Laporan Ungkap Ai Claude Temukan Lebih Dari 100 Bug Di Firefox Hanya Dalam Dua Minggu

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Perkembangan AI tampaknya bukan hanya dimanfaatkan untuk membikin konten, intermezo alias hanya membantu pekerjaan harian saja, tapi mulai digunakan untuk meningkatkan keamanan software juga loh, salah satunya adalah laporan terkait kerjasama terbaru antara Mozilla dan perusahaan AI Anthropic, nan menggunakan model AI Claude untuk mencari celah keamanan di browser Firefox.

Nah menariknya nih guys, hanya dalam waktu dua minggu, AI tersebut sukses menemukan lebih dari 100 bug di Firefox termasuk 14 celah keamanan dengan tingkat keparahan tinggi / high vulnerability. Mantap bukan?

Jadi awalnya, Mozilla mengungkapkan bahwa mereka sekarang bekerja sama dengan tim Frontier Red Team dari Anthropic untuk mengidentifikasi serta memperbaiki potensi kerentanan keamanan di Firefox. Dimana beberapa minggu lalu, Anthropic menghubungi Mozilla dengan hasil dari metode baru bug hunting berbasis AI nan mereka kembangkan.

Setelah diuji oleh tim Mozilla, pendekatan tersebut dinilai efektif dan berpotensi membantu meningkatkan keamanan browser Firefox, selanjutnya tim Anthropic memfokuskan analisisnya pada JavaScript engine milik Firefox, lantaran source code Firefox berkarakter open source dan telah banyak diperiksa oleh organisasi developer di seluruh dunia. Hal ini membuatnya menjadi lingkungan nan ideal untuk menguji teknik kajian keamanan baru.

Dan melalui analisa tersebut, AI sukses menemukan beragam kerentanan dalam Javascript Engine Firefox dan apalagi AI juga menghasilkan test case sederhana sehingga developer Firefox dapat dengan sigap memverifikasi dan mereproduksi bug nan ditemukan. Menurut laporan resminya, kurang lebih ada 14 bug keamanan dengan tingkat high severity, menghasilkan 12 ID CVE untuk tracking vulnerability dan ada 90 bug tambahan dengan prioritas rendah.

Sudah diperbaiki di Firefox 148

Nah bug ini telah diperbaiki dalam Firefox jenis terbaru ialah 148 nan dirilis beberapa waktu lalu, jadi pastikan Anda sudah memperbarui browser Firefox Anda ya guys.

Yang jelas, berbeda dengan pendekatan AI pada umumnya, kabarnya Claude AI nan digunakan tidak sekadar menebak potensi bug, tetapi melakukan kajian nan lebih terstruktur dan memberikan bukti pengetesan nan jelas, sehingga developer dapat dengan mudah memvalidasi temuan tersebut.

Dan kabarnya, setelah memandang hasil nan cukup menjanjikan, Mozilla berencana untuk mengintegrasikan metode pencarian bug berbasis AI ini ke dalam proses pengembangan Firefox ke depannya dan jika seandainya terbukti dapat digunakan secara luas, bukan tidak mungkin bahwa Claude bisa membantu menemukan banyak bug tersembunyi di beragam project open source terkenal lainnya.

Menarik bukan? nah komen dibawah guys dan sampaikan opini dan pendapatmu.

Via : Mozilla


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya