– Mengenal fase bear market merupakan salah satu rules tak tertulis bagi setiap trader maupun investor. Salah satu analis terkenal di media sosial X berjulukan Ardi, menilai tetap banyak pelaku pasar terlalu sigap menyimpulkan bahwa Bitcoin sudah mencapai titik dasar, terutama setelah nilai sempat menyentuh area sekitar US$ 60.000.
Berdasarkan pandangannya, pola pembentukan dasar bear market mempunyai struktur nan berulang dan relatif konsisten lintas siklus, dan struktur itu, katanya, belum terlihat kondisi saat ini.

Dalam perihal ini, Ardi merujuk pada dua contoh besar nan paling sering dijadikan pembanding, ialah bottom bear market 2018 dan 2022. Ia menyatakan keduanya mengikuti urutan nan sama, membentuk apa nan dia sebut ‘lima fase dasar bear market’.
“Pola tersebut bukan hanya unik Bitcoin, melainkan pola perilaku pasar nan telah muncul jauh sebelum mata uang digital ada, lantaran berakar pada dinamika emosi penanammodal dan likuidasi posisi spekulatif,” ungkap Ardi.
Dalam kerangka Ardi, fase pertama selalu dimulai dengan kapitulasi, ialah ‘flush‘ besar nan menghapus posisi leverage dan memicu jual panik. Fase ini biasanya menciptakan penurunan tajam nan terasa sadis dan menandai pembersihan resiko paling agresif.
Setelah itu, pasar biasanya memasuki fase retest, ketika nilai memantul lampau kembali turun menguji area terendah.
“Di titik ini, narasi ‘akan nol’ biasanya mencapai puncaknya lantaran penanammodal mulai kehilangan harapan,” ujarnya.
Baca Juga: Astrofisikawan Harvard Percaya Reli Besar Bitcoin Bisa Datang 2027, Apa Dasarnya?
Fase ketiga nan menurutnya paling menentukan adalah spring, breakdown tiruan di bawah support nan bermaksud ‘mengguncang’ penjual terakhir.
Ardi menilai fase ini krusial lantaran memaksa pelaku pasar nan tetap tersisa untuk menyerah, sekaligus menciptakan kondisi di mana tekanan jual betul-betul mulai habis.
“Jika spring bertahan, barulah pasar membentuk fase higher lows, ialah struktur ‘tangga’ di mana setiap koreksi berikutnya lebih dangkal daripada sebelumnya. Ini adalah bukti bahwa penjual kelelahan dan permintaan mulai mengambil alih,” kata Ardi.
Fase terakhir adalah breakout, ketika nilai menembus rentang konsolidasi ke atas dan tren baru mulai terbentuk. Menurut Ardi, inilah momen ketika pasar secara jelas beranjak dari memperkuat ke membangun tren naik.
Kendati demikian, dia menilai bahwa pasar saat ini apalagi belum memasuki fase pertama. Dalam ungkapannya, kondisi saat ini tetap berada di tahap markdown, ialah fase penurunan nan belum menunjukkan karakter ‘pembersihan akhir’ nan biasanya mendahului dasar siklus.
“Seseorang nan menyatakan jika bottom sudah terbentuk di US$ 60.000 adalah orang nan ‘melompati proses’,” pungkas Ardi.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
18 jam yang lalu