Bitcoin Tergelincir Ke Us$ 63.000, Analis Beri Kisi-kisi Pergerakan Selanjutnya

Sedang Trending 19 jam yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali tertekan hingga turun ke sekitar US$ 63.000, memicu aksi keuntungan taking di kalangan trader nan sebelumnya mengambil posisi short. Salah satu analis teknikal populer, ialah Lennaert Snyder mengatakan dia telah menutup 80 persen dari posisi short swing dan day trade miliknya di area tersebut, sembari menyisakan 20 persen untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan lanjutan menuju titik terendah terbaru.

“Volatilitas kali ini dipicu oleh ketegangan geopolitik, sehingga saya tidak perlu terburu-buru membuka posisi baru,” ungkap Snyder.

Ia juga menegaskan tidak aktif trading saat akhir pekan, dan lebih memilih menunggu struktur nilai nan lebih jelas memasuki pekan depan.

Fokus utama Snyder ada pada reaksi pasar jika Bitcoin menembus low US$ 62.422. Menurutnya, jika level itu ‘diambil’ lampau muncul sinyal pembalikan dengan probabilitas tinggi, dia mempertimbangkan untuk long dengan sasaran ke area likuiditas di sekitar US$ 65.686.

“Level ini merupakan magnet likuiditas jangka pendek nan wajar nan disentuh jika terjadi pantulan,” ujarnya.

Namun Snyder juga menyiapkan skenario lanjutan setelah level US$ 65.686 diuji. Jika nilai melakukan retest dan muncul konfirmasi penolakan, dia bakal kembali mencari setup short. Sebaliknya, jika nilai justru bisa reclaim level tersebut dan bertahan, dia membuka kesempatan untuk tetap long mengikuti perbaikan struktur.

“Saat kita menguji ulang level sekitar US$ 65.686, saya mencari kesempatan jual setelah konfirmasi alias beli setelah pemulihan,” kata Snyder.

$BTC dumped all the way to ~$63,000.

Closed 80% of both my swing- and daytrade shorts here. Keeping 20% open for potential runs to new lows.

Geopolitical tensions caused volatility, so I'm not rushing into trades here. Also, I don't trade during the weekends.

For next week,… pic.twitter.com/gxTJXhuk5K

— Lennaert Snyder (@LennaertSnyder) February 28, 2026

Baca Juga: Bitcoin vs Emas, Analis Fidelity Nilai Emas Mahal Relatif terhadap BTC

Sementara itu, analis lain berjulukan ‘More Crypto Online’ menilai Bitcoin kemungkinan sudah membentuk local low dan sekarang bergerak menuju area resistensi pertama di US$ 65.609 hingga US$ 68.457. Ia menekankan bahwa support nan dipantau selama tiga pekan terakhir tetap bertahan, dengan nilai tetap berada di atas US$ 62.594.

“Selama level itu tidak jebol, struktur besar tetap berupa sideways range (konsolidasi lebar), bukan tren naik nan betul-betul baru,” paparnya.

Namun, dia juga memperingatkan bahwa pasar tetap menyimpan resiko penurunan lanjutan. Fokusnya saat ini adalah mencari penurunan lima gelombang (five-wave decline) pada timeframe rendah.

Jika pola itu muncul, probabilitas meningkat bahwa Bitcoin bisa memasuki gelombang kelima nan lebih besar ke bawah.

“Satu langkah untuk mengurangi resiko downside dalam waktu dekat adalah break nan bersih melewati area resistensi,” paparnya.

Menariknya, dia menyisipkan pelajaran singkat soal mikrostruktur dalam pasar nan bergerak sideways. Dalam range multi-minggu, menurutnya, wajar jika setup mini di timeframe rendah sering ‘rusak’, banyak overlap, memicu fakeout dan membatalkan impuls mini dengan cepat.

“Pergerakan lima gelombang pada pola chart 15 menit tidak otomatis berfaedah tren besar, lantaran ‘derajat’ gelombang dan konteks timeframe lebih tinggi jauh lebih menentukan,” tulis More Crypto Online.

$BTC
Bitcoin appears to have formed a local low and is now moving toward the first resistance zone between $65,609 and $68,457. The support we’ve tracked for the past three weeks continues to hold, with price staying above $62,594. As long as that level remains intact, the… pic.twitter.com/1sSwdqUEMm

— More Crypto Online (@Morecryptoonl) February 28, 2026

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya