Solo Mining Kembali ‘jackpot’, Peluangnya Disebut Setara 21 Tahun Menambang

Sedang Trending 1 hari yang lalu

– Seorang penambang Bitcoin (BTC) nan hanya menyewa daya komputasi senilai US$ 75 sukses menembus kesempatan ekstrem dengan menemukan satu blok secara solo, dan mengantonigi bingkisan lebih dari 3,1 BTC alias sekitar US$ 200.000 pada Selasa awal hari.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pasar bahwa meski kebanyakan blok sekarang dimenangkan oleh pool raksasa, ‘keberuntungan lotre’ tetap bisa terjadi, meski sangat jarang.

Menurut laporan, penambang tersebut menyewa kapabilitas minimum 1 petahash per detik (PH/s) melalui marketplace sewa hash power milik Braiins, nan memungkinkan pengguna menyewa keahlian menambang Bitcoin tanpa perlu memasang alias mengoperasikan perangkat keras sendiri.

Dengan kondisi hashrate jaringan Bitcoin saat ini, kesempatan untuk sukses pada kapabilitas seperti itu diperkirakan hanya terjadi sekitar 1 dari 1,1 juta blok, alias setara kira-kira 21 tahun ‘menambang’ dalam kalkulasi statistik, berasas perkiraan dari SoloChance.com.

Kemenangan penambang solo memang nyaris selalu dianggap seperti bermain lotre. Dalam sistem proof-of-work, penambang bersaing memecahkan teka-teki kriptografi untuk menambahkan blok baru ke blockchain.

Karena peluangnya berjuntai pada besaran hash power, sebagian besar blok secara praktis jatuh ke tangan pool besar nan mengumpulkann daya komputasi sangat masif. Itu sebabnya ketika penambang mini menang, efeknya langsung viral, bukan lantaran modelnya ekonomis untuk banyak orang, melainkan lantaran probabilitasnya nan sangat timpang.

Baca Juga: Klaim Serangan AS terhadap Iran Picu Waspada Baru di Pasar Kripto

Meski begitu, ‘jackpot’ semacam ini belakangan muncul beberapa kali. Pada Januari, dua penambang solo sama-sama meraih bingkisan lebih dari 3,1 BTC, sementara pada Desember satu penambang lain juga sukses mengalahkan kesempatan untuk mengantongi reward ratusan ribu dolar berasas nilai BTC saat itu.

Frekuensi nan tampak meningkat ini lebih mencerminkan besarnya jumlah percobaan (lebih banyak orang mencoba), bukan berfaedah peluangnya menjadi mudah.

Peristiwa ini juga terjadi di tengah meningkatnya hashrate jaringan Bitcoin nan membikin penambangan kian kompetitif. Data Bitinfo menunjukkan rata-rata hashrate harian sekarang berada 1,1 zettahash per detik (ZH/s). Pada periode nan sama tahun lalu, hashrate berada di sekitar 730 exahash per detik (EH/s), sekitar 61 persen dari kapabilitas saat ini.

Dengan kata lain, jaringan makin kuat dan kesempatan penambang mini menang secara statistik makin ‘keras’, sehingga kemenangan solo dengan sewa murah menjadi semakin mencolok.

Di sisi industri, lanskap penambangan juga ikut bergeser. Sebagian penurunan pangsa pool Amerika Utara pada 2025 disebut berangkaian dengan perpindahan perhatian beberapa pelaku, dari menambang BTC ke kesempatan AI compute nan permintaannya terus naik. Beberapa penambang publik apalagi disebut mulai merapikan strategi, dari mengurangi operasi penambangan hingga mengevaluasi alokasi ke upaya komputasi AI.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya