Nasa Mulai Uji Coba Krusial Roket Artemis Ii Jelang Peluncuran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id – NASA telah memindahkan roket Space Launch System (SLS) seberat 11 juta pon beserta peluncur selulernya ke landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Langkah strategis ini menandai dimulainya persiapan akhir untuk wet dress rehearsal, sebuah simulasi pengisian bahan bakar berisiko tinggi nan wajib sukses sebelum empat astronot dapat diterbangkan mengelilingi Bulan.

Proses pemindahan roket setinggi 322 kaki nan di atasnya terpasang pesawat ruang angkasa Orion ini bukanlah pekerjaan ringan. Menggunakan crawler-transporter tua milik agensi antariksa tersebut, perjalanan lambat sejauh empat mil menuju landasan peluncuran menyantap waktu hingga 12 jam. Perjalanan ini bisa jadi merupakan tahap awal dari Misi Artemis II, sebuah perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi untuk menguji ketahanan pesawat ruang angkasa tersebut.

Artemis 2 SLS rocket emerging from the Vehicle Assembly Building on Jan. 17, 2026

Misi ini membawa beban sejarah nan signifikan. Artemis II bakal menjadi misi NASA pertama nan membawa astronot—Victor Glover, Christina Koch, Reid Wiseman, dan Jeremy Hansen dari Kanada—dalam 53 tahun terakhir sejak era Apollo 17 berakhir.

Gladi Bersih nan Menentukan

Agenda utama setelah roket tiba di landasan adalah apa nan disebut sebagai wet dress rehearsal. Dalam pengetesan ini, tim teknis bakal memuat roket raksasa tersebut dengan 700.000 galon propelan oksigen cair dan hidrogen cair nan sangat dingin. Mereka bakal menjalankan hitungan mundur simulasi hingga berakhir tepat di 29 detik sebelum waktu lepas landas (T-29).

Hasil dari pengetesan ini bakal sangat menentukan linimasa penerbangan selanjutnya. NASA menargetkan tanggal 2 Februari untuk latihan krusial ini, meskipun agenda tersebut tetap bisa berubah tergantung pada persiapan di lapangan. Keberhasilan tes ini bakal menentukan apakah kesempatan peluncuran pada bulan Februari tetap bisa diambil.

Artemis 2 SLS rocket traveling 4 miles to the launchpad for wet dress rehearsal at Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Florida, on Jan. 17, 2026

“Kami kudu melalui wet dress, kami perlu memandang pelajaran apa nan kami dapatkan dari sana, dan itu pada akhirnya bakal menentukan jalan kami menuju peluncuran,” ujar Charlie Blackwell-Thompson, Direktur Peluncuran Artemis.

Ia menambahkan bahwa jika latihan pengisian bahan bakar ini melangkah tanpa masalah nan signifikan dan sesuai rencana, maka kesempatan peluncuran di bulan Februari sangat mungkin untuk dicapai. Jendela peluncuran terdekat diketahui bakal dibuka pada 6 Februari.

Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

Artemis II dibangun di atas pelajaran berbobot dari peluncuran perdana tanpa awak pada tahun 2022. Kala itu, misi Artemis 1 memerlukan beberapa kali percobaan untuk menyelesaikan pengisian bahan bakar. Para insinyur telah menyesuaikan langkah memuat oksigen cair setelah memandang masalah suhu dan memodifikasi perangkat keras setelah kebocoran hidrogen ditemukan pada hubungan antara sistem darat dan roket.

NASA's crawler-transporter carrying the 11-million-pound rocket stack and mobile launcher to the launchpad at Kennedy Space Center on Jan. 17, 2026

Selain itu, mereka juga telah mengganti dan menguji secara kriogenik katup kunci nan sempat menyebabkan masalah selama hitungan mundur final misi tanpa awak sebelumnya. Sejak Artemis I, Kennedy Space Center telah merevisi prosedur dan meningkatkan perangkat keras sebagai bagian dari rencana matang untuk Artemis II.

Selama pengetesan nanti, pengendali bakal menjalankan semua prosedur hitungan mundur, termasuk “hitungan terminal” terakhir. Setelah wet dress rehearsal selesai, para insinyur bakal meneliti info keahlian roket, pesawat ruang angkasa Orion, dan sistem darat. Hanya jika info terlihat bersih, manajer misi bakal beranjak ke penetapan tanggal peluncuran nan spesifik.

NASA pengurus and Artemis 2 crew talking to reporters as SLS rocket rolls behind them on Jan. 17, 2026

Pejabat NASA dengan tegas menolak dugaan bahwa tim mengalami “demam peluncuran” alias bahwa persiapan dilakukan dengan terburu-buru. Keselamatan para kru tetap menjadi prioritas absolut di atas segalanya.

“Saya punya satu tugas, dan itu adalah pengembalian nan kondusif bagi Reid, Victor, Christina, dan Jeremy. Saya menganggap itu sebagai tugas dan kepercayaan,” tegas John Honeycutt, ketua tim manajemen misi. “Kami bakal terbang ketika kami siap.”

Selengkapnya