Influencer Sebut Bitcoin Kemungkinan Bisa Ath Lagi Tahun 2028

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Data Survey DTSEN nan tidak ditemukan

– Akun X dari seorang influencer mata uang digital dengan nama samaran ‘Our Crypto Talk’, memberikan penjelasan mengenai harga tertinggi (ATH) nan bisa diperoleh Bitcoin (BTC) kembali dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam perihal ini, Crypto Talk menilai pergerakan nilai Bitcoin saat ini makin menyerupai pola siklus sebelumnya, dan itu berfaedah satu perihal nan tidak disukai investor. Satu perihal tersebut, ialah waktu bisa menjadi aspek penentu, bukan sekedar berita bullish harian.

Dari salah satu postingan terbarunya, dia mengingatkan bahwa setelah puncak 2021 Bitcoin memerlukan sekitar 30 bulan untuk menembus dan mencetak rekor tertinggi. Jika ritme itu berulang, dia memperkirakan Bitcoin tidak kembali ke area US$ 120.000 hingga 2028.

“Kekhawatiran terbesar adalah dugaan terkenal bahwa ‘siklus ini berbeda’ tidak terbukti pada pola harga, setidaknya dari langkah struktur puncak dan koreksinya terbentuk,” ungkap Crypto Talk.

Dia membagi pembacaan siklus menjadi beberapa fase nan menurutnya berulang, meski tidak pernah identik.

Fase pertama dimulai dari ‘puncak awal’ nan diikuti koreksi tajam. Influencer tersebut mencontohkan pada Maret 2021 sebagai puncak besar pertama di siklus sebelumnya, saat euforia ritel memuncak dan parameter momentum memanas, lampau pasar mendingin melalui koreksi. Ia menilai pola serupa terjadi pada siklus ini, dengan Desember 2024 sebagai puncak pertama sebelum reset nan cepat.

“Fase berikutnya adalah puncak kedua nan terasa tetap bullish, namun diam-diam kehilangan tenaga,” ujarnya.

Baca Juga: CEO Goldman Sachs David Solomon ungkap kepemilikan Bitcoin

Dalam perihal ini, dirinya mengaitkan Oktober 2021 sebagai puncak kedua di siklus lama, namun momentum melemah dibandingkan puncak pertama. Setelah itu, pasar masuk ke fase nan dia sebut minggu merah nan melelahkan, dengan pergerakan turun perlahan, lower highs dan kelelahan emosi.

“Saya memandang kemiripan tidak mengenakkan pada Oktober 2025, nan mana ini adalah puncak kedua siklus, komplit dengan tanda pelemahan momentum dan penurunan harga,” kata Crypto Talk.

Alih-alih jatuh lurus, lanjutnya, Bitcoin biasanya memasuki fase nan paling membikin kekecewaan ialah boring base, alias fase membangun dasar nan membosankan. Pada periode ini, pasar condong mengompresi, parameter momentum ‘reset’ ke area nan lebih bearish, dan nilai sering memperkuat di sekitar area krusial historis tanpa memberi sensasi besar.

“2026 tampak seperti fase tersebut, ketika pasar terasa meninggal suri, tetapi secara struktur justru menjadi periode pembentukan siklus berikutnya,” paparnya.

Dari sinilah dia menarik konklusi realitas 30 bulan. Jika jarak waktu setelah puncak kedua kembali terjadi, maka ekspansi besar berikutnya bukan agenda ‘besok pagi’, melainkan bisa bergeser ke 2027-2028.

“Pandangan saya kali ini tidak bertumpu pada harapan, melainkan pada ritme historis nan mana meliputi euforia, pengedaran dua puncak, rangkaian pekan merah, reset momentum, fase dasar nan membosankan lampau ekspansi nan datang terlambat,” pungkas Our Crypto Talk.

It took 30 months for Bitcoin to hit a new ATH after 2021.

If the cycle repeats, Bitcoin doesn’t see $120K until 2028.

And what I fear the most?

This cycle is NOT DIFFERENT in terms of price action.

Let that sink in.

1️⃣ PHASE ONE: FIRST TOP → SHOCK

March 2021.
Bitcoin… pic.twitter.com/2reZDTAZav

— Our Crypto Talk (@ourcryptotalk) February 18, 2026

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya