Wanita Di Florida Dipenjara Karena Penipuan Terkait Key Aktivasi Windows Dan Office

Sedang Trending 15 jam yang lalu

Seorang wanita asal Florida baru baru ini dikabarkan kudu menjalani balasan penjara setelah terbukti terlibat dalam kasus penipuan besar nan berangkaian dengan label COA Windows dan Office milik Microsoft. Nah kasus ini pada dasarnya melibatkan ribuan label “Geniune” nan berisi kode aktivasi produk dan telah dijual secara terlarangan selama beberapa tahun.

Jadi kawan-kawan, menurut catatan pengadilan, Heidi Richards (52) nan merupakan penduduk Brandon, Florida, dijatuhi balasan selama 22 bulan penjara federal serta denda sebesar 50.000 dolar AS setelah dinyatakan bersalah atas persekongkolan memperdagangkan label Certificate of Authenticity (COA) milik Microsoft secara ilegal, kasus ini diumumkan oleh Jaksa Amerika Serikat Gregory W. Kehoe dan diselidiki oleh unit Homeland Security Investigations Kansas City Field Office.

Nah arsip pengadilan, Richards ini menjalankan upaya terlarangan melalui perusahaan berjulukan Trinity Software Distribution, di mana melalui perusahaan tersebut, dia membeli ribuan label COA Microsoft dari beragam pihak nan juga terlibat dalam rantai pengedaran terlarangan dan tentu selanjutnya label-label tersebut dibeli dengan nilai jauh di bawah nilai resmi.

Dengan ribuan label COA Microsoft nan telah dibeli secara terlarangan tersebut, Richard kemudian mengekstrak key product dari label COA dan mengumpulkan kode tersebut dalam jumlah besar, kemudian dia menjualnya kepada pengguna nan tidak mengetahui bahwa kode tersebut berasal dari sumber ilegal.

Tidak tanggung tanggung loh, aksinya ini telah dilakukan selama lima tahun mulai dari 2018 hingga tahun 2023.

Selain itu, perlu diketahui bahwa label Certificate of Authenticity (COA) sendiri sebenarnya merupakan stiker keamanan nan biasanya ditempel pada bungkusan produk alias perangkat komputer resmi nan menggunakan software dari Microsoft. Label ini biasanya mempunyai beberapa fitur keamanan unik seperti hologram dan pengaruh perubahan warna nan dirancang untuk membantu konsumen mengenali software asli.

Namun nan perlu dipahami, COA bukanlah lisensi software guys, dan berasas penjelasan resmi Microsoft, label COA hanya berfaedah sebagai bukti bahwa produk nan dijual mempunyai lisensi asli. Artinya, label tersebut tidak mempunyai nilai komersial andaikan dipisahkan dari software alias perangkat keras nan semestinya menyertainya dan oleh lantaran itu, penjualan label COA secara terpisah dari produk resmi sebenarnya melanggar aturan.

Tapi wanita asal Florida ini tidak menjual software Windows alias Office secara resmi, melainkan hanya menjual kode aktivasi nan diambil dari label COA milik Microsoft, dan setelah aksinya ini ketahuan, jelas dia akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib.

Apakah kasus seperti ini juga ada di Indonesia? saya rasa ada deh, hanya saja mungkin belum terendus oleh Microsoft, tapi gimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Justice.gov, Neowin


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya