– Salah satu analis mata duit mata uang digital nan biasanya terkenal optimis, ialah Michael van de Poppe baru-baru ini memberikan pembaruan bersuara pesimis. Pasalnya, dalam salah satu postingan terbarunya di media sosial X, dia mengkalim bahwa pasar mata uang digital saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Berdasarkan hasil analisa nan dilakukan, Poppe menilai kondisi pasar dunia sedang jauh dari kondusif dan Bitcoin pun ikut tersertet. Ia menuturkan, Bitcoin kembali breakdown ke dalam range lama dan mulai turun tajam di tengah meningkatnya ketegangan politik, saat penanammodal condong memilih aset nan dianggap lebih aman.

“Suasana pasar saat ini memasuki fase ‘peak fear’. Saya memandang gimana emas terus mencetak kenaikan besar dari pekan ke pekan,” ungkap Poppe, Selasa (20/1/2026).
Di saat nan sama, serangkaian agenda tingkat tinggi seperti World Economic Forum di Davos juga membikin sentimen makin rapuh. Poppe apalagi menyinggung adanya kemungkinan pertemuan tambahan para pemimpin bumi pada Kamis mendatang, nan menurutnya bisa menjadi pemicu headline berikutnya.
Di sisi teknikal, Poppe juga memandang Bitcoin pada grafik 4 jam sedang mengambil likuiditas di area low dan mulai menyentuh area support potensial.
“RSI di timeframe diagram 4 jam sudah sedalam kondisi ‘oversold’ seperti saat Bitcoin ambruk menuju US$ 80.000 pada fase sebelumnya. Kombinasi ini membuka kesempatan terjadinya pantulan jangka pendek,” ujarnya.
Meski begitu, Poppe memberi garis tegas, ialah pantulan semacam itu tidak secara otomatis berfaedah pembalikan tren.
“Yang mungkin terjadi adalah bounce sementara, bukan reversal. Pasalnya, untuk betul-betul berbalik arah, maka Bitcoin tetap kudu menembus dan merebut kembali lebih banyak level di atasnya,” kata Poppe.
The markets are not great. #Bitcoin breaks down into the range and starts to plummet as geopolitics getting worse.
Peak fear happening all over the place, with Gold printing double digit gains week after week.
Davos happening now, additional meeting on Thursday (perhaps)… pic.twitter.com/NeDUNhdklv
Baca Juga: Pola Bear Flag Terbentuk di Bitcoin, Ini Kata Analis
Sementara itu pada pembaruan lainnya, Poppe juga menyebut bahwa dirinya memandang potensi pemulihan jangka pendek di pasar kripto saat ini. Namun, pemulihan tersebut sangat berjuntai pada dua indikator, ialah yield obligasi pemerintah Jepang dan nilai emas.
“Tanpa perbaikan di dua chart itu, tekanan di aset beresiko seperti Bitcoin bisa saja terus berlanjut,” paparnya.
Dalam komentarnya juga, dia menyebut yield Jepang sedang meluncur seperti roket. Kenaikan yield nan terlalu sigap biasanya menandakan ada sesuatu nan ‘retak’ di sistem, lantaran biaya duit naik dan likuiditas bisa mengetat.
Dalam kondisi seperti itu, penanammodal condong mengurangi eksposur ke aset volatil. Poppe menjelaskan, bank sentral kemungkinan kudu turun tangan untuk meredam kenaikan lebih lanjut, dan dia memperkirakan respon semacam itu tidak bakal memperkuat terlalu lama jika pergerakan yield terus ekstrem.
Indikator kedua adalah emas. Jika emas terus naik, Poppe membaca itu sebagai tanda ‘kepanikan maksimum’ alias setidaknya gelombang risk-off nan kuat, ketika biaya mengalir ke aset defensif.
“Situasi semacam ini mengenai sekali dengan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kembalinya pasar ke kondisi normal kemungkinan butuh meredanya ketidakpastian, termasuk rumor nan belakangan ramai mengenai Greenland,” pungkas Poppe.
In order to be having any form of relief on the #Crypto markets, we need to monitor two charts.
1 – Japanese Yield. This is on a rocket upwards and that means something breaks. The Central Banks need to step in to avoid a further rally, won't be taking long until this happens.… pic.twitter.com/KPg6CEqZCb
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu