– Harga XRP diperdagangkan di sekitar US$ 1,4215 pada Minggu, turun sekitar 15 persen dari level tertinggi bulan ini. Pelemahan ini terjadi ketika pasar mata uang digital lebih luas bergerak lesu, dengan Bitcoin condong datar di kisaran US$ 68.000 dalam beberapa pekan terakhir dan sebagian besar altcoin bergerak dalam rentang sempit.
Ethereum juga tetap tertahan di bawah US$ 2.000, menambah kesan bahwa selera resiko belum pulih sepenuhnya.

Di luar pergerakan harga, aktivitas jaringan XRP justru menunjukkan perkembangan nan lebih konstruktif. Pengembang baru-baru ini meluncurkan Permissioned DEX, sebuah platform nan ditujukan untuk memungkinkan perusahaan berperan-serta dalam DeFi dengan pendekatan nan lebih alim aturan.
Peluncuran ini menyusul langkah ini di ekosistem XRP Ledger, termasuk pengembangan fitur domain di jaringan tersebut.
Narasi pertumbuhan juga terlihat pada segmen tokenisasi real-world assets (RWA). Nilai aset RWA di jaringan XRP Ledger dilaporkan naik sekitar 23 persen dalam 30 hari menjadi lebih dari US$ 2 miliar, melampaui Solana nan berada di sekitar US$ 1,7 miliar dan jauh di atas jaringan lain seperti Polygon dan Stellar.
Meski demikian, peningkatan aktivitas tersebut belum diterjemahkan menjadi dorongan nilai nan berarti.
Dari sisi produk investasi, info menunjukkan ETF spot XRP tetap mencatat pertumbuhan aset kelolaan bulan ini. Dana-dana tersebut menambah sekitar US$ 48,5 juta aset pada Februari, meningkat dari sekitar US$ 15 juta nan ditambahkan pada Januari. Kontrasnya, ETF Bitcoin dan Ethereum disebut tetap mengalami penurunan aset pada periode nan sama, memberi sinyal adanya minat nan lebih selektif dari penanammodal institusional.
Baca Juga: Berapa Ethereum nan Dipegang VItalik Buterin dalam Dompet Digitalnya?
Namun, tekanan teknikal tetap menjadi halangan utama. Pada diagram harian, XRP berada di sekitar US$ 1,4230, jauh di bawah puncak tahun melangkah di US$ 2,4180. Harga juga tetap memperkuat di bawah level pivot utama Murrey Math Lines di US$ 1,5625, serta berada di bawah seluruh moving average dan parameter Supertrend, nan umumnya dibaca sebagai kondisi tren nan tetap dominan.
Sinyal pelemahan juga diperkuat oleh terbentuknya pola candlestick gravestone doji pada 15 Februari, nan sering dipandang sebagai indikasi pembalikan bearish ketika muncul setelah reli alias percobaan kenaikan.
Dengan struktur nan tetap rapuh, proyeksi jangka pendek condong mengarah ke skenario penurunan lebih lanjut, dengan area sasaran berikutnya berada di sekitar US$ 1,1200, nan disebut sebagai level terendah XRP sepanjang tahun ini.
Dengan kata lain, XRP saat ini berada dalam situasi “dua dunia”: jaringan dan narasi mengambil memperlihatkan kemajuan, tetapi pasar tetap menilai akibat lebih tinggi daripada peluang, setidaknya sampai nilai bisa merebut kembali level resistensi kunci dan memperbaiki struktur tren.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
16 jam yang lalu