Penyebab sakit sendi dengkul pada wanita rupanya lebih rumit daripada pria, lantaran melibatkan beragam aspek mulai dari corak tubuh, hormon, hingga kebiasaan sehari-hari.
Memang apa penyebab dengkul sakit alias dengkul nyeri kenapa, padahal Anda merasa tidak pernah jatuh alias mengalami benturan? Keluhan ini rupanya sangat sering dialami oleh kaum wanita.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Kenapa Wanita Lebih Mudah Sakit Lutut?
Anatomi dengkul pada manusia
Ternyata, perbedaan nyeri lutut laki-laki dan wanita memang ada secara medis. Ada dua perihal utama nan membikin wanita lebih rentan: corak tubuh dan pengaruh hormon.
1. Bentuk Tubuh Wanita nan Berbeda
Secara alami, tubuh wanita memang dirancang berbeda dengan pria. Panggul wanita lebih lebar—ini nan membikin corak tubuh wanita lebih melengkung.
Namun, panggul nan lebih lebar ini menciptakan perspektif nan lebih besar antara tulang paha dan tulang kering. Sudut ini disebut perspektif Q oleh para dokter.
Bayangkan garis lurus dari pinggul ke lutut, lampau ke pergelangan kaki. Pada wanita, garis ini tidak lurus, tapi agak membentuk huruf V.
Inilah nan dimaksud dengan biomekanik dengkul nan berbeda. Akibatnya, Patella (tempurung lutut) mendapat tekanan nan tidak merata.
Tekanan nan tidak rata inilah nan membikin wanita sering merasakan sakit dengkul saat naik turun tangga pada wanita, lantaran tempurung dengkul bersenggolan lebih keras dengan tulang di sekitarnya.
Selain itu, ligamen lutut—yaitu tali nan menghubungkan tulang-tulang di lutut—pada wanita condong lebih lentur alias elastis.
Meskipun kelenturan ini bagus untuk beberapa gerakan, sayangnya juga membikin sendi engsel dengkul kurang stabil.
Ligamen ACL & PCL nan lebih lenggang ini membikin dengkul lebih mudah cedera dan lebih sigap mengalami degenerasi sendi alias kerusakan.
2. Peran Penting Hormon Estrogen
Ini dia aspek nan paling membedakan wanita dengan pria: hormon estrogen. Banyak orang hanya tahu estrogen sebagai hormon kewanitaan, padahal hormon ini juga berkedudukan menjaga kesehatan sendi.
Peran hormon dalam kesehatan sendi sangat besar. Estrogen bekerja seperti “pelindung” bagi tulang rawan di lutut.
Hormon ini membantu mengurangi peradangan dan menjaga cairan sendi tetap cukup, sehingga sendi bisa bergerak lancar tanpa gesekan nan menyakitkan.
Perubahan hormon estrogen dan dampaknya bisa langsung dirasakan oleh tubuh. Saat kadar estrogen turun—misalnya menjelang menstruasi—perlindungan ini berkurang.
Inilah kenapa banyak wanita mengalami sakit sendi dengkul saat haid. Lutut terasa lebih kaku, kadang sedikit bengkak, dan lebih nyeri dari biasanya.
Yang lebih serius lagi adalah saat menopause. Sakit dengkul pada wanita menopause adalah keluhan nan sangat umum lantaran produksi estrogen nyaris berakhir total.
Tanpa estrogen, cairan sendi berkurang sehingga pelumas alami dengkul hilang. Tulang rawan juga jadi lebih rentan dan mudah rusak.
Akibatnya, proses degenerasi sendi berjalan lebih cepat, dan akibat osteoarthritis (pengapuran sendi) meningkat tajam.
Jadi, sakit dengkul lantaran hormon estrogen bukanlah mitos, tapi realita medis nan kudu dipahami oleh setiap wanita.


Usia Wanita Berpengaruh pada Kesehatan Lutut
Setiap tahap kehidupan wanita punya tantangannya sendiri untuk kesehatan lutut.
1. Di Usia 30-an
Sakit dengkul pada wanita usia 30 tahun biasanya berasosiasi dengan style hidup nan tetap aktif.
Mungkin lantaran sering olahraga, sering pakai sepatu kewenangan tinggi, alias aktivitas kerja nan mengharuskan banyak berdiri alias berjalan.
Namun, bagi wanita nan kelebihan berat badan, tanda-tanda awal pengapuran sendi sudah bisa muncul di usia ini, terutama sakit dengkul pada wanita obesitas.
2. Di Usia 40-an
Sakit dengkul pada wanita usia 40 tahun mulai lebih sering terjadi. Di usia ini, tubuh mulai memasuki fase perimenopause—masa transisi menuju menopause.
Hormon mulai naik-turun tidak teratur, dan ditambah dengan penuaan dan kesehatan sendi nan mulai menurun, keluhan dengkul jadi lebih sering muncul.
Peradangan sendi lebih mudah terjadi, dan pemulihan setelah aktivitas berat jadi lebih lama.
3. Setelah Melahirkan
Sakit dengkul setelah melahirkan juga bukan perihal aneh. Setelah melahirkan, hormon berubah drastis.
Ditambah lagi, berat badan nan naik selama mengandung memberikan beban ekstra pada dengkul selama 9 bulan.
Belum lagi posisi tubuh nan berubah saat menggendong bayi, menyusui, alias mengurus anak.
Semua ini membikin dengkul bekerja lebih keras, dan bisa menyebabkan pembengkakan dengkul serta nyeri sendi nan berkelanjutan.
Faktor Risiko Sakit Sendi Lutut
Kabar baiknya, tidak semua aspek penyebab sakit dengkul di luar kendali kita. Ada beberapa perihal nan bisa kita ubah untuk mengurangi risiko.
1. Berat Badan Sangat Berpengaruh
Hubungan berat badan dan nyeri dengkul sangat erat. Setiap kali Anda melangkah, dengkul menahan beban 4-6 kali lipat dari berat badan Anda.
Jadi jika berat badan naik 5 kg, dengkul Anda sebenarnya merasakan tambahan beban 20-30 kg setiap kali melangkah!
Ini menjelaskan kenapa sakit dengkul pada wanita obesitas sangat umum terjadi.
Penelitian menunjukkan wanita nan obesitas punya akibat 4-5 kali lebih tinggi mengalami nyeri dengkul akibat osteoarthritis pada wanita dibandingkan nan berat badannya normal.
Untuk mengetahui apakah Berat Badan Anda sudah ideal alias belum, master biasanya menggunakan kalkulasi BMI (Body Mass Index) alias Indeks Massa Tubuh.
BMI dihitung dari berat badan dibagi tinggi badan kuadrat. Wanita dengan BMI di atas 25 (kelebihan berat badan) alias di atas 30 (obesitas) mempunyai akibat jauh lebih tinggi mengalami masalah pada Sendi Lutut.
Tapi ada berita baik: menurunkan Berat Badan apalagi hanya sedikit bisa sangat membantu.
Turun 5 kg saja bisa mengurangi beban pada dengkul secara signifikan dan memperlambat kerusakan pada tulang rawan.
2. Kebiasaan Sehari-hari di Rumah
Gaya hidup dan beban sendi juga perlu diperhatikan. Aktivitas rumah tangga nan tampak sepele rupanya bisa berisiko untuk lutut. Aktivitas rumah tangga dan akibat dengkul meningkat jika Anda sering:
- Jongkok lama saat mencuci alias membersihkan
- Mengepel lantai dengan posisi nan salah
- Naik turun tangga acapkali dalam sehari
- Mengangkat beban berat tanpa teknik nan benar
Semua aktivitas ini memberikan tekanan berulang pada sendi lutut. Jika dilakukan terus-menerus tanpa rehat alias teknik nan tepat, bisa mempercepat kerusakan tulang rawan dan memicu inflamasi kronis pada sendi.


Mengetahui Penyebab Sakit Sendi Lutut
Kalau nyeri sendi berjalan terus-menerus, sebaiknya konsultasi ke Dokter Ortopedi—dokter ahli tulang dan sendi.
Dokter bakal memeriksa dengkul Anda dan mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan seperti:
- X-ray Lutut: untuk memandang kondisi tulang dan ada tidaknya taji tulang
- MRI Lutut: untuk memandang lebih perincian kerusakan pada Tulang Rawan (Cartilage), Ligamen ACL & PCL, dan jaringan lunak lainnya, master bisa meminta pasien menjalani MRI lutut.
Dengan pemeriksaan ini, master bisa tahu apakah nyeri disebabkan oleh inflamasi, osteoarthritis lutut, alias masalah lain, sehingga terapi dengkul nan diberikan bisa lebih tepat.
Cara Mengobati Sakit Sendi Lutut pada Wanita
Setelah tahu penyebabnya, ada beragam langkah mengatasi sakit sendi dengkul pada wanita nan bisa dilakukan:
1. Atur Berat Badan
Ini langkah paling krusial dan paling efektif. Turunkan berat badan secara berjenjang dengan pola makan sehat dan olahraga ringan.
Pilih olahraga nan tidak memberatkan dengkul seperti berenang alias bersepeda statis. Hindari lari alias lompat-lompat jika dengkul sudah bermasalah.
2. Fisioterapi
Fisioterapi sangat membantu untuk jangka panjang. Fisioterapis bakal mengajari Anda latihan unik untuk menguatkan otot-otot di sekitar lutut, terutama otot paha.
Otot nan kuat bakal membantu menopang dengkul dan mengurangi beban pada sendi.
Latihan ini juga memperbaiki langkah Anda bergerak (biomekanik lutut) agar tekanan pada dengkul lebih merata.
3. Obat-obatan
Untuk meredakan nyeri dan peradangan sendi, master mungkin memberikan obat sakit sendi dengkul untuk wanita seperti:
- Obat anti-nyeri dan anti-inflamasi (NSAID)
- Obat pereda nyeri biasa
- Untuk kasus nan lebih berat: suntikan kortikosteroid alias masam hialuronat (cairan pelumas sendi buatan) langsung ke dalam lutut
Terapi dengkul dengan obat-obatan ini kudu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan sebaiknya dikonsultasikan dengan master terlebih dahulu.
4. Operasi
Jika semua langkah di atas sudah Anda coba tapi tidak membantu, dan kerusakan sendi sudah sangat parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi penggantian dengkul bisa jadi pilihan terakhir.


Kesimpulan tentang Sakit Sendi Lutut Pada Wanita
Sakit sendi dengkul pada wanita memang lebih rumit daripada pria.
Dari corak tubuh nan berbeda (biomekanik lutut), pengaruh hormon estrogen nan naik-turun, hingga fase-fase kehidupan seperti menopause dan setelah melahirkan—semuanya membikin wanita lebih rentan mengalami masalah pada Sendi Lutut.
Tapi dengan memahami apa penyebab dengkul sakit dan dengkul nyeri kenapa, Anda bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Jaga Berat Badan ideal dengan memantau BMI Anda secara berkala, perhatikan langkah melakukan aktivitas sehari-hari, dan jangan ragu konsultasi ke master jika nyeri tidak kunjung membaik.
Ingat, menjaga kesehatan dengkul bukan hanya soal menghindari rasa sakit, tapi juga menjaga kualitas hidup Anda agar bisa terus aktif dan produktif di segala usia.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Sakit Sendi Lutut Pada Wanita
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik sakit sendi dengkul pada wanita.
Mengapa wanita lebih rentan mengalami sakit dengkul daripada pria?
Wanita lebih rentan lantaran dua aspek utama: struktur tubuh dan hormon. Panggul wanita nan lebih lebar membikin perspektif Q (antara tulang paha dan kering) lebih besar, sehingga tekanan pada tempurung dengkul tidak merata.
Selain itu, ligamen dengkul wanita lebih lentur sehingga sendi kurang stabil. Faktor hormonal, terutama:
- Fluktuasi estrogen saat menstruasi
- Penurunan drastis saat menopause
Dua perihal tersebut juga membikin tulang rawan dan cairan sendi berkurang, meningkatkan akibat peradangan dan pengapuran sendi.
Apa hubungan antara berat badan dan nyeri lutut?
Berat badan sangat berpengaruh terhadap kesehatan lutut. Setiap kilogram tambahan berat badan memberikan tekanan 4-6 kali lipat pada dengkul saat berjalan.
Misalnya, jika berat badan naik 5 kg, dengkul merasakan beban tambahan 20-30 kg setiap melangkah.
Wanita dengan BMI di atas 25 alias obesitas mempunyai akibat 4-5 kali lebih tinggi mengalami nyeri dengkul dan osteoarthritis.
Menurunkan berat badan apalagi hanya 5 kg dapat mengurangi beban dengkul secara signifikan.
Bagaimana langkah mengatasi sakit sendi dengkul pada wanita?
Ada beberapa langkah mengatasi sakit lutut:
- Mengatur berat badan melalui pola makan sehat dan olahraga ringan seperti berenang alias bersepeda
- Fisioterapi untuk menguatkan otot-otot di sekitar dengkul dan memperbaiki langkah bergerak
- Obat-obatan seperti anti-inflamasi (NSAID) alias suntikan cairan pelumas sendi sesuai resep dokter
- Operasi penggantian dengkul sebagai pilihan terakhir jika kerusakan sendi sudah sangat parah.
Mengapa banyak wanita mengalami sakit dengkul saat menstruasi alias menopause?
Sakit dengkul saat menstruasi terjadi lantaran penurunan kadar hormon estrogen menjelang menstruasi. Estrogen berfaedah sebagai pelindung tulang rawan dan mengurangi peradangan sendi.
Saat kadarnya turun, perlindungan ini berkurang sehingga dengkul terasa lebih kaku dan nyeri.
Pada masa menopause, produksi estrogen nyaris berakhir total, menyebabkan cairan pelumas sendi berkurang dan tulang rawan menjadi rapuh.
Kondisi ini mempercepat proses degenerasi sendi dan meningkatkan akibat osteoarthritis secara signifikan.

