Trader Kripto Bongkar Cara Asli Market Bottom Terbentuk

Sedang Trending 11 jam yang lalu

– Pasar mata uang digital kembali dipenuhi oleh satu pertanyaan besar, ialah apakah Bitcoin (BTC) sudah mencapai titik terendahnya?

Namun menurut seorang trader teknikal papan atas di platform X berjulukan Mr Anderson, titik dasar alias market bottom tidak terbentuk dalam satu momen alias satu candle besar. Sebaliknya, proses tersebut biasanya terbentuk secara perlahan melalui struktur nilai nan jelas.

“Bottom bukan satu candle. Bottom adalah sebuah struktur nan terbentuk perlahan,” ungkap Anderson.

Ia menekankan, trader perlu membaca struktur pasar dengan sabar, bukan langsung menyimpulkan bahwa titik terendah sudah tercapai hanya lantaran terjadi satu lonjakan harga.

Harga Bitcoin Masih Terjebak di Dalam Range Besar

Saat ini, Anderson menjelaskan bahwa pergerakan Bitcoin tetap terjebak dalam range candle besar nan terbentuk pada penurunan 5 Februari.

Selama nyaris satu bulan terakhir, candle tersebut tetap menjadi pemisah utama pergerakan harga. Artinya, selama nilai belum betul-betul keluar dari range tersebut, sebagian besar pergerakan di dalamnya tetap bisa dianggap sebagai noise pasar.

“Pantulan nilai dari US$ 59.900 sejauh ini baru membawa Bitcoin ke bagian bawah dari range tersebut,” ujarnya.

Selain itu, nilai juga mulai berjumpa dengan resisten dari moving average awal, nan membikin kenaikan menjadi lebih sulit. Menurut Anderson, kondisi ini sebenarnya sangat normal setelah penurunan tajam.

“Pasar nan baru saja turun dari US$ 98.000 ke US$ 59.000 tidak bakal langsung ke level tinggi dalam garis lurus,” kata Anderson.

Struktur Bottom Biasanya Terbentuk Secara Bertahap

Dalam analisanya, Anderson menjelaskan bahwa pembentukan bottom biasanya mempunyai pola nan relatif konsisten. Prosesnya dimulai dari penurunan besar, lampau diikuti oleh fase konsolidasi dalam sebuah range. Setelah itu, nilai biasanya mulai merebut kembali level-level krusial secara perlahan.

Setiap level mendatar kemudian menjadi ujian baru bagi pasar.

Jika nilai bisa merebut kembali level tersebut dan memperkuat di atasnya, maka itu menunjukkan kekuatan pembeli. Sebaliknya, jika nilai kandas memperkuat dan kembali turun, maka struktur bottom tetap belum selesai terbentuk.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 71,800, Analis Prediksi Harga Bisa Naik ke US$ 81.000

Dua Pola Bottom nan Paling Sering Terjadi

Mr. Anderson menjelaskan bahwa ada dua pola utama nan biasanya muncul ketika pasar membentuk titik dasar.

1. Bottom Bertipe Range

Pada pola ini, pasar bergerak dalam konsolidasi nan cukup lama setelah penurunan besar.

Harga kemudian perlahan-lahan naik kembali, melewati satu level resistensi ke level berikutnya. Proses ini sering terlihat lambat lantaran pembeli kudu menyerap tekanan jual nan sebelumnya memicu penurunan besar.

Jika level sukses dipertahankan, maka nilai bakal bergerak menuju level berikutnya.

2. Bottom Bertipe V

Pola kedua adalah V-bottom, nan jarang terjadi.

Dalam pola ini, nilai mengalami penurunan tajam lampau segera memantul dengan kuat. Namun Anderson menekankan bahwa karakter utama V-bottom bukan sekedar pantulan nan cepat.

Yang paling krusial adalah struktur kenaikan nan rapi setelah pantulan tersebut.

Harga biasanya bakal naik secara berjenjang dengan:

  • menembus resistensi,
  • melakukan konsolidasi,
  • menerima level baru,
  • melanjutkan kenaikan ke level berikutnya.

Proses ini menunjukkan bahwa pasar mempunyai kekuatan beli nan stabil, bukan sekadar lonjakan sementara.

Level Penting Bitcoin nan Harus Diperhatikan

Menurut Anderson, beberapa level nilai berikut bakal menjadi penentu apakah Bitcoin betul-betul sedang membentuk bottom.

Beberapa area krusial nan perlu diperhatikan antara lain:

  • US$ 74.000 – US$ 76.000. Level ini menunjukkan siapa nan mulai mengendalikan pasar.
  • US$ 78.000 – US$ 80.000. Level ini menguji seberapa besar tekanan jual nan tetap tersisa.
  • US$ 83.000. Level ini menguji apakah level support nan lebih dalam tetap bisa bertahan.

Jika nilai bisa menembus dan memperkuat di atas level-level tersebut, kesempatan pembentukan bottom bakal semakin kuat.

Namun jika rupanya berbalik turun di area tersebut, maka kemungkinan besar pasar tetap memerlukan waktu lebih lama alias apalagi penurunan tambahan sebelum bottom betul-betul terbentuk.

How real bottoms form.

People want to know if this is the bottom. The truth is that bottoms are not single candles. They are structures. They form slowly. They take effort. And they force you to read the chart without jumping ahead of it.

Right now price is still trapped… pic.twitter.com/Tsvpy8VU4F

— Mr. Anderson (@TrueCrypto28) March 5, 2026

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya