– Arus masuk Bitcoin (BTC) ke salah satu bursa mata uang digital terbesar di dunia, ialah Binance turun ke level nan jarang terlihat sejak 2020. Hal ini disampaikan oleh salah satu analis teknikal di media sosial X dengan nama akun ‘Darkfost’, nan menyebut bahwa ini adalah salah satu sinyal positif di tengah konsolidasi nilai dan meningkatnya ketidakpastian makro.
Dalam salah satu postingan terbarunya, Darkfost menjelaskan bahwa rata-rata inflow bulanan sekarang berada di kisaran 5,7 ribu hingga 5,8 ribu BTC, jauh di bawah rata-rata historis nan selama ini berada di kisaran 12 ribu BTC per bulan.

“Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin mengalami koreksi lebih dari 30 persen dari puncak nilai terbarunya. Salah satu perihal krusial adalah bukan hanya soal angkanya nan rendah, melainkan pola nan mulai terlihat menetap,” ungkap Darkfost.
Ia menjabarkan, selama beberapa bulan terakhir inflow Binance konsisten berada di bawah rata-rata jangka panjang, sehingga dinamika ini dinilai lebih mirip perubahan struktural dibandingkan anomali sesaat.
Dalam konteks pasar kripto, inflow BTC ke bursa sering dikaitkan dengan potensi tekanan jual, lantaran perpindahan koin dari cold wallet alias on-chain ke exchange biasanya dilakukan untuk mempermudah transaksi, termasuk penjualan. Karena Binance tetap menjadi salah satu pusat arus terbesar di pasar, perubahan tren inflow di platform ini kerap dipakai sebagai proksi untuk membaca niat investor.
“Penggunaan rata-rata bulanan untuk mengurangi ‘noise’ dari transfer besar nan sporadis. Dengan langkah ini, tren nan muncul lebih representatif terhadap perilaku pasar nan sebenarnya,” ujarnya.
🗞️ 5.7k BTC in monthly inflows to Binance, a historically low level since 2020 !
📉 After experiencing a drawdown of more than 30% from BTC’s latest all time high, we can observe a clear contraction in BTC flows toward Binance.
Historically, the average monthly BTC inflow to… pic.twitter.com/oRD8ITnEVi
Baca Juga: Ethereum Gagal Pulih Kuat Setelah Jatuh di Bawah US$ 3.000, Apa Kata Para Analis?
Postingan ini pun mendapat respon dari salah satu analis lain dengan nama akun ‘Raster’, nan menjelaskan arus masuk alias inflow nan rendah di bursa dapat berfaedah dua hal.
“Pertama, banyak penanammodal nan memegang aset (bullish). Kedua, pasar sangat lesu sehingga tidak ada nan melakukan transaksi (bearish),” kata Raster.
Dia menilai bahwa perbedaan dua perihal ini sangat krusial dan mendasar.
“Jika volume juga berada pada level terendah tahun 2020, ini bukanlah akumulasi, melainkan sikap apatis. Perhatikan juga volume, bukan hanya inflow,” pungkas Raster.
low exchange inflows can mean two things: 1) strong hands hodling (bullish) or 2) market so dead nobody's trading (bearish). the difference matters. if volume is also at 2020 lows, this isn't "accumulation" – it's apathy. watch the volume, not just the flows.
— raster (@rasterfinance) January 28, 2026Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 bulan yang lalu