Seperti nan sudah kita tahu, sejak Windows 10 hingga saat ini di Windows 11, Microsoft sudah membekali sistem operasinya dengan antivirus bawaan berjulukan Microsoft Defender Antivirus, cuma-cuma dan preinstalled tanpa kudu ada konfigurasi tambahan.
Nah oleh lantaran itu, banyak pengguna nan mungkin bertanya, apakah tetap perlu memasang antivirus tambahan dari pihak ketiga? misalkan seperti Norton, Kaspersky alias BitDefender, alias hanya cukup dengan Defender saja?
Mengenai perihal tersebut, jawabannya sih tergantung pada tingkat resiko dan kebutuhan masing masing pengguna, apalagi dengan antivirus paling mahal dan paling canggih-pun, jika pengguna nan teledor sih sistem tetap tidak bakal aman.
Tapi Sejauh Apa sih Kemampuan Microsoft Defender di Windows 11?
Perlu diketahui bahwa Microsoft Defender di Windows 11 bukan lagi antivirus sederhana seperti di era Windows lama apalagi jika dibandingkan dengan Microsoft Virus Removal Tool saat era Windows 7, lantaran saat ini Defender sudah mempunyai fitur canggih seperti:
- Proteksi real time terhadap virus, malware, dan ransomware
- Cloud based protection untuk ancaman terbaru
- SmartScreen untuk memblokir situs dan aplikasi berbahaya
- Firewall dan perlindungan jaringan
- Integrasi penuh dengan sistem Windows tanpa bentrok driver

Beberapa fitur juga bisa diaktifkan secara manual seperti misalkan Memory Integrity, Controlled berkas access, dan lainnya untuk membikin perlindungan makin powerful.
Bahkan dalam beragam pengetesan independen, Microsoft Defender sering mendapat skor perlindungan nan tinggi dan bisa bersaing dengan antivirus berbayar.

Contohnya berasas info dari AV Test pada Oktober 2025 lalu, Microsoft Defender menjadi salah satu Top Product dengan nilai sempurna, baik dari Protection, Performance dan Usability-nya, bersaing dengan Top Product Antivirus lain seperti Kaspersky, Esset, McAfee dan Norton.
Secara umum, untuk pengguna rumahan dengan aktivitas normal, Defender sebenarnya sudah sangat memadai.
Lalu Apakah Antivirus Tambahan Diperlukan?
Jika Anda hanya menggunakan PC untuk kerja kantor, browsing, streaming, gaming, hanya mengistal aplikasi dari sumber resmi dan terpercaya, tidak mengunduh dan menggunakan file bajakan dan ilegal, sudah mengerti minimal dasar keamanan digital, bisa dibilang Antivirus tambahan tidak terlalu diperlukan.
Namun, antivirus tambahan bisa dipertimbangkan jika Anda mengelola banyak info penting, menggunakan PC untuk upaya alias server mini dan memerlukan fitur ekstra. Bahkan jika sudah masuk ke level enterprise, misalkan Anda dapat PC inventaris dari kantor, biasanya levelnya sudah naik lagi dengan sudah menggunakan perlindungan tambahan kelas enterprise seperti Microsoft Defender for Endpoint alias EDR lain seperti Sentinel One Singularity alias CrowdStrike Falcon dan lainnya.
Sementara jika di level rumahan, menggunakan dua antivirus misalkan Microsoft Defender Antivirus dan Kaspersky, biasanya Defender bakal masuk ke mode passive.

Nah Hal tersebut sebenarnya wajar dan memang sudah menjadi sistem bawaan Windows, di mana Microsoft secara otomatis bakal menonaktifkan perlindungan real time Defender ketika mendeteksi antivirus pihak ketiga terpasang. Tujuannya, untuk mencegah bentrok antar engine perlindungan nan bisa berakibat pada performa dan stabilitas sistem itu sendiri.
Jadi kesimpulannya, jika Anda pengguna Windows 11 rumahan dan Anda sudah mengerti minimal keamanan digital, menggunakan Microsoft Defender Antivirus sudah sangat cukup sekali, namun jika Anda mau fitur tambahan, ada biaya ekstra untuk membeli lisensi original, menggunakan antivirus pihak ketiga seperti Kaspersky, Norton, alias Bit Defender bukanlah sebuah masalah.
Semua Kembali ke Pengguna Itu Sendiri!
Tapi kawan-kawan, perlu diingat bahwa sebagus apa pun solusi keamanan nan digunakan, aspek manusia tetap menjadi titik terlemah dari sebuah sistem.
Contohnya nan sering kali menjadi penyebab utama dari jangkitan sistem itu seperti mengistal software bajakan alias crack, klik link sembarangan dari email alias website mencurigakan, mematikan fitur keamanan dan mengabaikan pembaruan penting.
Kesimpulan
Nah Pada akhirnya, Microsoft Defender Antivirus di Windows 11 sudah menjadi solusi keamanan nan sangat layak dan mumpuni untuk sebagian besar pengguna rumahan. Dengan perlindungan real time, integrasi sistem nan baik, serta keahlian penemuan nan terbukti dalam beragam pengetesan independen, Defender tidak lagi bisa dianggap sebagai antivirus bawaan nan sekedar pelengkap.
Selain itu penggunaan antivirus tambahan dari pihak ketiga bukanlah sebuah keharusan, melainkan pilihan nan kembali pada kebutuhan, tingkat risiko, dan kenyamanan masing-masing pengguna. Selama digunakan secara bijak dan tidak dijalankan berbarengan dengan antivirus lain secara real time, antivirus tambahan tetap bisa memberikan nilai lebih melalui fitur-fitur ekstra nan ditawarkan.
Namun perlu diingat, sekuat apa pun solusi keamanan nan digunakan, keamanan sistem tetap sangat berjuntai pada perilaku penggunanya. Menghindari software ilegal, berhati hati terhadap link mencurigakan, serta rutin melakukan pembaruan sistem merupakan langkah dasar nan jauh lebih krusial dibanding sekadar menambah lapisan keamanan.
Dengan kombinasi antara Microsoft Defender nan aktif dan kebiasaan penggunaan nan aman, Windows 11 sudah mempunyai fondasi keamanan nan kuat tanpa perlu biaya tambahan.
Tapi gimana menurutmu guys? komen di bawah.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
1 minggu yang lalu