Obat Nyeri Lutut Untuk Pegawai Kantoran: Cek Di Sini!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Bekerja di instansi memang tampak nyaman—ruangan sejuk ber-AC, duduk di meja kerja, tidak perlu kepanasan di luar. Tapi, ada masalah nan sering muncul, ialah nyeri pada lutut. Adakah obat nyeri dengkul untuk pegawai kantoran?

Banyak pekerja kantoran nan mengeluh dengkul sakit, kaku, alias apalagi bengkak. Kalau dibiarkan, keluhan ini bisa mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Artikel ini bakal membahas tentang obat nyeri dengkul nan cocok untuk pegawai kantoran, apa penyebabnya, dan gimana langkah mencegahnya agar tidak kambuh lagi.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Kenapa Pekerja Kantoran Sering Kena Nyeri Lutut?

Kerja kantoran itu identik dengan duduk terus-menerus. Ini nan disebut style hidup sedentari (kurang gerak).

Bayangkan, nyaris 8 jam sehari tubuh kita hanya duduk di depan komputer.

Postur duduk nan salah—misalnya kaki menggantung, punggung bungkuk, alias dengkul ditekuk terlalu tajam—membuat sendi dengkul tertekan.

Belum lagi jika sering naik turun tangga kantor. Setiap kali naik tangga, dengkul kudu menahan beban tubuh nan jauh lebih berat dari biasanya—bisa sampai 3-4 kali lipat berat badan normal.

Makanya tidak heran jika muncul nyeri dengkul lantaran naik turun tangga kantor. Ditambah lagi, nyeri dengkul lantaran jarang bergerak juga makin parah jika kita jarang olahraga alias apalagi jarang berdiri dari kursi.

Masalah lainnya adalah sirkulasi darah di area dengkul nan terhambat. Duduk terlalu lama membikin aliran darah tidak lancar, sehingga nutrisi dan oksigen ke sendi dengkul berkurang.

Akibatnya, sendi sigap aus dan terjadi penuaan sendi dini. Kondisi ini bisa memicu kaku lutut, pembengkakan lutut, sampai peradangan lutut.

Dari sisi medis, pekerja kantoran berisiko mengalami osteoarthritis ringan—yaitu kondisi di mana tulang rawan di sendi mulai menipis.

Ada juga nan disebut patellofemoral pain syndrome, ialah rasa sakit di sekitar tempurung lutut.

Kedua kondisi ini termasuk radang sendi nan jika tidak ditangani bisa berkembang jadi osteoarthritis nan lebih serius.

Pilihan Obat untuk Nyeri Lutut

Kalau nyeri dengkul saat duduk lama di depan komputer sudah mulai mengganggu, biasanya kita langsung cari obat untuk nyeri lutut. Berikut ini beberapa pilihan nan bisa dicoba.

Obat nan Bisa Dibeli Bebas Tanpa Resep

Untuk nyeri nan tetap ringan sampai sedang, ada obat nyeri dengkul tanpa resep master nan bisa dibeli langsung di apotek.

1. Obat Analgesik seperti parasetamol

Obat ini langkah kerjanya sederhana: menghentikan sinyal rasa sakit ke otak. Jadi sakitnya berkurang meski peradangannya belum tentu hilang.

2. NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs)

Contoh nan paling umum adalah ibuprofen. Obat antiinflamasi ini tidak hanya mengurangi nyeri, tapi juga mengatasi peradangan.

Jadi jika nyeri sendi disertai bengkak alias meradang, ibuprofen lebih cocok. Ada juga pilihan lain seperti naproxen nan efeknya lebih lama.

Kedua jenis obat nyeri pada dengkul ini tersedia dalam corak tablet, kapsul, alias sirup. Aman digunakan untuk jangka pendek asal sesuai dosis nan tertera di kemasan. Tapi tetap perhatikan pengaruh sampingnya, ya.

Salep alias Krim Oles

Kalau tidak mau minum obat, bisa pakai salep nyeri dengkul untuk pekerja kantoran.

Krim pereda nyeri biasanya mengandung bahan seperti mentol (yang bikin adem), kamper, alias obat antiinflamasi dalam corak gel seperti diclofenac gel.

Kelebihannya, salep ini bekerja langsung di tempat nan sakit. Tinggal oles, tunggu sebentar, rasa nyerinya berkurang.

Efek sampingnya juga lebih mini dibanding obat minum lantaran tidak masuk ke seluruh tubuh.

Rekomendasi obat nyeri dengkul ringan nan praktis ya salep alias gel seperti ini—bisa dibawa ke instansi dan dipakai kapan saja.

Produk Herbal

Buat nan lebih suka bahan alami, ada produk hpai untuk nyeri lutut. Produk dari HPAI nan terkenal untuk masalah sendi antara lain Kapsul Gamat dan Laurik.

Kapsul Gamat dibuat dari ekstrak teripang emas. Menurut klaim produsen, teripang punya kandungan anti-inflamasi alami nan bisa bantu meredakan nyeri sendi dan mempercepat pemulihan.

Sementara Laurik HPAI lebih ditujukan untuk nyeri akibat masam urat dan rematik.

Bagi nan mencari obat alami nyeri dengkul untuk pekerja kantor, produk herbal seperti ini bisa jadi pilihan.

Suplemen untuk Sendi

Selain obat, ada juga suplemen nan berfaedah untuk jaga kesehatan sendi dalam jangka panjang. Suplemen nan paling terkenal adalah Glucosamine dan Chondroitin.

Keduanya bekerja untuk menjaga cairan sinovial, ialah cairan pelumas di dalam sendi lutut.

Suplemen ini membantu merawat tulang rawan dan memperlambat kerusakan sendi akibat usia alias aktivitas.

Memang efeknya tidak secepat obat sakit sendi dengkul biasa, tapi jika dikonsumsi rutin bisa membantu pencegahan nyeri dengkul jangka panjang.

Cara Mengatasi dan Mencegah Nyeri Lutut di Kantor

Minum obat sakit dengkul terbaik saja tidak cukup jika penyebab utamanya tidak diatasi. Perlu ada perubahan kebiasaan dan langkah kerja agar dengkul tidak sakit lagi.

1. Atur Posisi Kerja nan Benar

Ergonomi tempat kerja itu krusial banget. Artinya, kita kudu mengatur meja dan bangku kerja agar posisi tubuh nyaman dan tidak memberatkan sendi lutut.

Gunakan bangku instansi ergonomis nan bisa diatur tingginya. Pastikan dengkul membentuk perspektif 90 derajat dan kaki bisa menapak rata di lantai.

Jangan sampai kaki menggantung alias dengkul terlalu tinggi lantaran itu bisa memberi tekanan berlebih pada sendi. Kalau perlu, pakai sandaran kaki agar posisi lebih nyaman.

Kalau memungkinkan, pakai meja kerja ergonomis nan bisa dinaikkan alias diturunkan.

Dengan begitu, kita bisa bergantian antara duduk dan berdiri saat bekerja. Ini nan disebut konsep sit-stand desk.

Cara mengatasi nyeri dengkul saat kerja di instansi nan paling efektif ya dengan menerapkan prinsip ergonomi kerja ini.

2. Rajin Bergerak dan Stretching

Tubuh kita tidak dirancang untuk duduk terus-menerus. Jadi, usahakan untuk berdiri dan bergerak setiap 30-60 menit sekali. Tidak perlu lama-lama, cukup 2-3 menit saja.

Lakukan aktivitas bentuk ringan di instansi seperti jalan ke pantry, ke toilet, alias sekadar berdiri sembari meregangkan badan.

Stretching dengkul sangat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mencegah kekakuan.

Selain itu, krusial juga melakukan latihan penguatan otot paha (quadriceps). Otot paha nan kuat bisa jadi “bantalan” alami untuk sendi lutut, jadi beban tidak langsung ke tulang.

Beberapa aktivitas sederhana nan bisa dilakukan di kantor:

  • Wall sit: Berdiri menempel dinding, lampau turunkan badan seperti mau duduk (tapi tidak ada kursi). Tahan beberapa detik.
  • Chair leg raise: Duduk di kursi, luruskan satu kaki ke depan, tahan beberapa detik, lampau turunkan. Ganti kaki satunya.
  • Ankle circles: Putar-putar pergelangan kaki searah jarum jam dan sebaliknya.

Gerakan-gerakan ini tidak butuh perangkat unik dan tidak mengganggu pekerjaan.

3. Konsultasi ke Dokter Kalau Perlu

Kalau obat nyeri dengkul akibat duduk terlalu lama nan sudah diminum tidak mempan, alias malah makin parah, jangan tunda untuk periksa ke dokter.

Dokter bakal cek kondisi dengkul secara menyeluruh dan menentukan penanganan nan tepat.

Biasanya master bakal merekomendasikan terapi nyeri dengkul seperti fisioterapi.

Di fisioterapi, kita bakal diajarkan gerakan-gerakan unik untuk memperkuat otot di sekitar lutut, meningkatkan kelenturan, dan memperbaiki langkah melangkah alias bergerak nan salah.

Kalau kondisinya cukup serius, master mungkin kasih obat untuk sendi dengkul nan lebih kuat alias apalagi suntikan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan akut.

Yang penting, penanganan nan sigap dan tepat bisa mencegah kerusakan sendi nan lebih parah.

Kesimpulan tentang Obat Nyeri Lutut

Nyeri dengkul bukan perihal nan kudu kita terima begitu saja sebagai “risiko kerja” kantoran.

Dengan memahami penyebabnya—mulai dari jarang gerak, posisi duduk nan salah, sampai sering naik turun tangga—kita bisa mencegahnya sejak dini.

Memilih obat untuk sakit dengkul nan tepat memang penting, entah itu obat untuk sendi dengkul dari apotek, produk herbal, alias suplemen. Tapi nan lebih krusial lagi adalah pencegahan.

Terapkan ergonomi nan betul di tempat kerja, giat stretching dan latihan penguatan otot, serta jangan biarkan tubuh tak bersuara terlalu lama.

Dengan begitu, kita tidak hanya mengatasi nyeri nan sudah ada, tapi juga menjaga kesehatan sendi pekerja produktif kita untuk jangka panjang.

Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jaga sendi dengkul dari sekarang agar kita tetap bisa bekerja dengan nyaman dan produktif sampai nanti.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Obat Nyeri Lutut

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik obat nyeri lutut.

Apa penyebab utama nyeri dengkul pada pegawai kantoran?

Penyebab utamanya adalah style hidup sedentari alias kurang gerak. Duduk terlalu lama dengan postur nan salah membikin sirkulasi darah di area dengkul tersendat dan sendi dengkul tertekan.

Ditambah lagi, aktivitas naik turun tangga instansi nan membebani dengkul hingga 3-4 kali lipat berat badan normal. Kombinasi ini menyebabkan kaku lutut, peradangan, apalagi osteoarthritis ringan.

Obat apa nan paling kondusif untuk nyeri dengkul ringan?

Untuk nyeri dengkul ringan, obat nyeri dengkul tanpa resep master seperti parasetamol alias ibuprofen cukup kondusif digunakan jangka pendek. Parasetamol bekerja meredakan nyeri, sementara ibuprofen lebih efektif lantaran juga mengatasi peradangan.

Alternatif lainnya adalah salep alias krim pereda nyeri nan mengandung mentol alias diclofenac gel, nan bekerja langsung di area nan sakit dengan pengaruh samping lebih minimal.

Bagaimana langkah mencegah nyeri dengkul saat bekerja di kantor?

Pencegahan paling efektif adalah menerapkan ergonomi tempat kerja nan benar. Gunakan bangku instansi ergonomis dengan posisi dengkul 90 derajat dan kaki menapak rata.

Rajin bergerak setiap 30-60 menit dengan aktivitas bentuk ringan seperti melangkah alias stretching lutut. Lakukan juga latihan penguatan otot paha untuk menopang sendi dengkul dengan lebih baik.

Kapan kudu konsultasi ke master untuk nyeri lutut?

Segera konsultasi ke master jika nyeri dengkul tidak membaik setelah minum obat, nyeri makin parah, alias disertai pembengkakan dan kaku dengkul nan mengganggu aktivitas.

Dokter mungkin bakal merekomendasikan terapi nyeri dengkul seperti fisioterapi alias memberikan obat nan lebih kuat. Penanganan awal krusial untuk mencegah kerusakan sendi nan lebih serius.

Selengkapnya