Openclaw Dan Scrapling: Duet Ai Penembus Anti-bot Yang Bikin Cloudflare Pusing

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Telset.id – Pengguna perangkat lunak OpenClaw sekarang dilaporkan secara masif memanfaatkan perangkat open source berjulukan Scrapling untuk menembus sistem keamanan anti-bot situs web, termasuk Cloudflare Turnstile, demi mengambil info secara paksa. Fenomena ini memicu ketegangan baru antara developer bot AI dan penyedia keamanan siber, di mana Scrapling diunduh ratusan ribu kali sebagai solusi “siluman” bagi pemasok AI.

Berdasarkan laporan nan beredar di media sosial, Scrapling nan dibangun dengan bahasa pemrograman Python ini dirancang unik untuk melewati penemuan bot nan biasanya dipasang oleh pemilik situs web. Meskipun situs-situs tersebut telah menerapkan langkah-langkah anti-bot nan eksplisit, kombinasi OpenClaw dan Scrapling memungkinkan pengguna untuk tetap melakukan scraping alias pengambilan data.

Popularitas Scrapling meningkat tajam di kalangan pengguna OpenClaw. Sejak dirilis, perangkat ini tercatat telah diunduh lebih dari 200.000 kali. Sebuah unggahan viral di platform X (sebelumnya Twitter) mempromosikan keahlian perangkat ini dengan klaim berani: “Tidak ada penemuan bot. Tidak ada pemeliharaan pemilih. Tidak ada mimpi jelek Cloudflare.”

Mekanisme kerja duet ini cukup sederhana namun efektif. OpenClaw bekerja memberikan petunjuk mengenai info apa nan kudu diekstraksi, sementara Scrapling menangani aspek “stealth” alias penyamaran agar aktivitas tersebut tidak terdeteksi oleh sistem keamanan.

Tentu saja, Cloudflare tidak tinggal tak bersuara memandang prasarana keamanannya coba diterobos. Perusahaan keamanan web raksasa ini dilaporkan telah memblokir versi-versi Scrapling sebelumnya. Namun, developer perangkat open source tersebut terus melakukan pembaruan untuk mengakali perlindungan nan ada.

Dane Knecht, Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengerjakan patch alias perbaikan untuk menangkal perulangan terbaru dari Scrapling. “Kami membikin perubahan, dan kemudian mereka membikin perubahan,” ujar Knecht menggambarkan situasi kucing-kucingan nan terjadi.

Knecht tetap optimis bahwa Cloudflare mempunyai kelebihan strategis berkah besarnya volume info situs web nan mereka kelola serta keahlian untuk melacak tren serangan. Tim operasi keamanan Cloudflare diklaim telah mendeteksi sinyal peningkatan keahlian bot ini dan sedang menyiapkan serangkaian mediasi baru. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Cloudflare menyatakan telah memblokir 416 miliar upaya scraping nan tidak diinginkan.

Fenomena ini mengingatkan pada sejarah training Large Language Models (LLM) nan melibatkan scraping info internet secara masif. Bedanya, pengguna Scrapling sekarang melakukannya dalam skala nan lebih perseorangan namun tersebar luas. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemilik situs web nan berupaya melindungi konten mereka alias memonetisasi akses info bagi bot.

Di tengah ketenaran teknisnya, nama Scrapling sempat tercoreng oleh kejadian mata duit mata uang digital (memecoin). Mengambil momentum viralnya perangkat ini, sekelompok pegiat mata uang digital meluncurkan token $Scrapling. Karim Shoair, nan menyatakan sebagai developer tunggal Scrapling, sempat mempromosikan koin tersebut di X sebelum menghapus unggahannya.

Harga token $Scrapling sempat meroket selama sekitar lima jam sebelum akhirnya jatuh drastis akibat tindakan jual massal, meninggalkan kerugian bagi para pembeli. Insiden ini memicu kemarahan komunitas, dengan tuduhan penipuan nan dialamatkan kepada para inisiator koin tersebut.

Shoair memihak diri dengan menyatakan ketidaktahuannya mengenai skema tersebut saat memberikan support awal. “Saya tidak tahu apa nan saya hadapi ketika orang membikin koin itu dan saya mendukungnya,” klaim Shoair. Ia menyatakan bahwa duit nan sempat dia tarik bakal disumbangkan untuk kebaikan dan dia tidak mau mengambil untung dari kejadian tersebut.

Dampak dari skandal mata uang digital ini merembet ke reputasi proyek open source-nya. Akun organisasi GitHub Projects tidak resmi, nan mempunyai lebih dari 300.000 pengikut di X, menghapus unggahan nan menyoroti perangkat lunak Scrapling dan membikin pernyataan tegas untuk menjauhkan diri dari aktivitas aset kripto.

Terlepas dari drama mata uang digital tersebut, para pemimpin industri perangkat lunak tetap memandang pemasok AI otonom seperti Bos OpenClaw sebagai masa depan web. Bahkan Knecht dari Cloudflare, nan sehari-harinya sibuk memblokir bot, mempunyai visi di mana manusia dan pemasok AI dapat hidup berdampingan.

Knecht berambisi dapat membangun ekosistem internet nan ramah bagi pemasok AI maupun manusia, di mana kemauan pemilik situs web tetap dihormati. Ini sejalan dengan tren industri di mana perusahaan besar mulai mencari Solusi AI Bisnis nan lebih etis dan terstruktur.

Sementara itu, bagi pengguna nan mencari integrasi AI nan lebih resmi pada perangkat rumah tangga, penemuan terus bermunculan, seperti kehadiran Perplexity AI di perangkat televisi pintar, nan menawarkan langkah legal mengakses info tanpa perlu melakukan scraping ilegal.

Selengkapnya