Ritel Jualan, Institusi Borong! Bitcoin Diam-diam Siap Tancap Gas Lagi?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

– Setelah menembus rekor nilai tertinggi di nomor US$ 123.091 pada 14 Juli lalu, Bitcoin (BTC) terlihat mulai kehilangan tenaga. Selama dua minggu terakhir, BTC justru bergerak sideways di atas level support US$ 116.400, nan menandakan fase konsolidasi cukup kuat namun menahan reli lebih lanjut, setidaknya untuk saat ini.

Namun di balik, aktivitas nilai nan stagnan, ada cerita lain nan sedang berkembang diam-diam. Cerita tersebut ialah lembaga dan penanammodal besar terus menumpuk Bitcoin, sementara penanammodal ritel justru sibuk jual Bitcoin.

Salah satu sinyal menarik datang dari sebuah transaksi besar ke bursa Binance, senilai sekitar US$ 2,7 miliar dalam corak Bitcoin. Melansir dari ambcrypto.com, sebagian besar biaya ini berasal dari penambang era Satoshi, akun nan tidak aktif selama bertahun-tahun, namun sekarang kembali mengalirkan BTC ke bursa.

Langkah ini memicu spekulasi bahwa fase pengedaran dan profit-taking mungkin sedang terjadi di kembali layar, dan menjadi salah satu argumen nilai Bitcoin condong stagnan sejak menembus ATH.

Menurut kajian Burak Kesmeci di CryptoQuant, data on-chain menunjukkan bahwa penanammodal ritel telah menjual sejak awal 2023, sementara lembaga dan entitas besar justru garang mengakumulasi selama 2024 dan 2025.

Pendorongnya? Tentu saja masuknya modal spot Bitcoin ETF, biaya lembaga dan tindakan beli korporasi. Semua ini menandakan bahwa kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin tetap sangat kuat di kalangan pemain besar.

Baca Juga: CEO Tether Menguraikan Strategi AS Setelah Legislasi Kripto Trump – Bloomberg

Meski nilai sudah menyentuh rekor, Google Trends untuk kata “Bitcoin” tetap sepi. Ini artinya, belum ada euforia massal, nan biasanya menjadi karakter unik puncak sebuah bull run.

Pun dengan Skor Akumulasi Trend, nan mengukur apakah dompet besar sedang menambah alias mengurangi kepemilikan BTC, saat ini berada di nomor 0.95 alias lebih tinggi sejak 15 Juli. Semakin mendekati nomor 1, semakin kuat sinyal akumulasi dari pemain besar.

Salah satu unggahan di platform X dari analis sekaligus trader ialah Trader Mayne, menyatakan bahwa sekarang sedang ada tren perusahaan menambahkan mata uang digital ke neraca finansial mereka.

“Narasi treasury ini baru saja dimulai, dan kemungkinan bakal makin menggila. Tapi saya rasa ini juga bisa jadi perihal nan akhirnya mengakhiri bull run,” ungkap Mayne.

Mayne apalagi menyindir bahwa puncak euforia mungkin bakal terjadi saat perusahaan besar seperti S&P 500 alias Nasdaq mulai menambahkan “Fartcoin” ke portfolionya, sindiran terhadap keserakahan pasar nan bisa menjadi sinyal akhir siklus.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya