Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang ganas. Tapi penyebab osteosarcoma secara pasti belum diketahui.
Kanker ini muncul dari sel osteoblas, ialah sel nan bekerja membangun tulang baru dalam tubuh kita.
Masalahnya terjadi ketika sel-sel ini rusak dan mulai tumbuh dengan tidak terkontrol, akhirnya membentuk tumor tulang. Banyak orang bertanya: apa penyebab osteosarcoma?
Sampai saat ini, para master dan peneliti belum bisa menjelaskan penyebab pastinya secara lengkap.
Yang bisa kita ketahui adalah beragam aspek akibat osteosarcoma nan membikin seseorang lebih mungkin terkena penyakit ini, terutama pada golongan usia tertentu.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Mitos Seputar Penyebab Kanker Tulang Osteosarcoma
Sebelum membahas lebih dalam tentang penyebab kanker tulang osteosarcoma, ada baiknya kita meluruskan beberapa mitos nan sering beredar. Salah satu dugaan nan keliru adalah soal apakah cedera tulang menyebabkan osteosarcoma.
Kenyataannya, tumbukan alias patah tulang tidak menyebabkan kanker tulang secara langsung. Namun, ketika seseorang mengalami cedera, mereka jadi lebih memperhatikan rasa sakit di tulangnya.
Inilah nan kemudian mendorong mereka untuk periksa ke master dan akhirnya ketahuan ada tumor nan sebelumnya tidak terasa. Jadi, cedera hanya membantu menemukan penyakitnya lebih cepat, bukan menjadi penyebabnya.
Lalu, osteosarcoma terjadi lantaran apa sebenarnya? Jawabannya ada di dalam sel kita. Kanker ini terjadi lantaran ada kerusakan alias mutasi genetik pada DNA di dalam sel osteoblas.
Kerusakan ini membikin sel kehilangan patokan mainnya tentang kapan kudu tumbuh, berkembang biak, alias mati.
Akibatnya, sel-sel ini tumbuh dan membelah diri terus-menerus tanpa kendali, membentuk benjolan nan disebut tumor tulang.


Faktor-Faktor nan Meningkatkan Risiko Osteosarcoma
Faktor akibat osteosarcoma bisa datang dari dalam tubuh kita sendiri alias dari lingkungan sekitar.
1. Faktor Keturunan dan Peran Mutasi Gen dalam Kanker
Hubungan genetik dengan osteosarcoma rupanya cukup kuat. Ada beberapa kondisi genetik langka nan membikin seseorang lebih berisiko terkena kanker tulang ini.]
Peran mutasi gen dalam kanker sangat terlihat pada dua gen penting, ialah Gen RB1 dan Gen TP53. Kedua gen ini sebenarnya berfaedah untuk mencegah sel tumbuh secara berlebihan.
Namun, ketika gen-gen ini rusak—baik lantaran aspek keturunan alias lantaran kerusakan nan terjadi selama hidup—tubuh kehilangan kemampuannya untuk mengontrol pertumbuhan sel.
Orang nan mempunyai sindrom Li-Fraumeni (akibat kerusakan Gen TP53) alias retinoblastoma turunan (akibat kerusakan Gen RB1) punya akibat lebih tinggi untuk mengalami osteosarcoma.
2. Paparan Radiasi dan Kanker Tulang
Selain aspek genetik, ada juga aspek dari luar tubuh nan berpengaruh. Paparan radiasi dan kanker tulang mempunyai hubungan nan sudah terbukti.
Pasien nan pernah menjalani radiasi terapi untuk mengobati kanker lain, apalagi jika radiasinya mengenai area tulang, berisiko lebih besar mengalami osteosarcoma di kemudian hari.
Ini nan disebut sebagai osteosarcoma sekunder lantaran muncul setelah pengobatan kanker sebelumnya.
Penyebab Osteosarcoma pada Anak dan Remaja
Yang menarik dari osteosarcoma adalah penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja. Mengapa begitu?
Penyebab osteosarcoma pada anak dan penyebab osteosarcoma pada remaja berangkaian erat dengan masa pertumbuhan mereka. Pertumbuhan tulang sigap pada masa remaja membikin sel osteoblas bekerja sangat aktif.
Bayangkan saat masa pubertas, tulang kita sedang tumbuh pesat untuk membentuk postur tubuh nan lebih tinggi dan besar.
Dalam proses ini, sel-sel tulang membelah diri dengan sangat sigap dan sering. Semakin banyak pembelahan sel nan terjadi, semakin besar pula kemungkinan terjadinya kesalahan alias mutasi.
Pertumbuhan sel tulang abnormal ini paling sering terjadi di tulang panjang, terutama di sekitar lutut. Tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia) adalah letak nan paling umum untuk munculnya tumor tulang pada anak dan remaja.
Pertumbuhan tulang abnormal nan terjadi selama masa pertumbuhan nan pesat memang menjadi aspek krusial munculnya kanker tulang primer ini.


Penyebab Osteosarcoma pada Orang Dewasa
Meskipun lebih jarang, orang dewasa juga bisa terkena osteosarcoma. Bedanya, penyebabnya biasanya berbeda dengan nan terjadi pada anak-anak.
Osteosarcoma Primer pada Orang Dewasa
Penyebab osteosarcoma primer pada orang dewasa mirip dengan nan terjadi pada usia muda, ialah kerusakan genetik nan muncul secara tiba-tiba tanpa karena nan jelas.
Kanker tulang primer berfaedah kankernya memang berasal dari tulang itu sendiri, bukan penyebaran dari organ lain.
Osteosarcoma Sekunder dan Penyakit Tulang
Penyebab osteosarcoma sekunder lebih sering terjadi pada orang dewasa nan lebih tua.
Biasanya, osteosarcoma jenis ini berkembang lantaran ada penyakit tulang kronis nan sudah diderita sebelumnya.
Hubungan penyakit tulang dengan kanker sangat jelas terlihat pada Penyakit Paget tulang. Ini adalah penyakit nan membikin proses pembentukan tulang baru menjadi kacau.
Tulang nan terbentuk memang baru, tapi strukturnya lemah dan rapuh. Pada sebagian mini kasus, proses nan tidak normal ini bisa berubah menjadi kanker tulang ganas.
Penting juga memahami perbedaan kanker tulang primer vs sekunder. Kanker tulang primer muncul langsung dari sel-sel tulang.
Sementara kanker tulang sekunder adalah kanker nan awalnya muncul di organ lain seperti tetek alias paru-paru, lampau menyebar (metastasis) ke tulang.
Metastasis kanker tulang memang lebih sering terjadi dibanding kanker tulang primer, tapi osteosarcoma adalah contoh utama dari kanker tulang primer nan berbahaya.


Ciri Khas Osteosarcoma sebagai Kanker Tulang Ganas
Perbedaan osteosarcoma dengan kanker tulang lain terletak pada asal sel dan karakteristiknya.
Osteosarcoma unik berasal dari sel osteoblas dan menghasilkan jaringan tulang nan tidak normal. Kanker tulang lain seperti chondrosarcoma berasal dari sel tulang rawan.
Osteosarcoma termasuk kanker tulang galak nan garang dan bisa menyebar ke bagian tubuh lain, terutama paru-paru.
Cara Mendiagnosis Kanker Tulang
Mengetahui penyebab osteosarcoma itu penting, tapi memahami langkah diagnosisnya juga tidak kalah penting.
Biasanya, master bakal mulai dengan pemeriksaan pencitraan. MRI dan CT Scan digunakan untuk memandang dengan jelas ukuran tumor, lokasinya di mana, dan sudah menyebar ke mana saja.
Tapi, satu-satunya langkah untuk memastikan pemeriksaan adalah dengan biopsi tulang. Prosedur ini mengambil sampel mini dari tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Dari situ, master mahir patologi bisa memastikan apakah itu kanker dan jenisnya osteosarcoma alias bukan.
WHO alias World Health Organization mendefinisikan osteosarcoma sebagai tumor tulang galak nan berasal dari sel tertentu dan menghasilkan jaringan tulang primitif.
Definisi ini membantu master di seluruh bumi menggunakan standar nan sama dalam mendiagnosis dan meneliti penyakit ini.
Hubungan dengan Penyakit Tulang Lainnya
Bagaimana dengan osteoarthritis? Meskipun osteoarthritis adalah penyakit sendi nan umum dialami orang tua, penyakit ini tidak terbukti meningkatkan akibat osteosarcoma.
Namun, konsep bahwa penyakit tulang kronis tertentu bisa meningkatkan akibat kanker tulang tetap berlaku, terutama untuk penyakit seperti Penyakit Paget tulang nan memang terbukti meningkatkan akibat kanker tulang primer.
Kesimpulan tentang Penyebab Osteosarcoma
Osteosarcoma adalah penyakit nan rumit dan muncul lantaran kombinasi aspek genetik dan lingkungan.
Pada anak dan remaja, pertumbuhan sel tulang abnormal saat masa pertumbuhan pesat menjadi penyebab utama.
Sedangkan pada orang dewasa, penyakit tulang kronis nan sudah ada sebelumnya alias paparan radiasi terapi lebih berperan.
Meski tetap banyak tantangan dalam memahami penyakit ini, kemajuan dalam penelitian tentang peran mutasi gen dalam kanker, khususnya Gen RB1 dan Gen TP53, memberikan angan untuk pengobatan nan lebih baik di masa depan.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Penyebab Osteosarcoma
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik penyebab osteosarcoma.
Apakah tumbukan alias cedera pada tulang bisa menyebabkan osteosarcoma?
Tidak. Cedera tulang tidak menyebabkan osteosarcoma secara langsung.
Cedera hanya membikin seseorang lebih waspada terhadap nyeri nan tidak biasa, sehingga mendorong pemeriksaan medis dan membantu menemukan tumor nan sudah ada sebelumnya.
Mengapa osteosarcoma lebih sering menyerang anak dan remaja?
Osteosarcoma lebih sering terjadi pada anak dan remaja lantaran pada masa pertumbuhan pesat, sel-sel tulang membelah dengan sangat sigap dan aktif.
Semakin banyak pembelahan sel nan terjadi, semakin besar kemungkinan terjadinya kesalahan alias mutasi genetik nan memicu kanker tulang.
Bagaimana langkah master memastikan pemeriksaan osteosarcoma?
Dokter bakal menggunakan pemeriksaan MRI dan CT Scan untuk memandang ukuran dan letak tumor.
Namun, pemeriksaan pasti hanya bisa didapat melalui biopsi tulang, ialah prosedur pengambilan sampel jaringan tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop oleh mahir patologi.
Apakah osteosarcoma pada orang dewasa berbeda dengan pada anak-anak?
Ya, penyebabnya condong berbeda. Pada anak-anak dan remaja, osteosarcoma terjadi lantaran pertumbuhan tulang nan pesat.
Sedangkan pada orang dewasa, biasanya mengenai dengan penyakit tulang kronis seperti Penyakit Paget alias akibat paparan radiasi terapi dari pengobatan kanker sebelumnya.

