Crosscurve Umumkan Bridge Diserang, Dana Us$ 3 Juta Dilaporkan Dicuri

Sedang Trending 1 hari yang lalu

– Protokol mata uang digital CrossCurve mengonfirmasi bahwa jembatan lintas-rantai (cross-chain bridge) miliknya sedang diserang, dengan dana nan dilaporkan dicuri mencapai sekitar US$ 3 juta di beberapa jaringan.

Dalam pernyataan di platform X pada hari Minggu, CrossCurve menyebut kejadian ini melibatkan pemanfaatan kerentanan pada salah satu smart contract nan digunakan oleh bridge tersebut, dan meminta pengguna menghentikan seluruh aktivitas hingga investigasi selesai.

Laporan awal dari Defimon Alerts, akun nan dikaitkan dengan perusahaan keamanan blockchain ‘Decurity’ menyebut pemanfaatan terjadi di beberapa jaringan dan berpusat pada celah pengesahan pesan lintas-chain.

Menurut penjelasan mereka, sebuah smart contract memungkinkan siapa pun memalsukan pesan untuk melewati proses verifikasi dan memicu pembukaan (unlock) token. Celah itu disebut mengenai pemanggilan kegunaan pada perjanjian ReceiverAxelar nan dapat menipu pengesahan gateway, lampau memicu proses unlock pada portal V2.

Dampak kejadian ini juga memicu respon dari pihak nan berelasi dengan ekosistem. Curva Finance, nan disebut telah berkolaborasi dengan CrossCurve agar meninjau kembali posisi mereka dan mempertimbangkan untuk menarik bunyi (votes) nan terkait.

Baca Juga: Kebuntuan Anggaran di Washington Tekan Aset Berisiko, Kripto Ikut Terpukul

Curve juga menekankan perlunya kewaspadaan saat berinteraksi dengan proyek pihak ketiga, sinyal bahwa kekhawatiran tidak hanya tertuju pada kerugian langsung, tetapi juga ada potensi pengaruh lanjutan di likuiditas dan kepercayaan pengguna.

Di sisi lain, CrossCurve mencoba membuka jalur penyelesaian non-konfrontatif. CEO CrossCurve Boris Povar mengunggah sejumlah alamat dompet nan disebut menerima aset dari hasil eksplotasi dan menawarkan bounty hingga 10 persen jika biaya dikembalikan dalam waktu 72 jam sejak serangan.

Dalam pesannya, Povar menyatakan timnya berambisi ada kerja sama untuk mengembalikan biaya pengguna. Namun memperingatkan bahwa jika tidak ada kontak alias pengembalian biaya pengguna, namun memperingatkan bahwa jika tidak ada kontak alias pengembalian biaya dalam tenggat tersebut, CrossCover bakal menganggap kejadian ini sebagai tindakan bermaksud jahat dan menempuh jalur hukum.

Povar menambahkan CrossCurve siap bekerja sama dengan abdi negara penegak hukum, mengusulkan gugatan perdata untuk pemulihan kerugian, serta berkoordinasi dengan otoritas dan proyek mata uang digital lain guna membekukan aset jika memungkinkan.

Hingga kini, CrossCurve meminta pengguna tetap menghentikan hubungan dengan protokol sembari menunggu pembaruan resmi hasil investigasi dan langkah mitigasi berikutnya.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya