjalar ke bahu dan lengan.
Inilah kenapa banyak orang mengalami nyeri bahu dan leher secara bersamaan, apalagi nyeri bahu sampai lengan.
Gejala-Gejala nan Sering Muncul
Gejala nyeri bahu bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Berikut beberapa indikasi nan sering dialami:
- Nyeri bahu saat digerakkan adalah keluhan paling umum. Rasa sakit muncul saat Anda mencoba mengangkat sesuatu, memutar lengan, alias meraih benda.
- Nyeri bahu terasa kaku membikin bahu terasa keras dan susah digerakkan ke beragam arah.
- Pada kondisi nan lebih parah, bisa terjadi nyeri bahu tidak bisa diangkat, di mana Anda sama sekali tidak bisa mengangkat lengan.
- Nyeri bahu sebelah kanan alias nyeri bahu sebelah kiri biasanya disebabkan oleh cedera di sisi tersebut. Namun, waspadai nyeri bahu sebelah kiri lantaran kadang bisa jadi tanda masalah jantung.
- Nyeri bahu saat bangun tidur sering terjadi lantaran nyeri bahu akibat salah tidur, ialah ketika posisi tidur memberikan tekanan berlebih pada bahu.


Apa Saja Penyebab Nyeri Bahu?
Ada banyak perihal nan bisa menjadi penyebab nyeri bahu. Mari kita telaah satu per satu dengan bahasa nan sederhana.
1. Peradangan dan Cedera Jaringan Lunak
- Peradangan dan cedera jaringan lunak adalah penyebab paling sering dari sakit bahu. Aktivitas sehari-hari penyebab nyeri bahu nan dilakukan berkali-kali alias cedera bisa merusak jaringan di sekitar sendi bahu.
- Tendinitis bahu terjadi ketika urat alias tendon mengalami peradangan, biasanya lantaran terlalu sering dipakai.
- Bursitis bahu adalah peradangan pada kantung mini berisi cairan nan berfaedah sebagai alas antara tulang dan urat.
- Rotator Cuff Tear adalah kondisi robeknya urat di rotator cuff, bisa terjadi lantaran cedera mendadak alias kerusakan berjenjang lantaran usia.
- Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis) adalah kondisi di mana bahu menjadi sangat kaku dan susah digerakkan. Frozen Shoulder menyebabkan bahu kaku nan parah dan keterbatasan mobilitas bahu nan sangat mengganggu. Kondisi ini menimbulkan nyeri sendi nan berkelanjutan.
2. Gangguan Saraf di Area Bahu
Nyeri bahu lantaran saraf biasanya terjadi ketika ada saraf nan terjepit di leher. Ini bisa menyebabkan rasa sakit, kesemutan, alias kelemahan nan menjalar dari leher ke bahu sampai ke lengan.
3. Kerusakan Sendi Karena Usia
Osteoarthritis bahu adalah kondisi di mana alas tulang rawan di sendi bahu mengalami kerusakan. Ini sering terjadi pada orang nan sudah berumur lanjut.
Kondisi ini menyebabkan nyeri otot, kekakuan bahu, dan nyeri sendi. Ini adalah penyebab utama nyeri bahu pada usia lanjut.
4. Faktor Gaya Hidup
Postur tubuh dan ergonomi nan jelek sangat berpengaruh. Kebiasaan duduk membungkuk dalam waktu lama, terutama saat bekerja di depan komputer, bisa memberikan tekanan terus-menerus pada otot leher dan bahu.
Ini menyebabkan nyeri otot dan sakit bahu nan berkelanjutan.


Perbedaan Nyeri Bahu Akut dan Kronis
Penting untuk membedakan antara nyeri nan baru terjadi dengan nan sudah lama.
Nyeri akut biasanya muncul tiba-tiba, sering setelah cedera, dan berjalan kurang dari 6 minggu. Contohnya adalah cedera akibat jatuh alias nyeri bahu akibat salah tidur.
Perbedaan nyeri bahu akut dan kronis terletak pada durasinya. Nyeri kronis adalah rasa sakit nan sudah berjalan lebih dari 3-6 bulan.
Biasanya disebabkan oleh masalah nan sudah lama seperti osteoartritis alias cedera rotator cuff nan tidak ditangani dengan baik.
Nyeri Bahu sebagai Gejala Penyakit Tertentu
Meskipun jarang, nyeri bahu sebagai indikasi penyakit tertentu nan serius perlu diwaspadai. Misalnya:
- Serangan jantung: Sering ditandai dengan nyeri bahu sebelah kiri nan menjalar, disertai sesak napas, keringat dingin, dan mual.
- Kanker paru: Khususnya jenis tumor Pancoast, bisa menyebabkan sakit bahu nan tidak kunjung sembuh dan menjalar ke lengan.
Jika sakit bahu muncul tiba-tiba tanpa karena jelas dan disertai indikasi lain nan mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis.
Diagnosis Nyeri Bahu
Langkah pertama dalam langkah mengatasi nyeri pundak adalah mengetahui penyebabnya dengan tepat.
Jika nyeri tidak membaik dalam beberapa hari alias sangat mengganggu, sebaiknya periksa ke master ortopedi.
Dokter bakal memeriksa bahu Anda untuk memandang kekuatan, seberapa jauh bisa digerakkan, dan di mana titik sakitnya.
Untuk memandang kondisi lebih detail, master mungkin menyarankan:
- Pemeriksaan X-ray untuk memandang kondisi tulang, apakah ada patah tulang, tulang bergeser, alias tanda-tanda osteoartritis bahu.
- Pemeriksaan MRI untuk memandang jaringan lunak seperti otot bahu, tendon bahu, dan ligamen bahu lebih jelas. Pemeriksaan MRI ini bisa mendeteksi Rotator Cuff Tear, Tendinitis bahu, alias Bursitis bahu.


Cara Mengobati Nyeri Bahu
Pengobatan bakal disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut beberapa langkah pengobatan nan umum:
1. Obat sakit bahu
Dokter biasanya meresepkan obat antiradang seperti ibuprofen alias diklofenak untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Obat ini ada nan diminum dan ada juga nan dioleskan dalam corak gel.
2. Fisioterapi
Ini adalah terapi nyeri pundak nan sangat penting. Fisioterapi dirancang untuk memperkuat otot bahu, meningkatkan kelenturan, mengembalikan keahlian mobilitas bahu, dan mengurangi rasa sakit.
Terapi ini sangat efektif untuk kondisi seperti Frozen Shoulder dan cedera rotator cuff.
3. Perubahan Gaya Hidup
Memperbaiki postur tubuh dan ergonomi saat bekerja, menghindari aktivitas sehari-hari penyebab nyeri pundak, dan melakukan peregangan ringan secara rutin sangat membantu.
4. Tindakan Medis Lainnya
Untuk kasus nan parah, master mungkin menyarankan injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan alias apalagi Endoskopi Richard Wolf untuk memperbaiki kerusakan nan parah.
Kesimpulan tentang Nyeri Bahu
Memahami beragam perihal tentang nyeri pundak, mulai dari gejala, penyebab, hingga langkah mengobatinya, sangat krusial agar Anda bisa menangani masalah ini dengan tepat.
Jangan anggap remeh sakit bahu nan berjalan lama alias sangat mengganggu aktivitas.
Semakin sigap ditangani, semakin baik hasilnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master jika nyeri pundak Anda tidak kunjung membaik alias sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Penanganan nan tepat sejak awal bakal membantu Anda pulih lebih sigap dan mencegah masalah nan lebih serius di kemudian hari.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Nyeri Bahu
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik nyeri pundak.
Apa penyebab paling umum dari sakit bahu?
Penyebab paling umum nyeri pundak adalah peradangan dan cedera pada jaringan lunak di sekitar pundak, seperti:
- Tendinitis bahu (peradangan pada urat)
- Bursitis bahu (peradangan pada alas sendi)
- Rotator Cuff Tear (robeknya urat rotator cuff)
- Frozen Shoulder (bahu kaku nan sangat kaku)
Selain itu, aspek style hidup seperti postur tubuh nan jelek saat bekerja dan aktivitas berulang juga sering menyebabkan sakit bahu.
Kapan sakit bahu kudu segera diperiksakan ke dokter?
Nyeri pundak kudu segera Anda periksakan ke master jika:
- Muncul tiba-tiba tanpa karena jelas berbarengan dengan indikasi seperti sesak napas
- Keringat dingin, dan mual (terutama nyeri pundak sebelah kiri nan bisa jadi tanda serangan jantung)
- Tidak membaik setelah beberapa hari
- Sangat mengganggu aktivitas sehari-hari
- Ketidakmampuan mengangkat lengan sama sekali
Pemeriksaan awal oleh master ortopedi sangat krusial untuk pemeriksaan dan penanganan nan tepat.
Bagaimana langkah mengatasi sakit bahu di rumah?
Untuk mengatasi nyeri pundak ringan di rumah, Anda bisa:
- Mengistirahatkan bahu nan sakit
- Mengompres dengan es untuk mengurangi peradangan
- Memperbaiki postur tubuh terutama saat bekerja
- Menghindari aktivitas nan memicu nyeri
- Melakukan peregangan ringan secara rutin
Jika nyeri tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya konsultasi dengan master untuk mendapat obat nyeri pundak nan sesuai alias terapi fisioterapi.
Apa bedanya sakit bahu akut dan kronis?
Nyeri pundak akut adalah rasa sakit nan muncul tiba-tiba, biasanya setelah cedera alias salah posisi tidur, dan berjalan kurang dari 6 minggu. Contohnya nyeri pundak akibat salah tidur alias cedera saat olahraga.
Sedangkan nyeri pundak kronis adalah sakit nan sudah berjalan lebih dari 3-6 bulan, biasanya disebabkan oleh masalah jangka panjang seperti Osteoarthritis alias cedera rotator cuff nan tidak ditangani dengan baik.

