Resesi Ubah Kebiasaan Pembelian Saat Ramadhan?

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Apakah mungkin resesi bakal berakibat pada kebiasaan pembelian saat Ramadhan tahun ini?

Seperti nan kita tahu, kondisi ekonomi dunia di tahun 2023 sedang tidak baik-baik saja. Meski pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap dalam pemisah normal, namun tidak bisa di pungkiri bahwa kita tetap ada di bawah bayang-bayang resesi global.

Jadi gimana nasib upaya di bulan Ramadhan tahun ini? Apakah bakal sepi, alias tetap sesuai dengan kebiasaan pembelian saat Ramadhan seperti sebelumnya?

Sentimen Psikologi

Isu resesi dunia membikin sentimen ilmu jiwa tertentu, dimana orang menjadi lebih berhati-hati untuk mengeluarkan uangnya.

Mungkin mendengar, banyak upaya sedang kesulitan untuk bertahan, start up susah mencari modal, harga-harga nan melonjak naik, dan lain sebagainya.

Tentunya, orang-orang bakal terdorong untuk berpikir dan bersiap pada situasi darurat.

Namun ternyata, resesi dunia tidak mengubah inti dari kebiasaan pembelian saat Ramadhan nan sudah terjadi selama beberapa tahun nan lalu.

Mengapa? Masuk ke poin selanjutnya!

Baca juga, Akses Produk Baru dan KUR Untuk UMKM Thrifting 2023

THR Masih di Bagikan

Kebiasaan pembelian dinilai tetap bakal tetap sama, karena tetap banyak perusahaan nan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) pada karyawannya.

Orang-orang tetap mendapatkan “uang kaget” dan bakal tetap menggunakan duit tersebut pada 4 fase ramadhan, ialah pre Ramadhan, awal Ramadhan, Akhir Ramadhan dan pasca Ramadhan.

Semua fase Ramadhan diatas tetap menyedot konsumen nan sangat banyak. Bahkan perusahaan besar biasanya sudah bersiap jauh-jauh hari. Karena bakal banyak pemain baru nan kemungkinan bisa merebut konsumen mereka.

Bagi Anda nan berprofesi sebagai freelancer, tenaga kerja ataupun pebisnis, ada baiknya untuk sama-sama memaksimalkan periode Ramadhan tahun ini.

Karena potensinya sangat besar. Bahkan saking besarnya potensi ini banyak upaya nan 50% omset tahunannya berasal dari sales di bulan Ramadhan.

Jika belum mempunyai bisnis, maka mulailah! Atau punya upaya kecil-kecilan selama Ramadhan? Lanjutkan!

Maksimalkan Cuan di Bulan Ramadhan

Pada momen ini banyak orang nan terdorong untuk membeli hadiah, membeli makanan lezat ataupun merawat diri lebih dari bulan-bulan lain. Tidak ada salahnya kan kita manfaatkan momentum ini?

Ada kenaikan penggunaan sosial media sebesar 41%, online shop naik 79%, banyak juga orang ikut live streaming shopping. Nah Anda bisa memanfaatkan “kolam” alias tempat nongkrongnya para konsumen saat ini.

Meski Ramadhan sudah berjalan, tidak ada salahnya untuk memulai. Namun jika Anda beriktikad untuk mempersiapkan Ramadhan tahun depan juga tidak masalah. Semakin matang persiapan Anda, maka potensi cuannya juga bakal semakin tinggi.

Ada tips nan bisa di lakukan untuk maksimalkan upaya di Bulan Ramadhan, ialah :

Mulailah melakukan online campaign 1 bulan sebelum Ramadhan. Namun jangan hanya terfokus pada bulan Ramahdan saja lantaran konsumen tetap tertarik berbelanja beragam produk pada 1-2 minggu setelah lebaran.

Baca juga, Pengajuan KUR BRI Melesat di Bulan Ramadhan 2023!

Penutup

Jadi jangan khawatir, meski ada resesi dunia kebiasaan pembelian saat Ramadhan bagi masyarakat Indonesia di prediksi intinya bakal tetap sama. Meski pun mungkin ada sentimen ilmu jiwa untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian.

Nah, sudah sampai dimana upaya untuk memaksimalkan cuan di bulan Ramadhan tahun ini?

Jika di rasa belum bisa memanfaatkan Ramadhan tahun ini, tetap ada kok momentum lain nan mempunyai pola pembelian nan mirip dengan Ramadhan. Tapi ingat, lakukanlah persiapan jauh-jauh hari.

Semoga persiapan kita cukup matang dan bisa mendapatkan cuan semaksimal mungkin.

Selengkapnya
Sumber Bisnis Indonesia
Bisnis Indonesia