Penyebab nyeri bahu pada anak tidak selalu sama dengan orang dewasa. Tulang anak tetap dalam tahap tumbuh, sehingga jenis cedera maupun penanganannya pun berbeda.
Nyeri bahu pada anak sering kali membikin orang tua cemas. Wajar saja, lantaran anak nan biasanya aktif bergerak tiba-tiba mengeluh kesakitan dan susah menggerakkan lengannya.
Artikel ini bakal membantu orang tua memahami apa nan sebenarnya terjadi pada bahu anak dan apa nan perlu dilakukan.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Mengenal Struktur Bahu Anak
Ilustrasi sendi bahu
Bahu bukan sekadar tempat lengan menempel ke tubuh. Di baliknya, ada susunan tulang, otot, dan jaringan lain nan bekerja berbareng agar lengan bisa bergerak bebas ke segala arah.
Bagian-bagian utama bahu anak meliputi tulang selangka (clavicula), ialah tulang nan terbentang dari leher menuju bahu dan sering terasa saat diraba.
Ada juga tulang lengan atas (humerus) nan terhubung ke bahu melalui sendi glenohumeral, ialah sendi utama bahu nan berbentuk seperti bola dan mangkuk.
Di sekitar sendi ini terdapat rotator cuff, ialah kumpulan otot dan tendon nan bekerja menjaga bahu tetap stabil saat bergerak.
Yang membedakan bahu anak dari orang dewasa adalah adanya growth plate alias lempeng pertumbuhan. Ini adalah area di ujung tulang nan tetap berupa tulang rawan dan belum mengeras sepenuhnya.
Area inilah nan membikin tulang anak terus tumbuh, namun sekaligus lebih mudah cedera dibandingkan tulang orang dewasa nan sudah keras dan matang.


Penyebab Nyeri Bahu pada Anak nan Mendadak
Banyak orang tua bertanya kenapa bahu anak sakit tiba-tiba, padahal tidak terlihat ada kejadian nan jelas sebelumnya. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.
Penyebab paling umum adalah jatuh alias tumbukan langsung pada bahu. Kejadian ini bisa menyebabkan dislokasi bahu, ialah kondisi di mana tulang humerus terlepas dari posisi normalnya di dalam sendi.
Kondisi ini sangat menyakitkan dan biasanya langsung terlihat lantaran corak bahu tampak tidak normal.
Selain itu, patah tulang pada clavicula alias humerus juga bisa terjadi, terutama setelah jatuh keras.
Bahu bakal tampak membengkak, memar, dan anak kesulitan menggerakkan lengannya sama sekali.
Yang lebih mengejutkan, nyeri mendadak juga bisa muncul akibat infeksi. Infeksi pada sendi nan disebut septic arthritis alias jangkitan pada tulang nan disebut osteomyelitis bisa menyebabkan nyeri akut nan tiba-tiba meski anak tidak jatuh alias terbentur sebelumnya.
Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Tanpa Cedera
Nyeri bahu pada anak tanpa cedera memang membingungkan. Tidak ada jatuh, tidak ada benturan, tapi anak mengeluh bahu terasa sakit.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh peradangan nan berkembang perlahan di dalam sendi alias jaringan sekitarnya.
Dua jenis peradangan nan umum terjadi adalah bursitis dan tendinitis. Bursitis adalah peradangan pada kantung mini berisi cairan nan berfaedah sebagai alas di sekitar sendi.
Sementara itu, tendinitis alias radang tendon adalah peradangan pada tendon, ialah jaringan nan menghubungkan otot ke tulang.
Keduanya bisa muncul tanpa riwayat cedera nan jelas, terutama pada anak nan banyak beraktivitas bentuk secara berulang.
Kondisi autoimun tertentu juga bisa memicu peradangan sendi pada anak. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sendi sendiri, sehingga menimbulkan nyeri dan pembengkakan bahu.


Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Saat Bahu Diangkat
Jika anak hanya mengeluh sakit ketika mengangkat lengan ke atas, kemungkinan besar ada masalah pada rotator cuff alias kantung bursa di sekitar sendi bahu.
Penyebab bahu anak sakit saat diangkat nan paling sering ditemukan adalah overuse injury pada anak aktif, ialah cedera akibat aktivitas nan terlalu sering diulang tanpa waktu rehat nan cukup.
Anak nan rutin berlatih olahraga seperti renang, bola voli, tenis, alias baseball sangat rentan mengalami kondisi ini lantaran aktivitas mengayun lengan ke atas terus-menerus memberikan tekanan pada jaringan di sekitar sendi bahu.
Jika dibiarkan, cedera olahraga pada anak nan awalnya hanya nyeri ringan bisa berkembang menjadi nyeri kronis nan susah diatasi.
Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Setelah Jatuh
Nyeri bahu pada anak setelah jatuh tidak boleh dianggap remeh. Meskipun anak tampak baik-baik saja setelah kejadian, bukan berfaedah tidak ada cedera di dalam.
Trauma pada anak nan melibatkan bahu bisa merusak growth plate (lempeng pertumbuhan) nan tetap aktif.
Jika kerusakan ini tidak terdeteksi dan tidak ditangani, pertumbuhan tulang anak bisa terganggu dalam jangka panjang.
Patah tulang pada clavicula merupakan salah satu cedera nan paling sering terjadi setelah anak jatuh, terutama saat anak refleks menahan tubuhnya dengan tangan.
Setelah kejadian seperti ini, pemeriksaan rontgen sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi tulang anak, meskipun anak tidak menangis kesakitan sekalipun.
Nyeri Bahu pada Anak Saat Tidur, Pertanda Apa?
Nyeri bahu pada anak saat tidur alias apalagi membangunkan anak di malam hari adalah tanda nan perlu diwaspadai.
Pada umumnya, nyeri akibat kelelahan otot alias cedera ringan bakal mereda saat tubuh beristirahat.
Namun jika nyeri justru terasa lebih parah di malam hari, ini bisa menjadi tanda adanya jangkitan alias peradangan aktif nan serius.
Septic arthritis, misalnya, dikenal kerap menimbulkan nyeri nan memburuk pada malam hari.
Kondisi ini biasanya juga disertai demam, pembengkakan bahu nan terasa hangat saat disentuh, dan anak tampak lemas.
Nyeri kronis nan terus-menerus mengganggu tidur anak bukan sesuatu nan bisa ditunggu sembuh sendiri.


Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Usia Sekolah
Nyeri bahu pada anak usia sekolah mempunyai pola tersendiri. Salah satu penyebab nan sering diabaikan adalah postur tubuh dan beban tas sekolah nan berlebihan.
Tas nan terlalu berat, apalagi dipakai hanya di satu bahu, memberikan tekanan tidak seimbang pada otot dan sendi bahu setiap hari.
Para mahir menyarankan agar berat tas tidak melampaui 10 sampai 15 persen dari berat badan anak, dan sebaiknya selalu menggunakan dua tali bahu.
Selain itu, anak usia sekolah nan mengikuti banyak aktivitas olahraga berisiko mengalami overuse injury pada anak aktif.
Ketika latihan terlalu sering dan terlalu intens tanpa jarak nan cukup, jaringan sekitar sendi bahu tidak punya waktu untuk pulih dan akhirnya mengalami peradangan.
Nyeri Bahu pada Anak, Apakah Berbahaya?
Pertanyaan nyeri bahu pada anak apakah rawan tidak bisa dijawab dengan ya alias tidak secara langsung. Tergantung penyebabnya.
Banyak kasus nyeri bahu anak nan ringan dan bisa sembuh dengan rehat dan perawatan sederhana. Namun ada juga kondisi nan serius dan memerlukan penanganan medis segera.
Orang tua perlu waspada terhadap indikasi nyeri bahu berikut ini:
- Nyeri tidak membaik setelah beberapa hari
- Ada pembengkakan bahu nan jelas alias disertai kemerahan
- Anak mengalami demam berbarengan dengan nyeri bahu
- Lengan anak tidak bisa digerakkan sama sekali
- Nyeri membangunkan anak dari tidur
- Nyeri sudah berjalan lebih dari beberapa minggu
Jika salah satu alias lebih tanda di atas muncul, jangan tunggu lebih lama untuk membawa anak ke dokter.


