Apa Itu Stable? Blockchain Stablecoin Dengan Biaya Gas Dalam Stablecoin

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Stable memperkenalkan pendekatan baru dalam kreasi blockchain dengan berfokus pada satu hal: mengambil stablecoin dalam skala besar.

Jika kebanyakan blockchain menggunakan aset volatil seperti ETH alias token native untuk biaya gas, Stable mengambil langkah berbeda dengan menjadikan USDT langsung sebagai bahan bakar utama.

Desain seperti ini tetap jarang di ruang mata uang digital dan berpotensi mengubah langkah stablecoin digunakan dalam pembayaran sehari-hari maupun transaksi keuangan. 

Dengan USDT nan sudah menjadi aset paling banyak digunakan di finansial digital global, visi Stable dinilai praktis sekaligus ambisius. Artikel ini bakal menjelaskan apa itu Stable, gimana langkah kerjanya, serta roadmap nan disiapkan.

Apa Itu Stable?

Stable adalah blockchain Layer 1 nan dirancang unik untuk stablecoin paling banyak dipakai di dunia, USDT. Berbeda dengan kebanyakan blockchain nan berkarakter general-purpose dan mengandalkan token volatil untuk gas, Stable mengambil jalur berbeda.

Stable memposisikan dirinya sebagai “Stablechain” pertama, di mana stablecoin bukan sekadar aset, melainkan fondasi utama jaringan. 

Dengan menjadikan USDT sebagai mata duit penyelesaian sekaligus token gas, Stable menghapus salah satu halangan besar dalam penggunaan blockchain: kebutuhan menyimpan banyak aset hanya untuk bisa memakai aplikasi terdesentralisasi.

Tujuan utama Stable adalah menjawab masalah nyata nan muncul dari meningkatnya penggunaan stablecoin. 

Dengan sirkulasi lebih dari $150 miliar dan ratusan juta pengguna di seluruh dunia, USDT sudah menjadi tulang punggung bursa, DeFi, dan pembayaran lintas negara. Namun, blockchain nan ada tidak dioptimalkan unik untuk transaksi stablecoin.

Pengguna sering menghadapi biaya tidak menentu, upaya kesulitan integrasi, dan developer menemui kompleksitas nan tidak perlu. 

Stable datang untuk menyelesaikan masalah ini dengan menciptakan lingkungan di mana USDT dapat bergerak cepat, murah, dan kondusif dalam skala besar.

Desain Stable mencerminkan konsentrasi tersebut. Transfer peer-to-peer USDT0, jenis omnichain USDT di jaringan Stable, tidak dikenakan biaya gas, sehingga cocok untuk remitansi maupun micropayment. 

Untuk operasi lain, biaya tetap dibayar dengan USDT melalui sistem konversi gasUSDT, sehingga pengguna tidak perlu repot mengelola token tambahan.

Bagi perusahaan, ada untung berupa keahlian nan terjamin melalui blockspace unik dan fitur confidential transfers. Sementara developer mendapatkan lingkungan kompatibel Ethereum nan dioptimalkan untuk aplikasi stablecoin.

Dengan mempersempit tujuan, Stable membedakan diri dari Layer 1 lain nan mencoba melayani semua use case. Target Stable adalah menjadi rantai paling efisien untuk transaksi stablecoin, baik bagi pengguna individu, penyelesaian institusional, maupun prasarana finansial berskala besar.

Singkatnya, Stable tidak mencoba menciptakan ulang kegunaan blockchain secara umum, melainkan menyempurnakan satu use case nan sudah menjadi pusat finansial digital: pergerakan dan pengelolaan stablecoin.

Infrastruktur Blockchain Stable

Infrastruktur Stable dibangun dengan mengutamakan kecepatan, efisiensi, dan fitur unik stablecoin.

Dasarnya menggunakan StableBFT, sistem konsensus proof-of-stake turunan CometBFT. Sistem ini memastikan finalitas deterministik dengan block time sub-detik serta toleransi terhadap validator nan bermasalah.

Dalam jangka panjang, Stable berencana beranjak ke Autobahn, mesin konsensus berbasis DAG nan bisa menangani ratusan ribu transaksi per detik, tetap menjaga latensi rendah, dan tahan gangguan jaringan.

Untuk eksekusi, digunakan Stable EVM, sehingga developer bisa memakai perangkat Ethereum seperti MetaMask dan Solidity, tetapi juga dapat berinteraksi dengan modul unik Stable lewat precompiled contracts. 

Ke depan, performa bakal ditingkatkan dengan parallel execution (Block-STM) dan akhirnya beranjak ke StableVM++, mesin eksekusi berbasis C++ dengan kecepatan tinggi.

Di sisi penyimpanan, efisiensi dicapai lewat StableDB, nan memisahkan state commitment dari penyimpanan disk. Dengan struktur memory-mapped (MemDB dan VersionDB), halangan disk dapat dikurangi dan throughput meningkat tanpa terbatas oleh I/O lambat.

Pada lapisan akses, Stable menerapkan kreasi RPC jalur ganda. Alih-alih berjuntai pada node penuh monolitik, Stable memisahkan operasi baca dan tulis di RPC khusus. Hal ini meningkatkan respons untuk dApps, explorer, dan wallet, sehingga meski trafik padat, performa tetap konsisten.

Pemanfaatan Stablecoin

Ciri utama Stable adalah integrasi USDT ke setiap lapisan blockchain. Hal ini dicapai melalui model dua token: gasUSDT dan USDT0.

  • gasUSDT 

Token ini adalah token gas native di Stable, digunakan bayar biaya transaksi. Namun berkah account abstraction, pengguna jarang perlu memegangnya langsung. 

Konversi berjalan otomatis di belakang layar. Untuk mencegah kesalahan, transfer gasUSDT dibatasi hanya di dalam jaringan.

  • USDT0 

Token ini adalah token ERC-20 utama di Stable. Dibangun di atas framework OFT LayerZero, USDT0 berkarakter omnichain, sehingga likuiditas bisa mengalir mulus antarjaringan. 

Transfer USDT0 bebas biaya gas, ideal untuk remitansi, micropayment, dan penggunaan sehari-hari. Untuk bridging, pengguna dapat memindahkan USDT0 dari Ethereum, Arbitrum, alias Tron langsung ke Stable tanpa wrapped token.

Dengan model ini, pengguna cukup memegang USDT0 saja untuk menutup semua kebutuhan transaksi. Perusahaan mendapat kepastian penyelesaian, sedangkan developer memperoleh ekosistem nan stabilcoin-native untuk membangun aplikasi.

Fitur tambahan melengkapi model ini:

  • Guaranteed Blockspace 

Fitur ini diterapkan untuk memastikan perusahaan tetap mendapat akses andal saat jaringan padat, sehingga memastikan kelancaran transaksi.

  • USDT Transfer Aggregator 

Mekanisme ini adalah meanisme agregasi nan mengelompokkan transfer agar throughput meningkat.

  • Confidential Transfers 

Fitur ini berbasis zero-knowledge cryptography untuk menyembunyikan jumlah transaksi sembari tetap menjaga kepatuhan.

Semua fitur dan sistem ini diarahkan agar Stable menjadi lingkungan paling efisien bagi USDT secara global.

Roadmap Teknis

Roadmap Stable dibagi menjadi tiga fase, masing-masing mengoptimalkan lapisan berbeda dari stack blockchain.

Fase 1 – Foundational Layer

Stable diluncurkan dengan konsensus StableBFT, USDT sebagai gas native, dan Stable Wallet. Wallet ini menawarkan pengalaman mirip Web2.5 dengan fitur login sosial dan namalain nama lewat Stable Name. Pengguna dapat berinteraksi lintas perangkat dengan setup sederhana.

Fase 2 – Experience Layer

Fokus diarahkan ke throughput dan prediktabilitas. Optimistic Parallel Execution memungkinkan sebagian besar transaksi melangkah paralel, mengurangi keterlambatan. 

Optimalisasi State DB mempercepat pemrosesan blok, sementara USDT Transfer Aggregator meningkatkan efisiensi transfer massal. Guaranteed Blockspace memastikan perusahaan tetap mendapat keahlian andal meski permintaan tinggi.

Fase 3 – Full Stack Optimisation

Stable ditingkatkan ke Autobahn dengan konsensus PBFT-on-DAG, menghadirkan throughput jauh lebih tinggi dan pemulihan sigap dari gangguan jaringan. StableVM++ menggantikan EVM berbasis Go dengan mesin C++ lebih cepat. 

Stack RPC juga dioptimalkan dengan indexer terintegrasi dan peningkatan WebSocket, sehingga dApps dan lembaga bisa beraksi di skala besar.

Dengan tahapan ini, Stable beralih bentuk dari jaringan berperforma tinggi menjadi salah satu blockchain paling teroptimasi unik untuk transaksi stablecoin.

Kesimpulan

Stable adalah contoh langka dalam kreasi blockchain: sebuah jaringan nan dibangun sepenuhnya di sekitar satu aset, USDT. 

Dengan menjadikan stablecoin sebagai lapisan settlement sekaligus sistem gas, Stable menyederhanakan pengalaman pengguna, memberi kepastian bagi perusahaan, dan memudahkan developer.

Roadmap nan jelas menunjukkan arah pengembangan menuju skalabilitas lebih tinggi, efisiensi lebih baik, dan mengambil di bumi nyata. Jika berhasil, Stable bisa menjadi tulang punggung pembayaran dan prasarana finansial berbasis stablecoin di seluruh dunia.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya