– Ketika Bitcoin (BTC) melemah, satu narasi lama kembali beredar di kalangan trader, ialah perusahaan Strategy (dulu MicroStrategy) bakal ambruk di siklus ini. Ada nan menyebut periode kehancuran di US$ 50.000, ada nan menurunkannya ke US$ 40.000, apalagi beberapa pekan lampau ada nan percaya semuanya bakal runtuh jika Bitcoin turun di bawah US$ 76.000.
Namun menurut salah satu influencer mata duit mata uang digital di media sosial X berjulukan Crypto Rover, info neraca perusahaan justru memberi cerita nan berbeda.

Rover menilai kepanikan tersebut lahir dari kesalahpahaman soal struktur finansial Strategy. Ia menyoroti komparasi paling mendasar, ialah nilai kepemilikan Bitcoin perusahaan versus total utang.
“Cadangan Bitcoin Strategy saat ini berbobot sekitar US$ 49,4 miliar, sementara total utang perusahaan berada di kisaran US$ 8,2 miliar,” ungkap Rover.
Artinya, aset mata uang digital nan mereka pegang disebut tetap beberapa kali lipat lebih besar daripada tanggungjawab utangnya, sehingga penurunan nilai Bitcoin, meski tajam, tidak otomatis mengubah situasi menjadi krisis solvabilitas ‘besok pagi’.
Poin kedua nan sering disalahartikan, menurutnya adalah bahwa perusahaan bakal terpaksa menjual Bitcoin untuk bayar tanggungjawab dividen. Ia menyatakan Strategy telah menyiapkan persediaan kas dolar Amerika sekitar US$ 2,25 miliar, nan menurut perhitungannya cukup menutup dividen sekitar 2,5 tahun tanpa perlu melepas Bitcoin sama sekali.
“Tekanan dividen tidak kudu diterjemahkan sebagai pemicu jual paksa dalam waktu dekat,” ujarnya.
Yang tak kalah penting, lanjut Rover, adalah agenda jatuh tempo utang. Di media sosial, resiko utang kerap digambarkan seolah-olah perusahaan menghadapi ‘tembok pembayaran’ dalam hitungan bulan. Padahal menurut Rover, jatuh tempo terdekat baru muncul pada September 2028, disusul Desember 2029, dan nan terakhir Juni 2032.
“Jeda waktu ini, memberi ruang bagi perusahaan untuk mengelola struktur permodalan, dan jika pasar mengikuti pola siklus historis Bitcoin, kondisi nilai pada periode tersebut bisa sangat berbeda dari situasi saat ini,” kata Rover.
Baca Juga: Harga Bitcoin Terpukul Tajam, Data On-chain Ungkap Lonjakan Jual Rugi
Dirinya juga menyinggung skenario ekstrem nan sering dipakai untuk menakut-nakuti investor, ialah Bitcoin memperkuat sangat rendah selama bertahun-tahun. Dalam perihal ini, dia mengakui perusahaan tersebut pernah menyatakan bahwa jika Bitcoin ‘sangat rendah’ selama 3 hingga 5 tahun, penjualan sebagian persediaan bisa dipertimbangkan.
Akan tetapi, Rover menekankan itu adalah rencana kontijensi, bukan skenario dasar, dan perusahaan disebut justru membangun alas kas untuk menghindari kondisi jual paksa.
Selain itu, dia membantah gelombang rumor soal perpindahan Bitcoin Strategy ke bursa nan dianggap sebagai tanda bakal melakukan likuidasi. Menurutnya, banyak tangkapan layar nan viral berkarakter keliru tafsir alias tidak terkonfirmasi.
“Sejauh nan saya lihat, tidak ada bukti penjualan besar-besaran nan konsisten dengan narasi ‘pintu keluar sudah dibuka’,” paparnya.
Sebagai pembanding, Rover membujuk publik menengok 2022. Saat itu, rata-rata nilai beli Strategy disebut berada di sekitar US$ 30.000, sementara Bitcoin sempat jatuh jauh di bawah level tersebut dan memperkuat lemah cukup lama. Namun, Rover menegaskan perusahaan tidak melakukan panic sell.
“Satu-satunya tindakan jual nan pernah terjadi kala itu berangkaian dengan tax-loss harvesting dalam jumlah terbatas dan kemudian dibeli kembali, sebuah “uji stres” historis nan menunjukkan perusahaan bisa memperkuat dalam drawdown berat,” pungkas Rover.
🚨 MICROSTRATEGY WILL GO BANKRUPT THIS CYCLE
Everyone is saying the same thing right now.
But the info tells a very different story.
For the past few months, one narrative keeps spreading every time Bitcoin drops:
Strategy will go bankrupt this cycle.
Some say bankruptcy… pic.twitter.com/sNyW4c4A6p
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 minggu yang lalu