Maia 200: Akselerator Ai Generasi Kedua Yang Tawarkan Efisiensi Biasa Dan Performa Unggul

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Beberapa waktu lampau Microsoft secara resmi meluncurkan Maia 200, sebuah akselerator AI buatan (in-house) generasi kedua nan difokuskan untuk beban kerja inference.

Nah pengumuman ini menandai lompatan nan sangat signifikan dalam strategi silicon berdikari Microsoft, sekaligus tantangan langsung kepada pesaing utama seperti Google dan Amazon dalam perihal komputasi Cloud AI.

Berdasarkan pengumumannya, Maia 200 ini dibangun di atas fondasi dari Maia 100, nan perbedaan utamanya terletak pada teknologi proses dan efisiensi nan dihasilkan, Maia 100 menggunakan proses 5nm TSMC, sementara Maia 200 telah beranjak ke proses 3nm TSMC nan lebih baru, nan memungkinkan peningkatan kerapatan transistor dan efisiensi daya nan lebih baik. 

Dari sisi spesifikasi, Maia 200 ini cukup mengesankan juga loh, di mana dia sudah mendukung 216GB HBM3e dengan bandwidth mencapai 7 TB/s, On-chip SRAM 272MB untuk mempercepat akses data, Tensor core native mendukung FP8 dan FP4 secara native, dan dilengkapi Network-on-Chip (NoC) terintegrasi dengan bandwidth bidirectional 2.8 TB/s, memungkinkan komunikasi super sigap dalam kluster besar hingga 6.144 akselerator.

Microsoft secara terbuka juga mempublikasikan tabel komparasi nan menempatkan Maia 200 ini langsung dengan chip pesaing nan tabelnya bisa Anda cek pada gambar berikut.

Nah berdasaran info tabel nan dirilis tersebut, Maia 200 menghasilkan keahlian FP8 nyaris dua kali lipat dari akselerator generasi ketiga Amazon Trainium, dan sekitar 10% lebih tinggi daripada TPU generasi ketujuh Google. Tentunya, klaim performa ini menunjukkan kepercayaan diri Microsoft bahwa mereka tidak hanya mengejar, namun juga telah melampaui para pelopor di bagian silicon unik AI.

Baca Juga : OpenAI Rilis Prism: Ruang Kerja Berbasis GPT-5.2 untuk Kolaborasi Ilmiah

Lebih Efisien Dalam Biaya!

Selain performa nan jauh lebih baik, dalam pengumumannya, Microsoft menekankan aspek efisiensi upaya Maia 200, di mana mereka menyatakan bahwa akselerator baru ini menawarkan performa per dolar 30% lebih baik dibandingkan perangkat keras generasi terbaru nan saat ini digunakan di Azure.

Baca Juga : Google Chrome Uji Fitur Baru nan Berpotensi Memperlambat Booting Windows 11/10

Selain itu, menariknya, berbeda dengan Maia 100 nan dulu diumumkan jauh sebelum penerapan-nya, Maia 200 ini sudh diterapkan dan sudah beroperasi, apalagi kabarnya Chip ini telah di-deploy di wilayah pusat info Microsoft US Central (dekat Des Moines, Iowa) dan US West 3 (dekat Phoenix, Arizona), menunjukkan kematangan kreasi dan kesiapan produksi.

Untuk menyuplai prasarana ini, apalagi Microsoft baru baru ini telah bekerjasama dengan SK Hynix untuk supply RAM ekslusif nan artikelnya bisa Anda baca pada laman : Microsoft Dan SK Hynix Kerjasama Untuk Supply RAM Eksklusif

Nah secara umum, Peluncuran Maia 200 bukan sekadar pembaruan produk saja, namun juga ini pernyataan strategis dari Microsoft bahwa mereka serius dalam mengembangkan solusi silicon berdikari nan tidak hanya irit biaya, namun juga bisa bersaing langsung dengan nan terbaik nan di industri saat ini.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya