Kini ada metode pengobatan inovatif osteoarthritis nan disebut terapi platelet rich plasma.
Pengobatan ini bekerja dengan langkah memanfaatkan keahlian alami tubuh kita sendiri untuk menyembuhkan diri.
Nyeri sendi nan tidak kunjung sembuh, terutama lantaran osteoarthritis, memang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Bayangkan saja, aktivitas sederhana seperti naik tangga alias melangkah kaki bisa terasa menyiksa.
Bagi Anda nan mengalami peradangan sendi alias kerusakan tulang rawan, mengetahui tentang platelet rich plasma bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan solusi pengobatan nan lebih baik.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa Sebenarnya Platelet Rich Plasma Itu?
Platelet rich plasma adalah cairan kental nan berasal dari darah Anda sendiri, dengan kandungan trombosit (platelet) nan sangat tinggi.
Mungkin Anda sudah tahu bahwa trombosit bekerja membekukan darah saat kita terluka. Tapi sebenarnya, trombosit punya peran nan jauh lebih krusial dari itu.
Di dalam trombosit tersimpan banyak sekali aspek pertumbuhan (growth factor)—semacam unsur kimia unik nan memberikan sinyal kepada sel-sel tubuh untuk mulai memperbaiki dan membangun kembali jaringan nan rusak.
Lalu gimana langkah membuatnya? Prosesnya cukup sederhana. Pertama, master bakal mengambil sedikit plasma darah dari lengan Anda, persis seperti saat cek darah biasa di laboratorium.
Darah nan sudah diambil kemudian dimasukkan ke dalam mesin unik nan disebut teknologi sentrifus medis.
Melalui proses sentrifugasi darah—yaitu pemutaran berkecepatan tinggi—berbagai komponen dalam darah bakal terpisah-pisah berasas beratnya.
Hasilnya adalah plasma dengan konsentrasi trombosit nan sangat padat, bisa mencapai lima sampai sepuluh kali lebih banyak dibanding darah normal.
Cairan inilah nan kemudian disuntikkan kembali ke bagian tubuh nan bermasalah, misalnya sendi dengkul nan sakit lantaran osteoarthritis.


Cara Kerja Platelet Rich Plasma pada Osteoarthritis
Untuk memahami langkah kerjanya, mari kita pahami dulu apa itu osteoarthritis.
Penyakit ini terjadi ketika tulang rawan (kartilago)—yaitu lapisan lembut dan licin nan melapisi ujung-ujung tulang di persendian—mulai menipis dan rusak.
Bayangkan tulang rawan ini seperti alas lembek nan membikin sendi kita bisa bergerak dengan mulus tanpa bunyi gesekan.
Ketika alas ini aus, tulang bakal bersenggolan langsung satu sama lain. Akibatnya timbul inflamasi sendi, rasa nyeri nan tajam, dan sendi jadi kaku susah digerakkan.
Nah, platelet rich plasma untuk osteoarthritis bekerja dengan tujuan menghentikan alias setidaknya memperlambat kerusakan tersebut, sembari merangsang tubuh untuk memperbaiki sendiri jaringan nan rusak.
Begini langkah kerjanya: saat injeksi PRP disuntikkan ke dalam sendi nan sakit, faktor-faktor pertumbuhan dari trombosit bakal keluar dan mulai bekerja.
Zat-zat ajaib ini bakal memberikan perintah kepada sel-sel di sekitar sendi untuk:
- Membuat kolagen baru, nan merupakan bahan dasar pembentuk tulang rawan
- Mengurangi peradangan nan bisa memperparah kerusakan
- Meningkatkan aliran darah ke area tersebut agar nutrisi dan oksigen bisa sampai dengan baik untuk mendukung proses penyembuhan
Dengan kata lain, terapi PRP untuk sendi tidak hanya menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu.
Lebih dari itu, terapi ini berupaya memperbaiki akar masalahnya dengan mengaktifkan proses pengobatan jaringan nan sudah ada dalam tubuh kita.
Fokus utamanya adalah pada perbaikan tulang rawan nan mengalami kerusakan akibat proses degeneratif.


Seperti Apa Prosedurnya?
Kabar baiknya, prosedur platelet rich plasma tergolong sigap dan tidak terlalu rumit.
Dari mulai pengambilan darah sampai selesai disuntikkan, biasanya hanya butuh waktu kurang dari satu jam.
Anda juga tidak perlu rawat inap di rumah sakit, cukup datang ke klinik master saja.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Pengambilan Darah
Dokter alias perawat bakal mengambil darah dari pembuluh vena di lengan Anda, sekitar 15 sampai 60 mililiter. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan terapi Anda.
2. Proses Pemisahan dengan Mesin Sentrifus
Darah nan sudah diambil dimasukkan ke dalam tabung steril khusus, lampau diputar dengan mesin sentrifus selama beberapa menit.
Putaran sigap ini bakal memisahkan beragam komponen darah, dan hasilnya adalah cairan nan kaya bakal trombosit.
3. Penyuntikan ke Sendi
Dokter ortopedi bakal membersihkan area sendi nan bakal disuntik dengan cairan antiseptik.
Supaya tepat sasaran, biasanya master menggunakan support perangkat USG untuk memandang posisi jarum.
Setelah itu, cairan PRP disuntikkan langsung ke dalam rongga sendi alias jaringan lunak di sekitarnya.
Setelah prosedur selesai, wajar jika Anda merasakan sedikit nyeri alias bengkak di tempat suntikan. Tapi jangan khawatir, ini biasanya lenyap dalam beberapa hari.
Kebanyakan pasien apalagi bisa langsung beraktivitas ringan setelah keluar dari klinik.
Namun, master ortopedi alias fisioterapis mungkin bakal memberikan pedoman unik alias program latihan ringan agar hasil terapinya lebih maksimal.


Manfaat Platelet Rich Plasma untuk Berbagai Kondisi
Ternyata faedah platelet rich plasma tidak hanya untuk osteoarthritis saja.
Dalam bumi terapi ortopedi modern, metode ini sudah dipakai untuk menangani beragam masalah pengobatan cedera muskuloskeletal—yaitu cedera pada otot, tulang, dan sendi.
Beberapa kondisi nan sering ditangani dengan terapi regeneratif ini antara lain:
- Platelet rich plasma untuk cedera lutut, seperti robekan cedera ligamen (misalnya cedera ACL nan sering cedera pada atlet)
- Masalah pada cedera tendon di area dengkul seperti tendinitis patela.
- Mengatasi cedera ligamen di beragam sendi tubuh lainnya
- Masalah pada jaringan lunak seperti otot dan tendon di bahu, siku (contohnya tennis elbow nan sering dialami pemain tenis), alias pergelangan kaki.
Intinya, semua penggunaan terapi ini didasari oleh konsep platelet rich plasma untuk regenerasi jaringan.
Dengan mempercepat proses pengobatan alami tubuh, terapi berbasis darah ini membantu pasien pulih lebih sigap dan kembali menjalani aktivitas normal seperti biasa.
Mana nan Lebih Baik: PRP alias Suntik Steroid?
Ini adalah pertanyaan nan sangat sering ditanyakan pasien. Memang, baik PRP vs injeksi steroid sama-sama diberikan melalui suntikan, tapi langkah kerjanya sangat berbeda.
Suntik steroid (kortikosteroid) bekerja dengan langkah menekan sistem kekebalan tubuh agar peradangan dan nyeri sigap mereda.
Efeknya memang terasa cepat, tapi sayangnya hanya memperkuat sementara. Kalau dipakai terus-menerus alias terlalu sering, steroid justru bisa merusak jaringan, termasuk tulang rawan nan sudah rapuh.
Sebaliknya, PRP untuk nyeri dengkul bekerja dengan langkah merangsang tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa memang efeknya tidak secepat steroid, tapi manfaatnya jauh lebih tahan lama.
Bahkan terapi platelet rich plasma medis bisa memperbaiki struktur jaringan nan rusak secara bertahap.
Yang lebih krusial lagi, PRP tidak melemahkan sistem imun tubuh, melainkan justru memperkuat keahlian tubuh untuk sembuh sendiri.


Apakah Terapi PRP Aman? Apa Efek Sampingnya?
Banyak orang bertanya, terapi PRP kondusif alias tidak? Jawabannya: sangat aman. Mengapa? Karena bahan nan digunakan berasal dari darah Anda sendiri.
Tidak ada bahan asing nan masuk ke tubuh. Jadi akibat alergi alias penolakan tubuh nyaris tidak ada sama sekali.
Lalu gimana dengan pengaruh samping platelet rich plasma? Keluhan nan paling sering muncul adalah nyeri ringan, bengkak, alias kemerahan di tempat suntikan.
Tapi tenang saja, ini biasanya lenyap sendiri dalam beberapa hari tanpa perlu pengobatan khusus.
Risiko jangkitan juga sangat kecil, asalkan prosedurnya dilakukan oleh master nan terlatih dengan peralatan nan steril dan bersih.
Berapa Kali Harus Menjalani Terapi PRP?
Pertanyaan berapa kali terapi PRP dilakukan tidak bisa master jawab dengan nomor pasti untuk semua orang.
Setiap pasien berbeda-beda, tergantung dari seberapa parah kondisinya, gimana respon tubuhnya, dan apa rekomendasi dari master ortopedi nan menangani.
Untuk kasus osteoarthritis di sendi lutut, biasanya memang perlu lebih dari satu kali suntikan.
Umumnya master bakal memberikan satu sampai tiga kali suntikan, dengan jarak beberapa minggu di antara setiap suntikan.
Ada juga pasien nan perlu suntikan ulang setelah beberapa bulan alias apalagi tahun kemudian untuk menjaga hasil terapinya tetap baik.
Makanya, kontrol rutin ke master sangat krusial untuk memantau perkembangan dan menentukan apakah perlu terapi lanjutan alias tidak.


Kesimpulan tentang Platelet Rich Plasma
Terapi platelet rich plasma adalah terobosan besar dalam bumi pengobatan non-bedah untuk masalah sendi dan jaringan lunak.
Sebagai salah satu corak terapi regeneratif, metode ini menawarkan langkah nan unik: memanfaatkan kekuatan pengobatan alami tubuh sendiri tanpa perlu operasi alias obat-obatan kimia nan berat.
Bagi penderita osteoarthritis, terapi ini memberikan angan nyata untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan keahlian mobilitas sendi, dan memperlambat kerusakan tulang rawan nan semakin parah.
Memang tidak semua orang cocok dengan terapi ini, tapi sudah banyak pasien nan merasakan manfaatnya dan bisa menghindari operasi alias ketergantungan pada obat-obatan dalam jangka panjang.
Jadi, jika Anda mengalami nyeri sendi kronis nan tidak kunjung membaik, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan master spesialis.
Tanyakan apakah terapi non-operatif ini cocok untuk kondisi Anda. Siapa tahu, ini adalah solusi nan selama ini Anda cari.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Platelet Rich Plasma
Berikut beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik platelet rich plasma.
Apa itu platelet rich plasma?
Platelet rich plasma adalah cairan nan berasal dari darah pasien sendiri dengan kandungan trombosit nan sangat tinggi.
Trombosit ini menyimpan banyak aspek pertumbuhan nan berfaedah memberikan sinyal kepada sel-sel tubuh untuk memperbaiki dan membangun kembali jaringan nan rusak, termasuk tulang rawan pada sendi.
Bagaimana langkah kerja terapi PRP untuk osteoarthritis?
Terapi PRP bekerja dengan langkah master suntikkan langsung ke sendi nan bermasalah. Faktor pertumbuhan dari trombosit bakal merangsang sel-sel di sekitar sendi untuk:
- Membuat kolagen baru sebagai bahan dasar tulang rawan
- Mengurangi peradangan
- Meningkatkan aliran darah untuk mendukung proses pengobatan alami tubuh
Apakah terapi PRP kondusif dan apa pengaruh sampingnya?
Terapi PRP sangat kondusif lantaran menggunakan darah pasien sendiri, sehingga akibat alergi alias penolakan tubuh nyaris tidak ada.
Efek samping nan paling umum hanya:
- Nyeri ringan
- Bengkak, alias kemerahan di tempat suntikan nan biasanya lenyap dalam beberapa hari
Risiko jangkitan juga sangat mini jika master lakukan dengan prosedur steril nan tepat.
Berapa kali kudu menjalani terapi PRP?
Jumlah sesi terapi PRP berbeda-beda untuk setiap pasien, tergantung tingkat keparahan kondisi dan respon tubuh.
Untuk osteoarthritis lutut, umumnya pasien perlukan satu sampai tiga kali suntikan dengan jarak beberapa minggu.
Beberapa pasien mungkin perlu suntikan ulang setelah beberapa bulan alias tahun untuk mempertahankan hasil terapi.

