Bitcoin Terjebak Bull Trap? Ini Penjelasan Analis

Sedang Trending 16 jam yang lalu

– Salah satu analis terkenal di media sosial X, nan dikenal dengan nama ‘Doctor Profit’ kembali memaparkan pandangannya mengenai pergerakan Bitcoin (BTC) dalam laporan terbarunya berjudul ‘The Big Sunday Report: All We Need to Know”.

Dalam laporannya ini, dia menilai pasar saat ini tetap berada dalam fase bearish dengan potensi lanjutan dalam waktu mendatang.

Doctor Profit menjelaskan, sejak September 2025 dirinya telah memproyeksikan pergerakan Bitcoin, termasuk area short di kisaran US$ 115.000 – US$ 125.000 serta sasaran awal di US$ 100.000 nan sukses tercapai. Setelah itu dia memperkirakan fase sideways sebelum penurunan ke level US$ 60.000 nan menurutnya terjadi sesuai prediksi.

Saat ini, Bitcoin dinilai tetap bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$ 57.000 hingga US$ 87.000.

Kenaikan nilai ke sekitar US$ 76.000 nan kemudian diikuti penurunan tajam ke US$ 68.000 disebut sebagai bagian dari “bull trap” sebelum tren turun berlanjut.

Dari sisi strategis, dia mengaku telah melepas posisi beli di area US$ 68.000 dan sekarang mempertahankan posisi short utama dari kisaran US$ 115.000 – US$ 125.000. Selain itu, dia juga menyiapkan tambahan posisi short di area US$ 79.000 – US$ 84.000 dengan leverage.

“Kondisi pasar saat ini tidak hanya bearish untuk Bitcoin, namun juga untuk pasar saham global,” ungkap Doctor Profit.

Dalam perihal ini, dia menyoroti tekanan likuiditas, resiko di pasar repo, serta ketidakseimbangan antara nilai futures dan pasokan bentuk pada komoditas seperti emas dan perak.

“Selain itu, sektor saham berbasis kepintaran buatan (AI) sudah overvalued. Posisi short di sektor tersebut sejak November dan sebagian telah mengalami penurunan hingga 30-40 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Bitcoin Jatuh di Bawah US$ 68.000 Usai Ancaman Trump ke Iran

Di tengah kondisi tersebut, Doctor Profit menyebut hanya beberapa aset nan tetap menunjukkan prospek positif, seperti saham energi, minyak, dan logam fisik. Ia juga mengaku tetap memegang posisi long pada minyak sejak level US$ 84.

Lebih lanjut, dia memperkirakan pergerakan besar berikutnya untuk Bitcoin tetap mengarah ke bawah. Kenaikan nilai dalam jangka pendek dinilai sebagai upaya pelaku pasar untuk mengumpulkan likuiditas sebelum kembali menekan harga.

“Pun dengan hasil pertemuan The Fed, ada indikasi penundaan perubahan suku kembang hingga Desember 2026. Kondisi tersebut ditambah dengan tekanan inflasi, nan dapat meningkatkan ketidakpastian pasar,” kata Doctor Profit.

Dalam perihal ini, dia mengingatkan penanammodal untuk mengendalikan emosi dalam menghadapi volatilitas pasar. Menurutnya, manipulasi pasar berpotensi meningkat sebelum terjadi pergerakan besar berikutnya.

Ia menegaskan bahwa sasaran penurunan jangka panjang tetap mengarah ke level lebih rendah (target 3), sebagaimana ditunjukkan dalam kajian grafiknya. Hingga saat ini, dia belum menempatkan posisi beli di area US$ 57.000 hingga US$ 60.000 dan tetap konsentrasi pada strategi short.

“Pasar saat ini sangat dipengaruhi emosi. Penting untuk tetap logis dan disiplin,” pungkas Doctor Profit.

#Bitcoin – What’s Next?

The Big Sunday Report: All We Need to Know🚩

TA / LCA / Psychological Breakdown: Since September 2025, I have been sharing my outlook and expectations for Bitcoin and how things would unfold over the coming months. At the short entry of 115–125K, I first… pic.twitter.com/tcLWBj7PAv

— Doctor Profit 🇨🇭 (@DrProfitCrypto) March 22, 2026

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya