Telset.id – Teka-teki mengenai agenda peluncuran perangkat nan melabeli dirinya sebagai “flagship e-sports” akhirnya terjawab. Realme secara resmi mengumumkan bahwa Realme Neo 8 bakal diperkenalkan ke publik pada 22 Januari mendatang pukul 19:00 waktu setempat. Mengusung semboyan nan cukup ambisius, “No Leap, No Launch” alias “Tanpa Lompatan, Tidak Ada Peluncuran”, pabrikan asal China ini tampaknya sangat percaya diri dengan peningkatan spesifikasi nan mereka tawarkan.
Dalam poster resminya, Realme menyatakan bahwa perangkat ini membawa peningkatan menyeluruh dari segi performa, layar, desain, hingga pengalaman pengguna. Namun, sorotan utama nan paling mencuri perhatian tentu saja ada pada sektor visual. Realme Neo 8 dikonfirmasi bakal menjadi smartphone pertama di bumi nan menggunakan panel “Samsung Sky Screen” dengan refresh rate mencapai 165Hz.
Debut Material M14 dan Gaming 165 FPS
Bukan sekadar nomor refresh rate tinggi nan seringkali hanya menjadi gimmick di atas kertas, Realme memastikan panel ini mempunyai kualitas premium. Layar tersebut dibangun menggunakan material pemancar sinar (luminescent material) M14 terbaru dari Samsung. Penggunaan material Layar 165Hz ini menjanjikan efisiensi daya nan lebih baik serta tingkat kecerahan nan superior dibandingkan generasi sebelumnya.
Bagi para gamer kompetitif, nomor 165Hz ini bukan hiasan semata. Realme telah mengonfirmasi bahwa Neo 8 sudah dioptimalkan untuk menjalankan mode 165 FPS secara native pada sejumlah titel game populer. Beberapa di antaranya termasuk CrossFire Legends (Gunfight King), Delta Force: Hawk Ops jenis mobile, hingga Peace Elite (PUBG Mobile jenis China). Ini merupakan langkah garang Realme untuk memikat pasar hardcore gamer nan menuntut responsivitas layar tanpa kompromi.
Teknologi Pelindung Mata “Green Field”
Selain kecepatan, Realme tampaknya menyadari bahwa lama penggunaan smartphone, terutama untuk gaming, bisa sangat panjang. Oleh lantaran itu, mereka menyematkan teknologi nan disebut “Green Field Eye Protection”. Fitur utamanya adalah support DC Dimming di seluruh tingkat kecerahan (full-brightness DC Dimming).
Berbeda dengan metode PWM (Pulse Width Modulation) nan mengontrol kecerahan dengan langkah mematikan dan menghidupkan layar secara cepat—yang sering menyebabkan mata lelah—DC Dimming pada Realme Neo 8 bekerja dengan mengatur tegangan dan arus secara langsung. Realme menyatakan metode ini membikin pergantian terang-gelap dalam satu frame hanya terjadi satu kali.
Hasilnya cukup impresif di atas kertas. Nilai SVM (Stroboscopic Effect Visibility Measure) tercatat sangat rendah, ialah hanya 0.05. Angka ini diklaim Realme sebagai kondisi “hampir nol strobo” di semua tingkat kecerahan, memberikan kenyamanan visual nan jauh lebih baik dibandingkan panel OLED konvensional.
Tak berakhir di situ, perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi TUV Rheinland untuk bebas strobo dan dilengkapi perlindungan low blue light tingkat perangkat keras. Fitur pandai berbasis AI juga disisipkan, seperti pengingat kesehatan mata, perlindungan mata saat bermain game, serta penyesuaian suhu warna otomatis nan mirip dengan fitur True Tone, di mana layar bakal menyesuaikan white balance berasas pencahayaan sekitar.
Bocoran Spesifikasi Lainnya
Meskipun pengumuman resmi berfokus pada layar, bocoran mengenai spesifikasi jeroan Realme Neo 8 sudah santer terdengar. Berdasarkan info nan beredar sebelumnya, ponsel ini kemungkinan bakal datang dengan kreasi bingkai logam dan penutup belakang kaca, memberikan kesan premium nan kokoh.
Untuk urusan dapur pacu, rumor menyebut bahwa perangkat ini mungkin ditenagai oleh chipset kelas atas, apalagi ada spekulasi mengenai penggunaan Snapdragon 8 Gen 5 alias setidaknya jenis tinggi dari seri Snapdragon 8. Selain itu, kapabilitas daya juga menjadi sorotan dengan rumor penggunaan Baterai Raksasa nan mungkin mencapai 6.000mAh hingga 8.000mAh, dipadukan dengan pengisian sigap 80W.
Peluncuran pada 22 Januari kelak bakal membuktikan apakah semua klaim “越级” (lompatan) ini betul-betul terbukti alias sekadar strategi pemasaran. Kita tunggu saja perincian nilai dan ketersediaannya, serta apakah jenis dunia bakal segera menyusul.