Bukan Cuma Layar Lipat! Ini 6 Ponsel Paling Inovatif Di Ces 2026

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026 baru saja usai, namun gaung penemuan nan diperkenalkan tetap terasa hangat di telinga para fans teknologi. Jika Anda berpikir pameran tahun ini hanya didominasi oleh kepintaran buatan alias kendaraan listrik, Anda perlu memandang kembali deretan perangkat seluler nan dipamerkan. Tahun ini, para produsen smartphone seolah berkompetisi mematahkan stagnasi kreasi “kotak sabun” nan telah mendominasi pasar selama satu dasawarsa terakhir.

Dari konsep layar lipat tiga nan ambisius hingga kembalinya papan ketik bentuk nan memicu nostalgia, CES 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa industri seluler belum kehabisan buahpikiran gila. Pergeseran ini tidak hanya terjadi di segmen premium, tetapi juga merambah ke kelas menengah dengan fitur-fitur nan berfokus pada utilitas dan kesehatan mata. Kita memandang gimana batas antara produktivitas dan intermezo semakin kabur dalam satu genggaman.

Pernahkah Anda membayangkan sebuah ponsel nan bisa berubah menjadi tablet 10 inci, alias perangkat mungil dengan tombol bentuk di era layar sentuh ini? Jika jawabannya belum, maka deretan perangkat berikut ini bakal mengubah perspektif Anda tentang masa depan komunikasi seluler. Mari kita bedah satu per satu perangkat nan paling mencuri perhatian di Las Vegas tahun ini.

Revolusi Layar Lipat: Lebih Luas, Lebih Canggih

Salah satu bintang utama nan paling banyak diperbincangkan adalah Samsung Galaxy Z TriFold. Samsung tidak lagi bermain kondusif dengan lipatan ganda; mereka memperkenalkan perangkat tri-folding alias lipat tiga nan revolusioner. Saat dilipat, dia tampak ringkas, namun ketika dibentangkan sepenuhnya, Anda bakal disuguhi layar internal seluas 10 inci. Ini bukan sekadar ponsel, melainkan tablet nan bisa masuk saku.

Ditenagai oleh chipset Snapdragon nan berkekuatan dan kamera utama 200 megapiksel, perangkat ini jelas menargetkan pengguna nan memerlukan produktivitas maksimal tanpa kompromi. Namun, penemuan ini datang dengan nilai nan fantastis. Di Korea, perangkat ini dibanderol sekitar 3,59 juta won alias setara $3.700. Samsung menjanjikan kesiapan dunia dalam beberapa bulan mendatang, membawa standar baru bagi inovasi unik di industri seluler.

Moto-Razr-Fold-with-stylus-input-leak

Tak mau kalah, Motorola juga meramaikan pasar foldable dengan Motorola Razr Fold. Berbeda dengan pendahulunya nan bermodel clamshell, kali ini Motorola menghadirkan kreasi style kitab (book-style) nan elegan. Perangkat ini menawarkan layar internal 8,1 inci dan layar eksternal 6,6 inci, sebuah penghormatan pada lini klasik Razr namun dengan sentuhan modern. Dilengkapi tiga kamera 50 megapiksel dan support stylus, ponsel ini siap memanjakan para ahli kreatif.

Flagship Konvensional dengan Performa Buas

Di luar aspek corak nan bisa dilipat, kategori flagship tradisional tetap mempunyai tempat istimewa. Motorola Signature phone datang sebagai jawaban bagi mereka nan mencari performa murni. Mengusung chipset Snapdragon 8 Gen 5 terbaru, ponsel ini menjanjikan kecepatan pemrosesan nan belum pernah ada sebelumnya. Layar Extreme AMOLED 6,8 inci dan konfigurasi tiga kamera 50 megapiksel menjadi nilai jual utamanya.

Dibanderol sekitar €999 (sekitar $1.170) untuk pasar Eropa, perangkat ini membuktikan bahwa ponsel model slab tetap bisa relevan jika dibekali spesifikasi monster. Kehadiran chipset generasi terbaru ini juga menjadi angin segar di tengah kekhawatiran industri bakal krisis chip memori nan sempat diprediksi oleh Dell, menunjukkan bahwa produsen tetap bisa mendorong pemisah performa.

Inovasi Layar Matte dan Konektivitas Satelit

Beralih ke segmen menengah nan seringkali diabaikan, TCL memberikan kejutan manis melalui TCL Nxtpaper 70 Pro. Alih-alih mengejar nomor benchmark, TCL konsentrasi pada kenyamanan pengguna dengan layar matte nan ramah mata. Dukungan Gemini AI semakin memperkaya pengalaman pengguna, menjadikan ponsel ini pilihan pandai bagi mereka nan capek dengan pantulan layar glossy.

TCL NxtPaper 70 Pro

Dengan nilai €339 (sekitar $400) untuk jenis 256 GB, TCL Nxtpaper 70 Pro menawarkan proposisi nilai nan susah ditolak. Ini adalah contoh sempurna gimana teknologi layar bisa menjadi solusi masa depan untuk kesehatan digital kita, tanpa kudu merogoh kocek terlalu dalam.

Sementara itu, Infinix tampil garang dengan seri Infinix Note 60. Sorotan utama perangkat ini adalah konektivitas satelit dunia nan memungkinkan panggilan HD dan pesan teks meski tanpa jaringan seluler konvensional. Fitur ini bukan lagi sekadar gimmick darurat, melainkan perangkat komunikasi fungsional.

Infinix Note 60 dunia satellite connectivity for HD calls

Ditambah dengan teknologi pendingin cair HydroFlow dan support aksesori modular ModuVerse, Infinix jelas menargetkan pengguna nan menginginkan utilitas tinggi. Meskipun nilai resminya belum dikonfirmasi, kombinasi fitur canggih ini menjanjikan persaingan ketat di pasar ponsel nan mengutamakan ketahanan dan konektivitas.

Kembalinya Keyboard Fisik: Nostalgia alias Kebutuhan?

Mungkin pengumuman paling unik dan memancing rasa penasaran di CES 2026 adalah Clicks Communicator. Di tengah kekuasaan layar sentuh penuh, perangkat ini berani tampil beda dengan menghadirkan keyboard QWERTY fisik, mengingatkan kita pada era kejayaan BlackBerry. Namun, jangan salah sangka, ini adalah perangkat modern dengan Android 16.

Clicks Communicator

Dengan layar AMOLED 4,03 inci, kamera belakang 50 megapiksel, dan penyimpanan 256 GB (dapat diperluas hingga 2 TB), ponsel mungil ini diposisikan sebagai perangkat produktivitas sejati. Fokusnya adalah pada input taktil dan komunikasi nan efisien, menggantikan kebiasaan scrolling tanpa henti nan sering kita lakukan.

Dibanderol dengan nilai ritel $499 (atau nilai reservasi awal $399), Clicks Communicator juga menyertakan jack headphone 3,5 mm—fitur langka di ponsel era sekarang. Kehadirannya membuktikan bahwa tetap ada pasar untuk perangkat nan memprioritaskan kegunaan komunikasi murni di atas segalanya. CES 2026 telah menunjukkan bahwa masa depan smartphone sangat beragam, mulai dari layar nan bisa melipat tiga hingga tombol bentuk nan kembali relevan.

Selengkapnya