Santiment Catat Tiga Ledakan Tarif Yang Guncang Arah Sentimen Kripto

Sedang Trending 18 jam yang lalu

– Perbincangan soal tarif kembali meledak di media sosial organisasi mata uang digital setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif dunia 15 persen untuk seluruh impor. Menurut firma analitik on-chain Santiment, lonjakan perhatian terhadap kata ‘tarif’ bukan sekedar kebisingan, melainkan sinyal sentimen ritel nan kerap beriringan dengan perubahan arah pasar, terutama ketika narasi geopolitik menabrak ekspektasi moneter.

Dalam salah satu pembaruan, Santiment menyebut ada tiga momen selamat setahun terakhir ketika buletin tarif memicu reaksi ritel nan sangat besar di X, Reddit, Telegram dan platform lain.

“Polanya selalu berulang, ialah ketika rumor tarif menjadi arus utama dan ketakutan mencapai puncak, pasar mata uang digital condong masuk fase volatilitas nan susah ditebak, dengan ritel nan sering menjadi pihak nan paling reaktif,” ungkap Santiment, Selasa (23/2/2026).

Santiment menunjuk bulan April 2025 sebagai contoh pertama. Saat itu, Trump mengumumkan tarif baru nan spesifik per negara, termasuk tarif tinggi untuk China dan tarif besar untuk beberapa mitra jual beli lain.

“Reaksi ritel saat itu seperti ketakutan massal nan mendorong banyak pelaku meninggalkan mata uang digital dan melikuidasi posisi di momen nan justru bertepatan dengan bottom pasar,” ujarnya.

Firma analistik tersebut menambahkan, kepanikan nan seragam sering kali menciptakan kesempatan lantaran tekanan jual ritel mengering setelah fase takut maksimal terjadi.

Baca Juga: Grey perluas jasa perbankan upaya dengan akun USD dan support stablecoin

Setelah itu, momen kedua terjadi pada Oktober 2025, hanya beberapa hari setelah Bitcoin mencetak rekor di sekitar US$ 126.000. Santiment mencatat adanya lonjakan pembicaraan tarif lagi ketika Trump mengumumkan tarif ekstrem untuk impor dari Cina, sebelum kemudian menariknya kembali dua hari setelahnya.

“Dinamika ‘on-again, off again’ ini memperparah kegugupan pasar. Banyak trader mengira situasinya bakal mengulang pola April, sebagai kesempatan beli. Namun pada kenyataannya periode tersebut justru menjadi salah satu kesempatan terakhir bagi ritel untuk menjual Bitcoin di atas level tinggi sebelum pasar memasuki penurunan nan panjang,” kata Santiment.

Puncak perhatian terbaru datang pada Februari 2026, ketika Trump mengumumkan tarif dunia 15 persen nan memicu gelombang obrolan baru dan diikuti tindakan jual Bitcoin.

Santiment menilai bagian kali ini lebih rumit lantaran terjadi di tengah ketegangan politik-hukum nan lebih besar, sehingga meningkatkan akibat volatilitas nan dinilainya tidak rapi dan susah diperdagangkan.

“Dalam kerangka kami, pasar mata uang digital sekarang semakin sensitif terhadap buletin geopolitik dan kebijakan makro. Komunitas mata uang digital juga sedang menghadapi jenis akibat nan lebih mirip pasar tradisional dibanding beberapa tahun lalu,” pungkas Santiment.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya