Pasar mata uang digital sedang menunggu hasil publikasi hasil rapat FOMC September nan bakal dirilis besok hari.
Dokumen ini diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) setelah pemangkasan suku kembang sebesar 25 pedoman poin bulan lalu, nan menjadi penurunan pertama sejak Desember 2024.

Fokus pasar sekarang bergeser dari inflasi menuju akibat pelemahan pasar tenaga kerja. Artikel ini bakal membahas prediksi hasil FOMC Minutes serta kajian pergerakan nilai Bitcoin menjelang rilis info krusial ini.
Prediksi Hasil FOMC Minutes
Investor memperkirakan hasil FOMC bakal menyoroti argumen di kembali keputusan pemangkasan suku kembang dan sejauh mana pandangan pejabat The Fed berbeda mengenai arah kebijakan selanjutnya.
Key dates this week 🗓️
Oct 8 ➡️ 🇺🇸 FOMC Minutes
Oct 9 ➡️ 🇺🇸 Fed’s Balance Sheet
Oct 10 ➡️ 🇺🇸 Michigan Consumer Sentiment
Which dates are you watching? 👀
Pada rapat September, suku kembang referensi diturunkan ke kisaran 4.00%–4.25% sesuai ekspektasi, dengan satu bunyi berbeda dari Gubernur Stephen Miran nan mau penurunan sebesar 50 pedoman poin.

Hal ini menunjukkan adanya pandangan lebih garang dari sebagian pihak terhadap pelonggaran kebijakan moneter.
Melalui proyeksi ekonominya, The Fed memperkirakan pemangkasan tambahan sebesar 50 pedoman poin hingga akhir 2025, serta 25 pedoman poin lagi pada 2026.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi pun direvisi naik menjadi 1.6% untuk 2025 dan 1.8% untuk 2026, menandakan kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi meski kebijakan suku kembang lebih longgar.
Inflasi PCE untuk 2025 tetap di 3%, sedangkan 2026 naik menjadi 2.6%, mencerminkan ekspektasi inflasi nan terkendali.
Dalam konvensi persnya, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kondisi pasar tenaga kerja telah “melunak” dan akibat inflasi nan terus bersambung sekarang lebih rendah.
Pernyataan tersebut memperlihatkan perubahan konsentrasi The Fed dari inflasi menuju pertumbuhan dan lapangan kerja.
Jika hasil kelak menunjukkan kebanyakan pejabat mendukung pendekatan dovish alias ekspansif, ialah kebijakan nan condong menurunkan suku kembang untuk mendorong pertumbuhan, pasar aset berisiko termasuk Bitcoin dapat kembali menguat.
Namun, jika nada pembahasannya justru lebih hawkish alias kontraktif, ialah kebijakan nan lebih berhati-hati dan menahan pelonggaran, maka aset mata uang digital bisa menghadapi tekanan jangka pendek.
Para pelaku pasar beranggapan bahwa arah kebijakan ke depan bakal berjuntai pada info tenaga kerja berikutnya.
Dengan tingkat pengangguran nan mulai naik dan inflasi nan perlahan menurun, kesempatan untuk kebijakan nan lebih lenggang tetap terbuka. Oleh lantaran itu, hasil besok hari menjadi momen krusial untuk menilai keseimbangan pandangan internal The Fed.
Analisis Pergerakan Bitcoin Menjelang FOMC Minutes
Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar pemisah atasnya di $124,600 setelah mengalami apresiasi dalam beberapa pekan terakhir. Namun menjelang rilis FOMC Minutes, pergerakan nilai mulai melambat lantaran pelaku pasar menunggu arah kebijakan moneter berikutnya.
Tekanan jual ringan muncul, tetapi belum ada narasi negatif baru nan cukup kuat untuk mendorong koreksi tajam.
Jika hasil FOMC Minutes menunjukkan nada nan kontraktif, Bitcoin berpotensi mengalami koreksi menuju wilayah nilai $120,100. Daerah ini menjadi pemisah bawah nan kerap menjadi area beli pada fase konsolidasi sebelumnya.
Grafik Harian BTCUSD
BTCUSDNamun andaikan hasil memperlihatkan pandangan ekspansif dengan prospek penurunan suku kembang tambahan, Bitcoin kemungkinan bisa memperkuat di kisaran $123,000 hingga $122,000, menandakan stabilitas di tengah ketidakpastian makro.
Secara teknikal, kebanyakan parameter tetap memperlihatkan pertanda positif. Rata-rata pergerakan jangka menengah tetap berada di bawah nilai terkini, menunjukkan bahwa tren jangka menengah tetap condong menguat.
Selain itu, volume perdagangan harian tetap stabil, menandakan minat beli belum betul-betul menghilang. Kondisi ini memberi kesempatan bahwa Bitcoin bisa tetap berada di wilayah nilai tinggi sebelum adanya arah baru dari kebijakan The Fed.
Namun, volatilitas tetap perlu diwaspadai. Jika hasil FOMC menegaskan komitmen pelonggaran lebih lanjut, dolar AS kemungkinan melemah dan memberikan ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguat di atas $125,000.
Sebaliknya, jika hasil menunjukkan kehati-hatian dan kemungkinan jarak dalam penurunan suku bunga, pasar dapat mengalami koreksi jangka pendek.
Oleh lantaran itu, penanammodal disarankan untuk memperhatikan momentum setelah rilis info dan tidak mengambil posisi besar sebelum arah pasar menjadi jelas.
Kesimpulan
Rilis FOMC Minutes besok hari menjadi momen krusial bagi seluruh pelaku pasar, terutama bagi trader Bitcoin nan memantau arah kebijakan moneter AS.
Hasil FOMC Minutes ini bakal menentukan apakah The Fed bakal tetap bersikap dovish alias mulai lebih hawkish dalam menanggapi perkembangan ekonomi terkini.
Kebijakan dovish (ekspansif) berfaedah bank sentral lebih terbuka terhadap penurunan suku kembang guna mendorong pertumbuhan dan meningkatkan likuiditas.
Ini biasanya menguntungkan aset berisiko seperti Bitcoin lantaran penanammodal mencari pengganti dari aset berbunga rendah. Sebaliknya, kebijakan hawkish (kontraktif) menandakan kehati-hatian dan kemungkinan menahan pelonggaran, nan dapat menekan pergerakan nilai aset digital sementara waktu.
Investor disarankan untuk tidak mengambil posisi garang menjelang rilis dan menjaga strategi nan seimbang agar tetap kondusif menghadapi volatilitas tinggi setelah publikasi FOMC Minutes besok hari.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
4 bulan yang lalu