Telset.id – Zoho Corporation, perusahaan teknologi dunia penyedia perangkat lunak bisnis, secara terbuka menyatakan minat seriusnya untuk memperluas prasarana digital mereka di area Asia Tenggara. Indonesia disebut sebagai salah satu kandidat letak strategis untuk pembangunan pusat info terbaru mereka. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya kebutuhan jasa komputasi awan di Tanah Air.
Rencana ekspansi ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Zoho Corporation, Shailesh Kumar Davey. Menurutnya, perusahaan tengah mematangkan rencana untuk mendirikan akomodasi prasarana vital tersebut dalam waktu dekat. Namun, Zoho tidak serta-merta membangun bentuk gedung tanpa kalkulasi matang.
Shailesh membeberkan strategi berjenjang nan diterapkan perusahaannya sebelum menancapkan “tiang pancang” pusat data. Pendekatan ini dimulai dengan penyediaan jasa nan solid, diikuti dengan pembukaan instansi perwakilan lokal.
“Dalam waktu dekat, kami bakal membangun letak baru untuk pusat info itu. Terkait keputusan membuka pusat data, pada awalnya kami memulai dengan menyediakan jasa terlebih dahulu, kemudian membuka instansi lokal, lampau menempatkan lebih banyak orang untuk mendukung pengguna dan membantu mitra,” ujar Shailesh di Chennai, India.
Strategi ini menunjukkan kehati-hatian Zoho dalam membaca pasar Pusat Data Digital di Indonesia. Keputusan final mengenai kapan peletakan batu pertama bakal sangat berjuntai pada dua variabel utama: tingkat pertumbuhan upaya mereka di Indonesia dan izin lokal nan berlaku.
“Kombinasi dari kedua aspek inilah nan menjadi dasar dalam menentukan kapan kami bakal membangun pusat data,” tegasnya.
Momentum Transformasi Digital
Sejak tahun 2025, Zoho memang telah menargetkan ekspansi garang di wilayah Timur Tengah dan Asia Tenggara. Shailesh menilai, kedua area ini sedang mengalami lonjakan Transformasi Digital nan sangat tinggi, terutama di negara-negara berkembang dan ekonomi menengah.
Pertumbuhan ini tidak lepas dari dorongan kuat pemerintah setempat nan mau memodernisasi prasarana digital negara mereka. Hal ini menciptakan ekosistem nan subur bagi penyedia jasa SaaS (Software as a Service) seperti Zoho nan mempunyai rangkaian perangkat komplit untuk kebutuhan bisnis.
“Di negara berkembang dan negara dengan ekonomi menengah, transformasi digital sedang terjadi saat ini. Kami mempunyai rangkaian alat, serta jasa nan tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Itulah sebabnya kami memandang tingkat pertumbuhan nan sangat baik di negara-negara tersebut,” jelas Shailesh.
Sebagai informasi, hingga awal tahun 2026, Zoho Corporation tercatat telah mengoperasikan 20 pusat info nan tersebar di seluruh dunia. Fasilitas terbaru mereka apalagi tengah dibangun di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai bukti komitmen mereka di pasar negara berkembang.
Konsep “Lokalisme Transnasional”
Selain prasarana bentuk dan teknologi Deteksi Ancaman siber nan mungkin menyertai layanannya, Zoho juga membawa filosofi unik nan mereka sebut sebagai “Lokalisme Transnasional”. Shailesh menjelaskan bahwa ideologi ini berfokus pada pengembangan talenta lokal di negara tempat mereka beroperasi.
Prinsip “berpikir global, bertindak lokal” ini bukan sekadar jargon. Zoho berkomitmen untuk memberikan kontribusi kembali kepada negara tempat pengguna mereka berada dengan menyerap tenaga kerja setempat. Hal ini dinilai memberikan untung ganda: membantu ekonomi lokal dan membikin perusahaan lebih responsif terhadap kebutuhan pasar spesifik.
“Kami turut mendukung pertumbuhan tenaga kerja lokal. Jadi, seberapa besar kontribusi nan kami berikan kembali kepada negara tempat pengguna kami berada,” paparnya.
Sebagai bukti nyata, Shailesh mencontohkan operasional mereka di Singapura dan Arab Saudi nan telah merekrut sekitar 50 tenaga kerja lokal. Sementara di Uni Emirat Arab, sekitar 80 pekerja direkrut dari wilayah sekitar dengan pengelompokkan lulusan baru (fresh graduate).
Dengan pendekatan ini, Zoho berambisi dapat memetakan kebutuhan pengguna dengan lebih akurat. Saat ini, Zoho Corporation menyediakan lebih dari 55 aplikasi upaya terintegrasi berbasis cloud nan mencakup penjualan, pemasaran, keuangan, SDM, hingga manajemen TI, nan semuanya siap mendukung ekosistem digital di Indonesia.