Tekanan Jual Bitcoin Berkurang Karena Ritel Minim Inflow, Kata Analis Ini

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

– Arus masuk Bitcoin (BTC) dari penanammodal ritel ke Binance turun ke level nan belum pernah terlihat sejak 2017. Hal ini memperkuat dugaan bahwa siklus kali ini berjalan tanpa kehadiran ritel nan biasanya menjadi bahan bakar euforia di puncak pasar.

Salah satu analis on-chain Darkfost, golongan ritel ini sering dijuluki ‘shrimp’, nan dapat diperkirakan melalui transaksi di bawah 1 BTC dan aktivitas mereka sekarang berada pada titik inaktivitas nan ekstrem.

“Rata-rata inflow bulanan dari cohort ini ke Binance sekarang berada di sekitar 384 BTC, jauh di bawah periode puncak partisipasi ritel pada siklus sebelumnya,” ungkap Darkfost.

Sebagai pembanding, pada Januari 2021 arus masuk ritel ke platform tersebut dinilai mendekati 2.700 BTC per bulan. Angka ini dinilai kontras tajam antara siklus lama nan didorong ritel dan siklus sekarang nan terasa lebih ‘institusional’ dan terfregmentasi.

Meski begitu, dia mencatat ada dua periode aktivitas nan sedikit membaik, ialah puncak Maret 2024 ketika inflow bulanan berada di kisaran 1.250 BTC, dan kembali pada Desember 2024 sekitar 900 BTC.

“Namun angka-angka ini tetap rendah dibandingkan lonjakan ritel nan biasanya meningkat progresif menuju puncak siklus di era sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Dubai Targetkan Tokenisasi Properti US$16 Miliar pada 2033

Dalam perihal ini, dia juga menyinggung adanya lonjakan inflow harian nan tampak dipicu kepanikan saat Bitcoin mendekati US$ 60.000, nan dia baca sebagai kejadian kapitulasi nan terisolasi, bukan kembalinya ritel secara luas.

Darkfost menilai pergeseran ini semakin jelas sejak peluncuran ETF BItcoin Spot pada awal 2024. Berdasarkan risetnya, masuk logika andaikan sebagian pedoman ritel memilih pindah ke instrumen tersebut lantaran menawarkan eksporur (terhadap volatilitas Bitcoin tanpa mengelola kustodi, keamanan alias operasional bursa kripto.

Jika benar, maka ‘hilangnya’ ritel dari bursa tidak sepenuhnya berfaedah minat terhadap Bitcoin lenyap, melainkan berubah bentuk, dari aktivitas on-chain dan exchange centric ke kanal nan lebih dekat dengan pasar finansial traidisional

Namun, rendahnya inflow ritel juga membawa impilikasi yeng berbeda.. Di satu sisi, ritel dari bursa menandakan tekanan nan lema. Di sisi lain, situasi ini juga menunjukkan pasar tetap jauh dari fase euforia nan biasanya menandai puncak siklus, sehingga karakter reli jika terjadi, condong berbeda dari market klasik nan dipotong oleh gelombang ritel.

“Siklus saat ini semakin mencerminkan disintermediasi aktivitas ritel on-chai, ialah ritel tampak ‘menghilang’ dari exchange bukan lantaran tak tertarik, tetapi lantaran langkah mereka mengakses Bitcoin berevolusi,” pungkas Darkfost.

🗞️ Retails Inflows hit 9-Year lows

"The monthly average of inflows to Binance from this cohort has now reached an unprecedented level of inactivity, not seen since 2017. It currently stands at around 384 BTC, a stark contrast to January 2021 levels, when nearly 2700 BTC were… pic.twitter.com/1XH0GVHLb8

— Darkfost (@Darkfost_Coc) February 21, 2026

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya