Patah Tulang: Kenali Gejala Dan Cara Mengobatinya!

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Cedera pada tulang dan otot adalah masalah kesehatan nan sering terjadi. Dan patah tulang menjadi salah satu nan paling umum dan memerlukan penanganan cepat.

Siapa saja bisa mengalaminya, mulai dari anak-anak nan sedang bermain hingga orang tua nan sudah lanjut usia.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa Itu Patah Tulang?

Patah tulang adalah kondisi ketika tulang di dalam tubuh kita mengalami kerusakan alias terputus.

Kerusakan ini bisa berupa retakan mini nan nyaris tidak terlihat, alias patahan besar sampai tulangnya bergeser dari posisi semula. Dalam bumi medis, kondisi ini disebut fraktura.

Banyak orang nan bertanya tentang perbedaan patah tulang dan retak tulang. Sebenarnya, keduanya sama-sama termasuk dalam kategori fraktur.

Bedanya hanya pada tingkat keparahannya saja:

  • Tulang retak biasanya hanya mengalami garis patahan nan sangat tipis dan tulangnya belum terpisah sepenuhnya.
  • Sementara patah tulang umumnya lebih parah, dengan kemungkinan tulang sudah bergeser dari tempatnya.

Ciri Ciri Patah Tulang nan Perlu Diwaspadai

Mengenali indikasi patah tulang sejak awal sangat krusial agar kita bisa segera mendapatkan pertolongan nan tepat.

Berikut adalah tanda patah tulang nan kudu diwaspadai:

  • Nyeri tulang nan sangat dahsyat dan muncul tiba-tiba di bagian nan cedera. Rasa sakitnya bakal bertambah parah jika bagian tersebut digerakkan alias ditekan.
  • Pembengkakan nan muncul di sekitar area nan cedera dalam beberapa jam setelah kejadian. Biasanya kulit juga berubah warna menjadi biru alias ungu lantaran ada pendarahan di bawah kulit.
  • Bentuk personil tubuh nan terlihat tidak normal. Bagian nan patah bisa tampak bengkok, lebih pendek dari biasanya, alias apalagi dalam kasus nan parah, tulangnya bisa terlihat menonjol keluar dari kulit.
  • Kesulitan alias apalagi tidak bisa sama sekali menggerakkan bagian tubuh nan cedera.
  • Kadang muncul rasa kesemutan alias meninggal rasa jika saraf di sekitar tulang nan patah ikut terganggu.

Khusus untuk patah tulang kaki alias patah tulang betis, indikasi nan paling jelas adalah tidak bisa berdiri alias berjalan.

Rasa sakit nan sangat dahsyat bakal terasa sepanjang tulang kering, apalagi hanya untuk menggerakkannya sedikit saja sudah terasa sangat menyakitkan.

Jenis-Jenis Patah Tulang

Jenis patah tulang bisa dibedakan berasas beberapa hal. nan paling dasar adalah memandang kondisi kulit di bagian nan patah.

  • Patah tulang tertutup: meskipun tulangnya patah, kulitnya tetap utuh dan tidak ada luka terbuka. Ini kondisinya lebih baik lantaran akibat infeksinya lebih kecil.
  • Patah tulang terbuka: ujung tulang nan patah menembus kulit sehingga terlihat dari luar. Kondisi ini lebih rawan lantaran kuman dari luar bisa masuk dan menginfeksi tulang.

Berdasarkan tingkat keparahannya, ada patah tulang ringan dan berat:

  • Patah tulang ringan: biasanya hanya berupa retakan dan tulangnya belum terpisah sepenuhnya.
  • Patah tulang berat: adalah kondisi dimana tulang betul-betul terpisah, apalagi bisa pecah menjadi beberapa bagian.

Lokasi patahnya juga menentukan jenisnya:

  • Patah tulang paha (femur) termasuk nan paling serius lantaran tulang paha adalah tulang terpanjang dan terkuat di tubuh kita.
  • Patah tulang lengan (humerus) nan cukup sering terjadi, terutama lantaran jatuh alias kecelakaan.
  • Cedera pada sendi lutut juga bisa menyebabkan fraktura di area tersebut.

Apa Penyebab Patah Tulang?

Penyebab patah tulang nan paling umum adalah trauma akibat tumbukan alias kecelakaan. Misalnya kecelakaan lampau lintas, jatuh dari ketinggian, tumbukan keras saat berolahraga, alias kecelakaan kerja.

Saat terjadi tumbukan nan sangat kuat, tulang tidak sanggup menahan tekanan sehingga akhirnya patah.

Namun, ada aspek lain nan membikin seseorang lebih mudah mengalami fraktura, yaitu:

  • Pengaruh usia dan kepadatan tulang: fraktura pada lansia sangat sering terjadi lantaran seiring bertambahnya usia, tulang menjadi lebih rapuh. 
  • Osteoporosis alias pengeroposan tulang: membikin tulang menjadi sangat lemah sehingga bisa patah hanya lantaran trauma ringan. Misalnya, seorang lansia bisa mengalami kaki patah tulang hanya lantaran terpeleset di bilik mandi alias tersandung.

Berbeda dengan lansia, fraktura pada anak mempunyai karakter sendiri.

Tulang anak-anak tetap dalam masa pertumbuhan sehingga lebih lentur dan lebih sigap sembuh.

Yang perlu diperhatikan pada anak adalah cedera di lempeng pertumbuhan tulang, lantaran bisa mempengaruhi pertumbuhan tulang mereka di kemudian hari.

Diagnosis Patah Tulang

Ketika Anda mencurigai ada tulang nan patah, segera periksakan diri ke dokter. Peran master ortopedi sangat krusial di sini.

Dokter ortopedi adalah master ahli nan mahir menangani masalah tulang, sendi, dan otot, termasuk fraktura.

Pemeriksaan fisik

Dokter bakal menanyakan gimana cedera terjadi, indikasi apa nan dirasakan, dan riwayat kesehatan pasien.

Setelah itu, master bakal memeriksa bagian nan cedera untuk memandang tanda-tanda fraktura.

Uji pencitraan

Untuk memastikan diagnosis, master memerlukan support perangkat pencitraan. Rontgen / X-ray adalah pemeriksaan standar nan bisa menampilkan kondisi tulang dengan jelas.

  • Rontgen tulang biasanya diambil dari dua perspektif berbeda untuk mendapatkan gambaran nan komplit tentang letak dan tingkat keparahan patahan.
  • CT Scan. Kalau kasusnya lebih rumit alias rontgen biasa tidak cukup memberikan informasi, master bisa merekomendasikan CT Scan. Alat ini bisa memberikan gambar tiga dimensi nan sangat detail, sangat membantu untuk merencanakan pengobatan.
  • MRI. Kalau perlu memandang kondisi jaringan lunak seperti otot, ligamen, dan tendon nan mungkin ikut rusak akibat cedera, maka master bakal meminta pasien untuk menjalani MRI.

Cara Mengobati Patah Tulang

Prinsip dasar dalam langkah mengobati fraktura adalah mengembalikan posisi tulang nan patah ke tempat nan benar, lampau menjaganya tetap di posisi itu sampai tulangnya sembuh dan menyatu kembali.

Penanganan fraktura tanpa operasi adalah pilihan pertama untuk kasus nan tidak terlalu parah. 

Imobilisasi

Caranya adalah dengan melakukan imobilisasi, ialah membikin bagian nan patah tidak bisa bergerak.

Hal ini dilakukan dengan memasang gips alias bidai nan bakal menjaga tulang tetap pada posisinya selama masa penyembuhan.

Kalau tulangnya sedikit bergeser, master bisa melakukan reposisi dengan langkah menarik alias mendorong tulang kembali ke tempatnya tanpa perlu operasi.

Operasi tulang

Tidak semua fraktura bisa ditangani tanpa operasi. Operasi patah tulang diperlukan untuk kasus nan parah, tulang nan menembus kulit, alias patahan nan melibatkan persendian.

Dalam operasi ortopedi, master akan:

  1. Membuat sayatan untuk memandang tulang nan patah
  2. Menyusunnya kembali ke posisi nan benar
  3. Lalu memasang perangkat bantu berupa pelat logam, sekrup, pin, alias batang metal untuk menahan tulang tetap pada tempatnya selama proses penyembuhan.

Berapa Lama Waktu Penyembuhan Patah Tulang?

Waktu pengobatan fraktura berbeda-beda untuk setiap orang.

Beberapa aspek nan mempengaruhinya antara lain usia, letak fraktura, dan tingkat keparahannya.

Faktor usia

Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat, bisa dalam hitungan minggu saja. Ini lantaran metabolisme mereka lebih aktif dan aliran darah ke tulangnya lebih baik.

Sementara orang dewasa dan lansia bisa memerlukan waktu beberapa bulan, apalagi sampai satu tahun untuk sembuh total.

Lokasi fraktura

Tulang nan aliran darahnya baik bakal lebih sigap sembuh dibanding tulang nan aliran darahnya terbatas.

Kondisi kesehatan pasien

Kondisi kesehatan secara keseluruhan, nutrisi nan dikonsumsi, dan seberapa alim pasien mengikuti rekomendasi master juga mempengaruhi kecepatan proses pengobatan tulang.

Pentingnya Rehabilitasi dan Fisioterapi

Setelah tulang mulai menyatu dan gips alias bidai dibuka, bukan berfaedah proses pengobatan sudah selesai. Justru di sinilah peran rehabilitasi dan fisioterapi pasca cedera menjadi sangat penting.

Fisioterapis bakal membikin program latihan unik nan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Tujuan dari rehabilitasi medis ini adalah:

  • Mengembalikan kekuatan otot nan mengecil selama masa pakai gips
  • Memulihkan aktivitas sendi nan kaku
  • Mengurangi nyeri dan pembengkakan nan tetap tersisa
  • Melatih keseimbangan agar tidak mudah jatuh lagi

Tujuan akhirnya adalah mengembalikan mobilitas dan kualitas hidup pasien agar bisa beraktivitas normal seperti sebelum cedera.

Dengan rehabilitasi nan teratur dan konsisten, kesempatan untuk sembuh total bakal semakin besar.

Komplikasi Patah Tulang

Meskipun sebagian besar fraktura bisa sembuh dengan baik, ada beberapa komplikasi fraktura nan perlu diwaspadai.

Infeksi

Infeksi adalah komplikasi nan paling ditakutkan, terutama pada fraktura terbuka. Kuman bisa masuk melalui luka dan menginfeksi tulang, menyebabkan kondisi nan disebut jangkitan tulang.

Tulang salah posisi

Komplikasi lain nan bisa terjadi adalah tulang menyatu dalam posisi nan salah sehingga bentuknya tidak seperti semula.

Tulang tidak mau menyatu

Bisa juga terjadi kondisi dimana tulang tidak mau menyatu sama sekali meskipun sudah ditunggu lama, sehingga perlu operasi tambahan.

Sendi kaku alias osteoarthritis

Sendi nan terlibat dalam cedera bisa menjadi kaku alias apalagi berkembang menjadi osteoarthritis alias pengapuran sendi di kemudian hari.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi

Mencegah fraktura di masa depan sangat penting, terutama dengan menjaga kesehatan tulang dan sendi sejak dini. Ada beberapa perihal nan bisa dilakukan:

Konsumsi makanan nan kaya kalsium dan vitamin D

Kalsium bisa didapat dari susu, keju, ikan, dan sayuran hijau. Vitamin D bisa didapat dari sinar mentari pagi dan beberapa jenis makanan.

Rajin berolahraga

Olahraga tidak hanya menguatkan tulang, tapi juga menguatkan otot dan melatih keseimbangan sehingga akibat jatuh berkurang.

Hindari kebiasaan buruk

Merokok dan minum alkohol berlebihan lantaran bisa melemahkan tulang.

Buat lingkungan rumah lebih aman

Bagi lansia, krusial untuk membikin lingkungan rumah lebih kondusif dengan mengurangi akibat jatuh, misalnya memasang pegangan di bilik mandi alias memastikan lantai tidak licin.

Kesimpulan tentang Patah Tulang

Patah tulang alias fraktura memang kondisi nan cukup serius, tapi dengan penanganan nan sigap dan tepat, sebagian besar kasus bisa sembuh dengan baik.

Yang paling krusial adalah mengenali gejalanya sejak dini, segera memeriksakan diri ke master ortopedi, dan mengikuti semua rekomendasi pengobatan dengan disiplin.

Proses pengobatan mungkin menyantap waktu nan tidak sejenak dan memerlukan kesabaran.

Tapi dengan support tim medis nan baik, termasuk master ortopedi dan fisioterapis, serta komitmen pasien untuk menjalani rehabilitasi, kesempatan untuk kembali beraktivitas normal sangat besar.

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan tulang sebagai upaya pencegahan agar tidak mengalami fraktura di kemudian hari.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Patah Tulang

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik fraktura.

Apa perbedaan antara fraktura tertutup dan fraktura terbuka?

Fraktura tertutup adalah kondisi dimana tulang patah namun kulit di atasnya tetap utuh dan tidak ada luka terbuka.

Sementara fraktura terbuka terjadi ketika ujung tulang nan patah menembus kulit sehingga terlihat dari luar.

Fraktura terbuka lebih rawan lantaran berisiko tinggi terkena jangkitan dari kuman nan masuk melalui luka.

Berapa lama waktu pengobatan fraktura?

Waktu pengobatan fraktura berbeda-beda tergantung usia dan tingkat keparahan.

Anak-anak biasanya sembuh lebih sigap dalam hitungan minggu, sedangkan orang dewasa dan lansia bisa memerlukan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk sembuh total.

Faktor lain nan mempengaruhi adalah letak fraktura, kondisi kesehatan, nutrisi, dan kepatuhan pasien mengikuti rekomendasi dokter.

Apakah semua fraktura kudu dioperasi?

Tidak, tidak semua fraktura memerlukan operasi. Fraktura nan tidak terlalu parah bisa ditangani tanpa operasi dengan langkah imobilisasi menggunakan gips alias bidai.

Operasi baru diperlukan untuk kasus nan parah, fraktura terbuka, tulang nan bergeser signifikan, alias patahan nan melibatkan persendian.

Apa saja tanda-tanda fraktura nan kudu segera diperiksakan ke dokter?

Tanda-tanda fraktura nan kudu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri tulang nan sangat dahsyat dan tiba-tiba
  • Pembengkakan dan perubahan warna kulit menjadi biru alias ungu
  • Bentuk personil tubuh nan tampak tidak normal alias bengkok
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan alias menggunakan bagian tubuh nan cedera

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera periksakan diri ke master ortopedi untuk mendapatkan penanganan nan tepat.

Selengkapnya