Beberapa waktu kebelakang ini kita sering kali mendengar ungkapan Microslop sebuah julukan nan terinspirasi dari istilah “AI slop” (konten AI berbobot rendah) nan juga menggemakan kekecewaan segmen pengguna lama atas integrasi Copilot nan dianggap terlalu dipaksakan ke setiap perspektif ekosistem Windows dan Microsoft 365.
Baca Juga : Tagar Microslop Jadi Trending, Kenapa?
Namun kawan-kawan, dalam nomor laporan FY26 Q2, Copilot faktanya telah mencapai 15 juta paid seats untuk Microsoft 365 Copilot dengan metrik penggunaan nan bisa dibilang meroket.
Berdasarkan laporan yang diumumkan, percakapan rata-rata per pengguna meningkat dua kali lipat, pengguna aktif harian aplikasi Copilot juga naik tiga kali dan pengguna aktif harian Microsoft 365 Copilot melonjak 10x, selain itu penambahan seats Copilot naik 160% (YoY).
Nah selain itu, pengguna enterprise skala besar justru menjadi pendorong utama dengan jumlah pengguna dengan lebih dari 35.000 bangku bertambah tiga kali lipat, dengan contoh nyata seperti Publicis yang membeli lebih dari 95.000 seats. Lebih dari 90% perusahaan Fortune 500 juga telah menggunakan setidaknya beberapa fitur Copilot.
Dari sini, bisa dibilang dari sisi enterprise justru banyak menyambut Copilot, apalagi Microsoft secara garang menandatangani kerja sama dengan mitra upaya mereka. Sementara itu, pengguna perseorangan banyak nan meradang dan menciptakan meme “Microslop”.
Kontras ini tentu menarik untuk diperhatikan, di satu sisi, organisasi pengguna individual terutama power user, enthusiast dan pengguna lama Windows merasa bahwa Copilot datang terlalu invasif, apalagi integrasi-nya sudah menyentuh beragam bagian sistem itu sendiri, mulai dari Taskbar, File Explorer, Edge hingga aplikasi Microsoft 365 umum dianggap mengorbankan kesederhanaan dan kontrol pengguna.
Namun disisi lain, kebutuhan enterprise sangat berbeda, lantaran bagi perusahaan besar, Copilot bukan sekadar chatbot, melainkan perangkat produktivitas berbasis AI nan terintegrasi langsung dengan Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Teams. Misalkan, otomasi dokumen, ringkasan rapat, analisa info dan lainnya bisa dibuat dengan mudah berkah ekosistem Microsoft nan kuat, jadi tidak heran justru segmen enterprise nan rela mengeluarkan biaya tambahan dan menjadi tulang punggung pertumbuhan Copilot saat in.
Tetapi perlu diingat bahwa meskipun mengambil enterprise bisa dibilang cukup banyak, perihal ini tidak serta merta berfaedah Copilot telah digunakan secara menyeluruh di dalam organisasi. Dalam praktiknya, banyak perusahaan besar tetap menerapkan Copilot secara bertahap, baik melalui program pilot, pembatasan pada bagian tertentu, maupun hanya untuk role nan dianggap paling relevan seperti knowledge worker, tim marketing, analis data, alias manajemen.
Selain itu, jumlah lisensi nan dibeli juga tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pemakaian aktif harian. Pada skala enterprise, pembelian seats sering kali dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengamankan akses dan melakukan penelitian internal terlebih dahulu, sebelum akhirnya diputuskan apakah Copilot bakal diperluas ke seluruh tenaga kerja alias tetap digunakan secara selektif.
Nah pada akhirnya, kejadian “Microslop” ini lebih mencerminkan dua bumi nan berbeda, Enterprise sebagai perangkat kerja strategis, sementara Individu justru menginginkan sistem operasi nan ringan dan minim distraksi.
Namun gimana menurutmu? apakah perusahaan tempat Anda bekerja sudah mengimplementasikan Copilot? komen dibawah guys.
Via : Microsoft
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
3 hari yang lalu