Tiga puluh tahun. Itu waktu nan cukup untuk mengubah seorang anak menjadi orang tua, untuk meluncurkan ribuan produk budaya pop, dan untuk sebuah franchise game sederhana berevolusi menjadi kekaisaran media terlaris di dunia. Pada 27 Februari 2026, Pokémon merayakan ulang tahunnya nan ke-30, dan Nintendo punya langkah nan cukup mengejutkan untuk memperingatinya: bukan dengan remake modern nan penuh ray tracing, melainkan dengan membangkitkan langsung dua permainan nan dulu menyempurnakan awal segalanya.
Ya, kita berbincang tentang Pokémon FireRed Version dan Pokémon LeafGreen Version. Dua remake Game Boy Advance tahun 2004 untuk Pokémon Red dan Blue original ini bakal segera datang di Nintendo Switch. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam FAQ resminya, Nintendo berdasar mereka mau memberi kesempatan pada para pemain untuk mengalami “versi ultimate dari petualangan Pokémon original di region Kanto.” Sebuah pilihan nan terasa seperti pelukan hangat bagi generasi nan tumbuh berbareng Game Boy, sekaligus pernyataan tegas tentang warisan nan mau mereka jaga.
Lantas, apa nan sebenarnya ditawarkan oleh rilis ulang ini di era konsol hybrid nan sudah mendukung skematis canggih? Apakah ini sekadar nostalgia murahan, alias sebuah langkah strategis nan lebih dalam dari Nintendo? Mari kita selami lebih jauh.
Bukan Sekadar Port Biasa, Ini Pilihan “Versi Ultimate”
Pertama-tama, krusial untuk memahami konteksnya. Nintendo dengan sengaja melewatkan rilis ulang jenis Game Boy original (Red dan Green/Blue) dan memilih jenis GBA-nya. FireRed dan LeafGreen bukan sekadar port grafis. Mereka adalah remake sepenuhnya nan pada masanya sudah menambahkan kualitas hidup signifikan, skematis berwarna penuh, area baru seperti Kepulauan Sevii, dan kompatibilitas dengan generasi Pokémon berikutnya. Dengan membawa jenis ini, Nintendo seolah berkata, “Ini adalah corak terbaik dari pengalaman Kanto klasik.”
Game-game ini bakal tampil dan dimainkan persis seperti era 2004. Tidak ada peningkatan resolusi tinggi alias fitur modern seperti autosave. nan Anda dapatkan adalah pengalaman asli, komplit dengan battle system turn-based nan legendaris dan joy of discovery saat menangkap 151 Pokémon pertama. Perbedaannya? Anda bakal memainkannya di layar Switch nan jauh lebih besar dan tajam. Untuk multiplayer lokal, fitur kabel link antik telah digantikan oleh konektivitas nirkabel bawaan Switch, mempertahankan semangat berganti dan berkompetisi dengan teman.
Strategi Distribusi nan Mengejutkan: Standalone, Bukan di NSO
Di sinilah kajian menjadi menarik. Bertentangan dengan ekspektasi banyak orang, FireRed dan LeafGreen tidak bakal menjadi bagian dari perpustakaan Nintendo Switch Online (NSO) untuk Game Boy Advance. Anda tidak memerlukan keanggotaan NSO untuk memainkannya. Alih-alih, kedua game ini dijual sebagai titel berdikari di eShop dengan nilai $20. Keputusan ini mengisyaratkan beberapa hal.
Pertama, Nintendo mungkin memandang nilai komersial nan tetap tinggi dari warisan Pokémon klasik ini, sehingga layak dijual terpisah. Kedua, ini bisa menjadi penelitian untuk memandang minat pasar terhadap rilis “Virtual Console” style di luar payung NSO. Namun, Nintendo dengan sigap menepis spekulasi lanjutan dengan menyatakan tidak ada rencana saat ini untuk rilis retro serupa lainnya, sembari menegaskan komitmen mereka pada pengembangan katalog NSO. Ini adalah langkah nan terlihat hati-hati, mungkin untuk menguji air tanpa mengganggu model upaya subscription utama mereka.
Untuk kolektor fisik, ada berita kurang menggembirakan: rilis bentuk hanya direncanakan untuk pasar Jepang. Keputusan ini mungkin didasari pertimbangan logistik dan permintaan pasar, meski tentu bakal mengecewakan fans di wilayah lain nan menginginkan kotak bentuk untuk koleksi 30 tahun mereka.
Pengalaman di Switch 2 dan Masa Depan Nostalgia
Bagi Anda nan sudah beranjak ke Nintendo Switch 2, ada sedikit tambahan manis. Versi untuk konsol generasi berikutnya ini bakal mendukung fitur GameChat, menambahkan lapisan sosial nan tidak ada di jenis aslinya. Namun, selain itu, tidak ada perbedaan signifikan antara jenis Switch dan Switch 2. Ini memperkuat kesan bahwa fokusnya betul-betul pada pengalaman otentik, bukan pada peningkatan teknis.
Rilis ini juga menjadi bagian dari blitz Pokémon bulan Februari-Maret 2026. Setelah Pokémon Presents pada tanggal 27 Februari nan bakal meresmikan penjualan game ini, para fans bisa langsung menyambut Pokémon Pokopia pada 5 Maret—game bergenre “cozy” ala Animal Crossing nan sudah lama dinantikan. Nintendo tampaknya mau merayakan ulang tahun ketiga dasawarsa ini dengan membanjiri fans dengan beragam pengalaman, dari nostalgia paling murni hingga penelitian aliran baru.
Lalu, gimana dengan masa depan rilis retro semacam ini? Keputusan Nintendo untuk merilis FireRed dan LeafGreen secara mandiri, di luar NSO, membuka pintu pertanyaan. Apakah ini pengecualian lantaran status ikonis Pokémon, alias awal dari strategi baru? Mengingat kesuksesan rilis berdikari Persona 3 Reload dan antusiasme terhadap game klasik lainnya, pasar untuk pengalaman retro berbobot tinggi nan dikurasi dengan baik jelas ada.
Pada akhirnya, kehadiran Pokémon FireRed dan LeafGreen di Switch adalah lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah perjalanan waktu. Sebuah pengingat bahwa sebelum dinamika battle nan rumit, bumi open-world nan luas, dan skematis cinematics, ada sebuah pesona sederhana dari perjalanan seorang anak mini dari Pallet Town, ditemani Pikachu alias Charizard pilihannya, dengan satu tujuan: menjadi Pokémon Master. Di usia 30 tahun, franchise ini memilih untuk menghormati akarnya dengan langkah nan paling jujur: membiarkan Anda memainkannya persis seperti dulu. Dan terkadang, itulah nan betul-betul kita butuhkan.