Kapan Nyeri Bahu Anak Harus ke Dokter?
Memahami kapan nyeri bahu anak kudu ke master sangat krusial agar tidak terlambat dalam penanganan.
Segera konsultasikan ke master ortopedi anak andaikan nyeri berjalan lebih dari satu minggu, anak sama sekali tidak bisa menggerakkan lengannya, ada perubahan corak nan terlihat pada bahu, alias nyeri muncul berbarengan dengan demam dan indikasi lainnya.
Dokter ortopedi anak adalah master ahli nan memang menangani masalah tulang dan sendi pada anak.
Jangan ragu untuk berkonsultasi lebih awal lantaran penanganan nan sigap bakal memberikan hasil nan jauh lebih baik.
Pemeriksaan nan Biasanya Dilakukan Dokter
Saat membawa anak ke dokter, ada beberapa pemeriksaan medis pada anak nan mungkin bakal dilakukan.
- Pemeriksaan rontgen biasanya menjadi langkah pertama untuk memandang kondisi tulang secara umum dan mendeteksi patah tulang alias dislokasi bahu.
- Jika diperlukan gambaran nan lebih detail, master bisa meminta USG muskuloskeletal untuk memandang kondisi jaringan lunak seperti tendon dan ligamen.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging) digunakan ketika master memerlukan info nan lebih komplit tentang seluruh struktur di dalam sendi, termasuk rotator cuff dan growth plate.
- Pada kasus tertentu, Endoskopi Richard Wolf bahu bisa dilakukan, ialah tindakan dengan kamera mini nan dimasukkan ke dalam sendi untuk memandang kondisi di dalamnya sekaligus melakukan perbaikan jika diperlukan.
Cara Mengatasi Nyeri Bahu pada Anak
Cara mengatasi nyeri bahu pada anak disesuaikan dengan penyebabnya.
- Fisioterapi. Untuk kasus ringan hingga sedang, master biasanya bakal merekomendasikan fisioterapi untuk melatih kembali aktivitas bahu dan memperkuat otot-otot di sekitarnya.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen bisa diberikan untuk meredakan peradangan dan nyeri, namun kudu sesuai rekomendasi master lantaran tidak semua obat kondusif untuk semua usia anak.
- Istirahat dari aktivitas nan memicu nyeri, juga merupakan bagian krusial dari proses penyembuhan, terutama untuk anak nan mengalami overuse injury.
Untuk kasus nan lebih berat alias tidak membaik dengan perawatan standar, ada beberapa pilihan penanganan lanjutan nan tersedia:
- Injeksi viskosuplemen dapat membantu melumasi sendi nan bermasalah
- Platelet rich plasma menggunakan komponen dari darah pasien sendiri untuk merangsang pengobatan jaringan.
- Terapi stem cell dan terapi secretome merupakan pendekatan nan lebih baru dan terus berkembang untuk memperbaiki kerusakan jaringan muskuloskeletal
- Radiofrekuensi ablasi bisa dipertimbangkan untuk mengelola nyeri kronis nan tidak merespons perawatan lain.
- Konsumsi antibiotik. Untuk kondisi jangkitan seperti septic arthritis dan osteomyelitis, penanganan dengan antibiotik adalah prioritas utama dan mungkin perlu dikombinasikan dengan tindakan bedah.
- Gips dan brace. Sementara patah tulang pada clavicula alias humerus ditangani dengan gips, brace, alias operasi tergantung seberapa parah kondisinya.


Kesimpulan
Penyebab nyeri bahu pada anak sangat beragam dan tidak selalu mudah dikenali hanya dari penampilan luar.
Mulai dari cedera olahraga, dislokasi bahu, patah tulang, jangkitan tulang, hingga peradangan seperti tendinitis dan bursitis, semua bisa menjadi sumber masalah.
Keberadaan growth plate (lempeng pertumbuhan) nan tetap aktif membikin penanganan pada anak kudu lebih teliti dan tidak bisa disamakan begitu saja dengan orang dewasa.
Sebagai orang tua, perihal terpenting adalah mengenali red flag indikasi nyeri bahu sejak awal dan tidak menunda konsultasi ke master ortopedi anak ketika kondisi anak tidak membaik.
Semakin sigap penyebab diketahui, semakin besar kesempatan anak untuk pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan (FAQ)
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik penyebab nyeri bahu pada anak.
Apa penyebab nyeri bahu pada anak nan paling umum?
Penyebab nyeri bahu pada anak nan paling umum meliputi:
- Cedera akibat jatuh alias benturan
- Overuse injury akibat olahraga berulang
- Peradangan seperti tendinitis dan bursitis
- Infeksi sendi seperti septic arthritis.
Pada anak usia sekolah, beban tas nan terlalu berat juga menjadi salah satu aspek nan sering diabaikan.
Apakah nyeri bahu pada anak berbahaya?
Tidak semua nyeri bahu pada anak berbahaya. Banyak kasus nan berkarakter ringan dan bisa sembuh dengan istirahat.
Namun, kondisi ini perlu diwaspadai jika disertai demam, pembengkakan bahu, keterbatasan mobilitas nan parah, alias nyeri nan membangunkan anak dari tidur.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera konsultasikan ke master ortopedi anak.
Kapan nyeri bahu anak kudu dibawa ke dokter?
Nyeri bahu anak kudu segera dibawa ke master apabila:
- Nyeri berjalan lebih dari satu minggu
- Anak tidak bisa menggerakkan lengannya sama sekali
- Terdapat perubahan corak pada bahu
- Nyeri disertai demam dan indikasi lainnya
Semakin sigap ditangani, semakin besar kesempatan anak untuk pulih sepenuhnya.
Bagaimana langkah mengatasi nyeri bahu pada anak?
Cara mengatasi nyeri bahu pada anak disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk kasus ringan, fisioterapi dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) biasanya sudah cukup membantu.
Untuk kasus nan lebih serius, master dapat merekomendasikan penanganan lanjutan seperti platelet rich plasma, terapi stem cell, injeksi viskosuplemen, alias apalagi tindakan bedah tergantung kondisi anak.

