Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berbareng Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) secara resmi meluncurkan Sahabat-AI, platform kepintaran artifisial berbasis aplikasi, pada Selasa (25/2/2026). Platform ini dirancang sebagai solusi AI nan berdaulat dan memahami konteks lokal Indonesia, terbuka untuk digunakan oleh pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga lembaga publik.
Peluncuran Sahabat-AI menandai langkah strategis pemerintah dan swasta dalam membangun ekosistem AI nasional. Platform nan sekarang tersedia dalam aplikasi Android dan iOS ini bermaksud menurunkan halangan mengambil AI dengan menyediakan antarmuka terpadu untuk beragam kemampuan, mulai dari generasi teks, gambar, video, pencarian cerdas, support coding, hingga kajian data.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan platform ini adalah bentuk komitmen kedaulatan digital. “Sahabat-AI merupakan langkah krusial dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan tidak ada nan tertinggal dalam transformasi digital,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan, teknologi kudu dapat diakses tanpa terhalang perbedaan bahasa alias budaya, sehingga dibutuhkan AI nan dibangun dengan bahasa dan nilai lokal.
Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan Sahabat-AI dihadirkan untuk memberdayakan Indonesia. “Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Platform ini dibangun di atas kepercayaan kami bahwa teknologi kudu membawa faedah bagi semua orang,” kata Vikram. Ia menekankan platform nan terbuka dan mudah diakses ini menjadi fondasi penemuan bagi beragam pihak.
foto by: Hendra Wiradi
Platform Sahabat-AI mengusung semangat “Si Paling Indonesia”, dengan konsentrasi pada pemahaman terhadap kekayaan bahasa daerah, budaya, dan konteks sosial Indonesia. Untuk memastikan penggunaan nan aman, platform dibekali dengan guardrails berlapis nan selaras dengan norma sosial, nilai budaya, dan standar etika di Indonesia, sebagai bagian dari upaya menjaga ruang digital nan sehat.
Dari sisi infrastruktur, Sahabat-AI didukung oleh prasarana AI terdistribusi nan ditenagai GPU NVIDIA L40s dan H100. Arsitektur ini diorkestrasi dari AI factory terpusat menuju lingkungan AI terdistribusi, nan diklaim bisa memberikan waktu respons sigap dan latensi rendah. Infrastruktur ini direncanakan berevolusi menjadi AI Grid nan mentransformasi info center Indosat menjadi tulang punggung AI nasional.
Selain untuk pengguna individu, Sahabat-AI juga dirancang sebagai platform bagi pelaku upaya dan sektor publik melalui pendekatan berbasis agen. Berbagai organisasi dapat mengintegrasikan layanannya ke dalam ekosistem Sahabat-AI, membuka kesempatan pemanfaatan AI di sektor seperti pendidikan, kesehatan, industri kreatif, dan jasa publik.
Perjalanan pengembangan Sahabat-AI dimulai pada Indonesia AI Day 2024, dimana platform ini pertama kali diperkenalkan berbareng Jensen Huang, Founder dan CEO NVIDIA. Pada Juni 2025, model ini mencapai keahlian hingga 70 miliar parameter dengan support beragam bahasa daerah, seperti nan pernah dilaporkan dalam peluncuran sebelumnya.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengembangan platform ini, mencerminkan upaya kolektif mendorong masa depan digital Indonesia. Inisiatif serupa juga terlihat dalam program seperti GenAI Hackathon 2025 nan melibatkan Kemkomdigi untuk mempercepat talenta AI lokal.
Kehadiran Sahabat-AI juga sejalan dengan tren integrasi AI dalam jasa digital lainnya. Sebelumnya, Indosat juga telah berkolaborasi dengan Google Cloud untuk meluncurkan fitur pencarian AI di aplikasi myIM3 dan bima+.
Aplikasi Sahabat-AI sekarang telah tersedia untuk diunduh publik melalui situs ioh.co.id/sahabat-ai. Peluncuran ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta perkembangan kepintaran artifisial global, dengan menawarkan solusi nan relevan dan langsung terhubung dengan kebutuhan masyarakat.