Bitcoin Bakal Senantiasa Dump Sepanjang 2026, Kata Trader Ini

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

– Tekanan jual nan terjadi pada aset Bitcoin (BTC) dinilai tetap jauh dari kata selesai. Hal ini disampaikan oleh salah satu trader di platform X dengan nama akun ‘WimarX’, nan menyebut bahwa pasar tetap beresiko melanjutkan penurunan sepanjang 2026, dengan kesempatan terbentuknya ‘dasar siklus‘ (cycle low) nan baru pada paruh akhir tahun.

Dalam unggahan terbarunya, Wimar menyebut banyak penanammodal terlalu terpaku pada harga, padahal waktu sering kali memberi petunjuk nan sama pentingnya. Ia mengaku memantau Bitcoin lewat dua sumbu, ialah waktu dan harga.

“Pendekatan ini membantu penanammodal tidak ‘ketinggalan kereta’ ketika pasar sedang berbalik arah,” ungkap Wimar.

Wimar merujuk pada pola historis jarak waktu dari puncak (ATH) ke titik terendah siklus pasca-halving. Ia mencatat rentang tersebut pernah berada di kisaran 363-406 hari pada siklus 2012, 2016 dan 2020. Jika pola itu kembali berulang, dia menilai jarak waktu dengan probabilitas tinggi untuk dasar siklus berikutnya berada di Oktober hingga November 2026.

“Di sisi lain, level nilai juga mulai masuk area nan menarik. Saya sendiri sudah mulai mengakumulasi sejak Bitcoin memasuki area US$ 60.000, meski pembentukan bottom sesungguhnya bisa saja belum terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Pantulan Bitcoin Muncul di US$ 60.000, Tapi Kelanjutan Naik Masih Lemah

Akumulasi ini didasarkan pada argumen nan sederhana, ialah menunggu ‘harga sempurna’ sering membikin penanammodal justru tidak kebagian fase awal pemulihan.

Namun, dia juga tidak menutup kemungkinan penurunan berlanjut. Dalam skenario nan lebih dalam, Wimar menyebut kisaran US$ 45.000 hingga US$ 50.000 sebagai sasaran dasar nan lebih meyakinkan menjelang akhir 2026, terutama jika parameter on-chain menunjukkan tanda-tanda kapitulasinya betul-betul matang.

Salah satu parameter nan disoroti oleh Wimar adalah NUPL (Net Unrealized Profit/Loss), metrik on-chain nan kerap digunakan untuk membaca kondisi profit/loss nan belum terealisasi di jaringan.

“Zona tertentu pada NUPL secara historis pernah muncul dekat titik dasar besar seperti 2018, masa crash Covid-19 hingga 2022. Saat ini, Bitcoin belum memasuki area nan biasanya menandai dasar siklus, sehingga ruang pelemahan tetap terbuka,” pungkas Wimar.

🚨 BITCOIN WILL KEEP DUMPING IN 2026

Here's my thesis on the next cycle bottom timing.

And it's not just about price.

I track BTC on 2 axes.

TIME + PRICE.

Most people only watch price.
That's why they every time MISS the best entries.

First, the TIME axis.

Days from ATH to… pic.twitter.com/99oAiveoEJ

— Wimar.X (@DefiWimar) February 8, 2026

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya