Selain Microsoft Office, Libre Office menjadi salah satu pengganti terbaik untuk kantoran pakai, saya pun sudah cukup lama menggunakan Libre Office jenis 25.8 di Elementary OS nan saya pakai, dan selama ini sih saya tidak merasakan kendala, baik dalam segi fitur ataupun kompatibilitas.
Nah mengenai Libre Office, beberapa waktu lampau The Document Foundation resmi merilis LibreOffice 26.2, di mana jenis baru ini membawa sejumlah fitur krusial nan sudah lama pengguna nantikan, mulai dari support import JSON, xml ke spreadsheet, dukungan markdown penuh, peningkatan performa dan tentu kerjasama multi-user.
Secara umum sih peningkatan fitur nan paling menonjol di LibreOffice 26.2 adalah keahlian Calc untuk membuka file JSON dan XML secara otomatis. Di saat file JSON alias XML Anda buka, LibreOffice bakal mulai menganalisa struktur info dan memetakan setiap bagian info ke sheet nan terpisah di spreadsheet.

Selanjutnya, pengguna dapat mengedit info tersebut seperti spreadsheet biasa dan menyimpannya ke beragam format seperti ODS, CSV, XLSX, dan format spreadsheet lainnya.
Nah meskipun dibilang fitur ini bisa mengonversi format JSON ke file spreadsheet, namun sayangnya LibreOffice belum bisa menyimpan kembali hasil edit ke format JSON, namun tentu itu bukan masalah.
Selain itu, Calc juga sekarang sudah mendukung format format clipboard Biff12, sehingga proses paste info dari Excel dapat membawa info nan jauh lebih banyak dibanding jenis sebelumnya. Menariknya, format default penyimpanan XLSX sekarang disetel ke Excel 2010 ke atas, jadi jelas kompatibilitas dengan Microsoft Office terasa semakin matang.

Writer Kini Dukung Markdown
Selain itu, Writer di LibreOffice 26.2 akhirnya mendukung import dan export Markdown. Di mana dengan itu pengguna bisa mengonversi arsip ke format Markdown alias sebaliknya, apalagi menggunakan template ODT alias DOCX saat mengimpor file Markdown.

Dari sisi performa, setelah saya coba sendiri rupanya Libre Office 26.2 terasa lebih cepat, mulai dari buka tutup aplikasi, scrolling spreadsheet besar, apalagi hingga import dan export info csv nan sebelumnya bisa menyantap waktu sedikit lebih lama, sekarang terasa lebih instan.
Beberapa fitur lain juga telah ditambahkan, mulai dari Calc nan sekarang mendukung connector, sehingga pengguna bisa menambahkan garis penghubung ala flowchart antar objek, LibreOffice Base sekarang betul-betul mendukung kerja multi-user secara bersamaan, masalah nan cukup sering dikeluhkan di jenis sebelumnya, dan LibreOffice sekarang menggunakan Skia sebagai engine rendering wajib di Windows dan macOS dan memastikan tampilan arsip konsisten di kedua platform.
Untuk Anda nan tetap menggunakan Libre Office 25 alias dibawahnya, saya rasa Anda wajib coba jenis baru ini guys, jujur ini lebih oke dan lebih nyaman digunakan.
Tapi gimana bagaimana menurutmu? komen dibawah.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
1 bulan yang lalu